Manchester United kembali menegaskan ambisi mereka untuk merebut tiket kompetisi Eropa musim depan. Dalam lawatan ke Molineux hari Senin (8/12/2025), Setan Merah tampil ganas dan melibas tuan rumah Wolverhampton Wanderers dengan skor telak 4-1.
Kemenangan impresif ini mendongkrak posisi United ke peringkat enam klasemen sementara. Mengoleksi 25 poin, pasukan Ruben Amorim kini memiliki poin yang sama dengan Chelsea yang duduk di peringkat lima.
Hasil ini sekaligus menjadi titik balik krusial bagi United setelah rentetan hasil minor, di mana mereka kerap kehilangan poin dalam lima laga terakhir.
Man Utd move into the Premier League top six 👀 pic.twitter.com/q2yThcJTjr
— Premier League (@premierleague) December 8, 2025
Datang dengan motivasi tinggi, United langsung membombardir pertahanan Wolves. Statistik mencatat United melepaskan total 27 tembakan sepanjang laga.
Jumlah ini merupakan rekor tembakan terbanyak United dalam satu pertandingan Premier League sejak Ruben Amorim mengambil alih kursi kepelatihan.
Meski demikian, penyakit lama Setan Merah sempat nyaris kambuh. Setelah unggul lewat gol Bruno Fernandes di menit ke-25, konsentrasi lini belakang buyar di penghujung babak pertama.
Gol penyeimbang Ricner Bellegarde di masa injury time memaksa skor imbang 1-1 saat turun minum. Namun, babak kedua menjadi panggung pembuktian mentalitas United.
Tampil jauh lebih klinis, mereka memberondong gawang Wolves lewat aksi Bryan Mbeumo, Mason Mount, serta gol kedua Bruno Fernandes yang mengunci kemenangan. Ini adalah kemenangan kedua United yang sangat vital dalam enam laga terakhir mereka.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim, mengaku puas dengan evolusi permainan timnya, meski ia merasa timnya bisa mencetak lebih banyak gol.
“Kami mencetak empat gol, tapi kami punya segudang peluang, jadi saya belum bisa bilang kami sudah tampil sangat klinis,” ujar Amorim seusai laga.
“Namun, jika Anda membandingkan musim lalu dengan musim ini, peningkatannya sangat pesat. Kami menciptakan jauh lebih banyak peluang, mencetak lebih banyak gol, dan menghadirkan situasi bahaya yang nyata bagi lawan. Saya sangat senang dengan hal itu.”
Gelandang Mason Mount, yang turut mencatatkan nama di papan skor, mengungkapkan bahwa instruksi tegas Amorim di ruang ganti menjadi kunci kebangkitan tim di babak kedua.
“Pelatih menyampaikan beberapa hal penting saat turun minum, dan tanggung jawab ada pada kami untuk memperbaikinya lewat performa yang layak di babak kedua. Fokus utama kami adalah tampil kejam, menyerang dengan tujuan, dan menuntaskan peluang,” ungkap Mount.
Mount juga menyadari bahwa timnya tidak boleh lagi terpeleset jika ingin mengamankan posisi di zona Eropa.
“Kami sadar kami harus menang, dan seharusnya kami bisa menang lebih banyak belakangan ini. Rasanya berat saat kami tidak tampil maksimal dan kehilangan poin, karena kami tahu potensi tim ini saat sedang on fire. Senang rasanya bisa naik posisi dan dapat tiga poin, tapi kami tak boleh berhenti sekarang. Kami harus terus melaju,” pungkasnya.



