Bekas Jagoan Arsenal Ini Menegur Keras Mo Salah: Kuliti Sikap Egois Sang Bintang Liverpool

Mohamed Salah menepuk logo Liverpool di dada dan melambaikan tangan pada fans Liverpool usai laga Leeds vs liverpool di Elland Road pada 6 Desember 2025 (IMAGO / Every Second Media).

Komentar publik yang dilontarkan Mohamed Salah menyusul rentetan hasil buruk Liverpool—terutama setelah laga melawan Leeds United—dan klaim bahwa ia merasa “dikorbankan” oleh internal klub, kini menuai kritik tajam.

Kritik itu datang dari sosok yang memiliki integritas dan kapabilitas untuk bicara: Thierry Henry.

Berbagi status elite dengan Slaah sebagai salah satu dari hanya lima pemain yang pernah meraih dua kali penghargaan Pemain Terbaik Premier League (bersama Cristiano Ronaldo, Kevin De Bruyne, dan Nemanja Vidic), Henry berbicara dari posisinya sebagai legenda yang berpengalaman.

Kritiknya bukan soal frustrasi Salah, melainkan pada cara penyampaiannya, terutama setelah serangkaian keputusan manajerial yang membuatnya dicadangkan tiga kali berturut-turut, bahkan tak masuk skuad saat timnya menang 1-0 atas Inter di Liga Champions.

Baca Juga: Kuasa Liverpool di San Siro

Mengingat pengalamannya sendiri saat berselisih dengan manajer legendaris, Henry menyampaikan penilaian yang menusuk terhadap keputusan Salah untuk mengumbar masalah internal klub.

“Saya pernah punya masalah dengan [Arsène] Wenger, juga dengan [Pep] Guardiola… Tapi, pernahkah Anda mendengar saya membicarakannya secara publik? TIDAK PERNAH. Prioritas utama saya adalah melindungi klub.”

“Ketika Anda bermain untuk klub sebesar ini, Anda harus melindunginya dengan segala cara. Apa pun yang terjadi di internal, Anda harus melindungi klub—rekan setim, manajer, dan staf.”

Mantan bintang Arsenal itu menekankan bahwa perasaan pribadi pemain tidak boleh mengesampingkan stabilitas tim, apalagi di saat-saat sulit.

“Anda boleh marah, Anda boleh frustrasi, dan Anda boleh tidak setuju… tetapi Anda jangan memajang “cucian kotor” di depan umum, apalagi saat klub sedang melewati masa-masa sulit.”

“Anda harus menunggu. Anda selesaikan masalah secara internal, di balik pintu tertutup. Setelah itu, jika Anda ingin pergi atau menyampaikan pendapat Anda, lakukanlah di waktu yang tepat.”

Mengakui tekanan besar dan ego yang dimiliki pemain kelas dunia, pria Prancis itu mengakhiri kritiknya dengan menyoroti konflik mendasar antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan kolektif.

“Saya mengerti ego dan frustrasi Mo… Dia mencetak 38 gol [dalam satu musim] dan akhirnya duduk di bangku cadangan—itu sulit diterima. Namun, ada saatnya Anda benar-benar harus menempatkan tim di atas diri Anda sendiri.”

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW