FIM mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa menyusul gangguan yang terjadi di Grand Prix Brasil 2026, setelah sejumlah masalah pada permukaan lintasan memaksa perubahan operasional dilakukan secara mendadak.
Ajang tersebut menandai kembalinya MotoGP ke Brasil setelah lebih dari dua dekade, dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing keluar sebagai pemenang kelas utama di Autódromo Internacional Ayrton Senna.
View this post on Instagram
Namun, akhir pekan balapan di Goiânia diwarnai gangguan berulang akibat ketidakstabilan permukaan lintasan, yang dikaitkan dengan pekerjaan konstruksi terbaru serta kondisi cuaca ekstrem.
“Pada hari Sabtu, kerusakan signifikan pada lintasan terdeteksi akibat runtuhnya sistem drainase lama yang tidak terdokumentasi di bawah permukaan,” demikian pernyataan tersebut.
“Masalah itu segera ditangani dan diperbaiki berkat respons cepat pihak sirkuit, sehingga aktivitas di lintasan dapat dilanjutkan kembali pada hari yang sama.”
Meski perbaikan memungkinkan jadwal tetap berjalan setelah beberapa penundaan, kondisi lintasan kembali memburuk pada hari Minggu.
Sejumlah bagian aspal mulai rusak setelah balapan Moto2, dengan suhu tinggi dan penggunaan yang terus-menerus mempercepat degradasi permukaan baru tersebut.
Penyelenggara akhirnya mempersingkat balapan MotoGP dari 31 lap menjadi 23 lap.
FIM juga menyatakan bahwa investigasi menyeluruh telah dilakukan bersama MotoGP dan penyelenggara lokal, serta berjanji akan melakukan perbaikan yang diperlukan sebelum ajang tersebut kembali digelar tahun depan.
View this post on Instagram



