Carlos Alcaraz diperkirakan akan kembali beraksi di Cincinnati Open setelah hampir empat bulan menepi akibat cedera pergelangan tangan kanan.
Turnamen ATP Masters 1000 tersebut akan menjadi ajang bagi petenis peringkat ketiga dunia itu untuk menguji kondisi kebugarannya sebelum memulai misi mempertahankan gelar US Open.
Alcaraz belum tampil lagi sejak mengalami cedera saat Barcelona Open pada bulan April lalu.
Cedera tersebut memaksanya mundur sebelum pertandingan putaran kedua sehingga ia harus melewatkan seluruh musim lapangan tanah liat dan lapangan rumput, termasuk Prancis Terbuka dan Wimbledon.
Petenis Spanyol itu kembali ke Cincinnati sebagai juara bertahan setelah mengalahkan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, pada final tahun lalu.
Sinner kembali menjadi sorotan setelah tampil luar biasa musim ini dengan menjuarai kelima turnamen ATP Masters 1000, sekaligus mempertahankan gelar Wimbledon.
Turut meramaikan persaingan tunggal putra adalah Novak Djokovic, Alexander Zverev, Taylor Fritz, Lorenzo Musetti, Holger Rune, Ben Shelton, dan Alex de Minaur.
Di sektor putri, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka akan bersaing bersama para juara Grand Slam seperti Coco Gauff, Iga Swiatek, Madison Keys, dan Elena Rybakina.
Asia Tenggara akan diwakili Alexandra Eala dari Filipina serta Janice Tjen dari Indonesia.
Cincinnati Open berlangsung pada 13-23 Agustus dan menjadi salah satu turnamen ATP serta WTA terakhir sebelum dimulainya US Open.
Menjelang paruh kedua musim MotoGP 2026, Ai Ogura terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.
Kemenangan perdananya di Grand Prix Belanda, disusul tiga podium lainnya, membuat pembalap Trackhouse itu kini menempati peringkat kedua klasemen sementara. Ia hanya terpaut 14 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martín, sekaligus unggul empat poin atas juara bertahan Marc Márquez.
Meski baru menjalani musim keduanya di MotoGP, kesuksesan Ogura bukanlah sesuatu yang diraih dalam waktu singkat. Sebaliknya, pencapaiannya merupakan puncak dari jalur pembinaan yang dimulai lebih dari satu dekade lalu melalui ajang pencarian bakat satu merek, Moto4 Asia Cup, yang saat itu masih bernama Asia Talent Cup.
Walau Ogura sudah melakukan debut setahun lebih awal, musim ketiga kejuaraan pada tahun 2016 menghadirkan angkatan pembalap yang kini dianggap sebagai salah satu generasi terbaik yang pernah dilahirkan ajang tersebut.
Pada musim itu, Somkiat Chantra keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ogura dan Andi Farid Izdihar dari Indonesia dalam perebutan gelar yang baru ditentukan pada seri terakhir di Sepang. Gerry Salim dari Indonesia dan Yuki Kunii dari Jepang juga berhasil meraih kemenangan balapan sepanjang musim.
Jika ditinjau hampir satu dekade kemudian, musim tersebut bukan hanya melahirkan bintang MotoGP, tetapi juga membentuk satu generasi yang kini menjadi tulang punggung balap motor Asia di berbagai ajang, mulai dari MotoGP, Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK), hingga Asia Road Racing Championship (ARRC).
Yang lebih penting, keberhasilan angkatan 2016 semakin mengukuhkan reputasi Moto4 Asia Cup sebagai jalur pembinaan yang mampu melahirkan pembalap kelas dunia, sekaligus membuka jalan bagi lulusan berikutnya seperti Hakim Danish, Azroy Anuar, Veda Pratama, dan Mario Aji.
Generasi terbaru Moto4 Asia Cup akan kembali berlaga di Sirkuit Internasional Sepang pada 31 Juli-2 Agustus untuk putaran kedua musim 2026. Hayato Chishiki, Qabil Irfan, dan Bintang Pranata menjadi beberapa nama yang berharap mampu mengikuti jejak Ogura, Chantra, dan rekan-rekan seangkatannya.
Apakah mereka mampu mengulang pencapaian angkatan 2016 baru akan terjawab beberapa tahun ke depan. Untuk saat ini, generasi tersebut masih menjadi tolok ukur keberhasilan yang mampu dihasilkan Moto4 Asia Cup.
Sementara Ogura kini menjadi sosok paling menonjol dari angkatan tersebut di MotoGP, berikut perjalanan beberapa pembalap lain yang juga bersinar dari generasi 2016.
Somkiat Chantra
Juara musim 2016 itu menjadi lulusan pertama angkatan tersebut yang berhasil menembus MotoGP, sekaligus menjadi pembalap Thailand pertama yang tampil di kelas utama setelah lebih dulu berkarier di Moto2 dan meraih dua kemenangan balapan. Meski kiprahnya di MotoGP tidak berlangsung lama, Chantra tetap bersama Honda pada tahun 2026 dengan membela tim pabrikan Jepang itu di WorldSBK serta memperkuat Honda pada ajang Suzuka 8 Hours.
Andi Farid Izdihar
Setelah menutup musim 2016 di posisi ketiga, Andi Farid melanjutkan karier di Eropa dan Grand Prix sebelum kembali ke Asia. Kini ia menjadi salah satu pembalap superbike terbaik Indonesia dengan membela JDT Racing Team di kelas ASB1000 ARRC bersama juara bertahan, Hafizh Syahrin.
Ketika beberapa rekan seangkatannya memilih jalur berbeda, Ryusei Yamanaka justru membangun salah satu karier terpanjang di Grand Prix dengan tampil secara penuh di Moto3 sejak 2019. Dengan lebih dari 120 penampilan Grand Prix, pembalap Jepang itu kini menjadi salah satu sosok paling berpengalaman di kelas tersebut, membuktikan bahwa mampu bertahan dan terus bersaing di level dunia juga merupakan pencapaian yang sangat berharga.
Can Öncü mencatatkan namanya dalam sejarah Grand Prix ketika memenangi Grand Prix Valencia 2018 pada debutnya di Moto3. Kemenangan itu menjadikannya pemenang Grand Prix termuda sepanjang sejarah saat berusia 15 tahun 115 hari. Pembalap Turki tersebut kemudian beralih ke Kejuaraan Dunia Supersport, yang kini memasuki musim ketujuhnya pada tahun 2026.
Deniz Öncü
Setelah menutup musim 2016 di posisi ke-10, Deniz Öncü kembali setahun kemudian dan berhasil menjadi juara Moto4 Asia Cup sebelum melangkah ke Moto3 dan Moto2. Pada tahun 2025, ia mencetak sejarah sebagai pembalap Turki pertama yang memenangi balapan Moto2 lewat kemenangan di Grand Prix Aragon, sekaligus semakin menegaskan kualitas luar biasa yang dimiliki angkatan Moto4 Asia Cup musim 2016.
Empat petenis tunggal putri terbaik Asia Tenggara mulai menjalani rangkaian turnamen lapangan keras sebagai persiapan menuju US Open, dengan masing-masing memilih jalur berbeda untuk menghadapi Grand Slam terakhir musim ini.
Alexandra Eala dari Filipina, Janice Tjen dari Indonesia, serta dua wakil Thailand, Mananchaya Sawangkaew dan Lanlana Tararudee, dijadwalkan tampil di sejumlah turnamen di Eropa dan Amerika Utara sebelum bertanding di New York.
Eala dan Tjen akan memulai kampanye mereka di Washington Open sebelum melanjutkan perjalanan ke Canadian Open dan Cincinnati Open, dua turnamen WTA 1000 terakhir menjelang US Open.
Di Washington, Eala akan tampil di nomor tunggal sekaligus kembali berduet dengan Venus Williams di nomor ganda setelah sebelumnya berpasangan di Bad Homburg Open.
Sementara itu, Tjen akan bertanding di nomor tunggal, sedangkan di nomor ganda ia dijadwalkan berpasangan dengan petenis China, Zhang Shuai.
Sawangkaew dan Tararudee memilih jalur persiapan yang berbeda sebelum bergabung dalam rangkaian turnamen WTA 1000.
Tararudee datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Istanbul Open pekan lalu. Ia kini melanjutkan persiapannya di Prague Open sebelum tampil di Vancouver Open, lalu mengikuti babak kualifikasi Canadian Open dan Cincinnati Open.
Sawangkaew, yang mencuri perhatian dengan melaju hingga putaran ketiga Wimbledon baru-baru ini, juga akan tampil di Vancouver sebelum menjalani babak kualifikasi Canadian Open dan Cincinnati Open.
Keempat petenis tersebut telah memastikan tempat di undian utama US Open. Dengan demikian, Asia Tenggara akan mencatat jumlah peserta terbanyak dalam nomor tunggal putri di Grand Slam penutup musim ini.
Undian utama US Open akan dimulai pada 30 Agustus dan disiarkan langsung melalui SPOTV NOW.
Jadwal Turnamen Lapangan Keras Wakil Asia Tenggara
Alexandra Eala akan ambil bagian dalam ajang Stars of the Open menjelang US Open 2026.
Acara yang menjadi salah satu daya tarik utama menjelang US Open itu kembali digelar untuk edisi keempat secara beruntun dan dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus di Arthur Ashe Stadium.
Eala akan bergabung bersama tiga bintang muda yang tengah bersinar, yakni João Fonseca dari Brasil serta dua petenis Amerika Serikat, Iva Jovic dan Learner Tien, dalam rangkaian pertandingan ekshibisi tersebut.
Keikutsertaan petenis Filipina itu datang setelah menjalani musim terbaik dalam kariernya yang mengantarkannya menjadi salah satu bintang baru di WTA Tour.
Petenis berusia 21 tahun tersebut mencetak sejarah sebagai petenis Filipina pertama yang mencapai putaran keempat Wimbledon, sekaligus menembus jajaran 30 besar dunia.
Sebelumnya, Eala juga mengukir sejarah dengan menjadi petenis Filipina dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah WTA.
Asia Tenggara akan mencatat rekor jumlah peserta terbanyak di nomor tunggal putri US Open setelah empat petenis dari kawasan ini memastikan tempat di undian utama Grand Slam terakhir musim 2026.
Keempat pemain tersebut adalah Alexandra Eala dari Filipina, Janice Tjen dari Indonesia, serta dua wakil Thailand, Mananchaya Sawangkaew dan Lanlana Tararudee.
Keberhasilan itu melengkapi musim yang membanggakan bagi tenis Asia Tenggara, dengan seluruh pemain tersebut telah tampil setidaknya sekali di undian utama turnamen Grand Slam sepanjang tahun ini.
Eala menjadi pemain paling menonjol di antara keempat wakil tersebut setelah melaju hingga babak keempat Wimbledon.
Petenis berusia 21 tahun itu mencuri perhatian dengan mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, sebelum langkahnya terhenti di tangan Jasmine Paolini dalam pertarungan tiga set.
Sawangkaew juga tampil impresif di Wimbledon setelah lolos dari babak kualifikasi, lalu menyingkirkan runner-up Prancis Terbuka, Maja Chwalińska, untuk melaju ke putaran ketiga.
Perjalanannya berakhir setelah kalah dari finalis turnamen, Karolina Muchova.
Sementara itu, Tjen terus menunjukkan perkembangan pesat dengan mencapai putaran kedua Australia Terbuka dan Wimbledon.
Salah satu pencapaian terbaiknya musim ini adalah mengalahkan finalis US Open 2021, Leylah Fernandez, di kedua turnamen tersebut.
Tararudee juga menikmati musim yang positif setelah lolos ke undian utama Australia Terbuka sebelum menjalani debut di Wimbledon, di mana ia meraih kemenangan pertamanya di ajang Grand Slam dengan mengalahkan Lilli Tagger.
Keempat petenis tersebut akan menghadapi persaingan berat dari deretan pemain terbaik dunia yang dipimpin petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka.
Turut memburu gelar juara adalah juara Prancis Terbuka Mirra Andreeva, juara Australia Terbuka Elena Rybakina, juara Wimbledon Linda Noskova, serta Coco Gauff, Iga Swiatek, Jessica Pegula, dan Naomi Osaka.
Di sektor putra, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner memimpin daftar unggulan bersama juara bertahan Carlos Alcaraz, Novak Djokovic, Alexander Zverev, dan Taylor Fritz dalam perebutan gelar Grand Slam terakhir musim ini.
Undian utama US Open akan dimulai pada 30 Agustus dan akan disiarkan langsung melalui SPOTV NOW.