Stadion Anfield selalu dikenal sebagai tempat di mana sejarah dan emosi berkelindan. Namun, Sabtu (27/12/2025), saat Liverpool menjamu Wolverhampton Wanderers, atmosfer yang hadir akan terasa jauh lebih berat dari sekadar perebutan tiga poin di Premier League.
Laga ini menandai pertemuan perdana antara dua klub Premier League yang pernah dibela Diogo Jota sejak sang penyerang Portugal itu berpulang secara tragis akibat kecelakaan mobil sebelum musim ini bergulir.
Momen paling menyentuh dijadwalkan terjadi tepat sebelum kick-off pada pukul 22.00 WIB. Dua putra Jota, Dinis dan Duarte, akan berjalan keluar dari lorong pemain sebagai maskot pertandingan.
Mereka akan mendampingi para pemain ke tengah lapangan—sebuah penghormatan visual yang memilukan sekaligus indah bagi sosok ayah yang pergi terlalu cepat.
We visited Anfield this evening to remember Diogo 💛 pic.twitter.com/hr4Z8UXMkp
— Wolves (@Wolves) December 26, 2025
“Ia Harus Diingat Selamanya”
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengungkapkan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan Jota di ruang ganti The Reds. Dalam wawancara bersama The Times, bek asal Belanda tersebut menceritakan bagaimana skuad Liverpool berjuang mengatasi duka kolektif ini.
“Kami mengadakan pertemuan tim dan menegaskan: jika ada yang ingin bicara soal emosi mereka, kami selalu ada di sini. Ada momen-momen berat karena ingatan tentang Diogo akan datang tanpa permisi, siap atau tidak siap. Ini soal bagaimana Anda bereaksi, dan sejauh ini para pemain menunjukkan sikap yang luar biasa,” ujar Van Dijk.
Bagi Van Dijk, menjaga warisan Jota adalah misi pribadi. Ia memastikan bahwa eksistensi Jota tidak akan dihapus dari dinding Anfield maupun di pusat latihan.
“Loker Diogo masih ada di tempat latihan dan di stadion. Monumen peringatan di stadion juga sedang dipersiapkan. Tapi saya rasa kita bisa melakukan lebih banyak lagi untuk mengenangnya. Saya dan para pemain senior merasa bertanggung jawab untuk memastikan Diogo diingat selamanya, bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan.”
The action from our last encounter against Wolves at Anfield back in February ⏪ #LIVWOL pic.twitter.com/Or2T3DoXP4
— Liverpool FC (@LFC) December 26, 2025
Nyanyian di Menit ke-20
Satu fenomena yang kini menjadi tradisi baru di Anfield adalah bergemuruhnya stadion tepat saat laga memasuki menit ke-20, sesuai dengan nomor punggung terakhir Jota.
Meski terkadang momen emosional seperti itu bisa memecah konsentrasi, Van Dijk menegaskan bahwa dukungan suporter justru menjadi bahan bakar bagi tim.
“Fans menyanyikan lagu Diogo di menit ke-20. Kami sudah mendiskusikannya dan kami berada di tahap di mana hal itu tidak mengganggu fokus bertanding. Itu adalah tanda hormat yang luar biasa dari suporter kami,” tutup sang kapten.
🎶 Oh he wears the number 20,
He will take us to victory,
And when he’s running down the left wing,
He’ll cut inside and score for LFC
He’s a Lad from Portugal,
Better than Figo don’t you know,
Ooooh his name is Diogo 🎶
— The Anfield Buzz (@TheAnfieldBuzz) July 5, 2025



