MotoGP mengumumkan bahwa Grand Prix Qatar bulan depan tidak akan digelar sesuai jadwal, dengan balapan tersebut dipindahkan ke bulan November menyusul konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.
Acara di Lusail International Circuit itu awalnya dijadwalkan menjadi putaran keempat musim 2026 pada tanggal 10–12 April.
Namun, penyelenggara mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa akhir pekan balapan tersebut kini akan berlangsung pada tanggal 6–8 November.
Keputusan tersebut diambil setelah meningkatnya ketidakstabilan di kawasan tersebut menyusul serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang juga mengganggu perjalanan serta memaksa sejumlah acara olahraga dibatalkan atau ditunda.
Dalam sebuah pernyataan, MotoGP mengatakan perubahan tersebut dibuat setelah meninjau berbagai skenario dan mempertimbangkan dampaknya terhadap kalender kejuaraan.
“Keputusan ini diambil dengan sangat hati-hati dan melalui kerja sama erat dengan para mitra kami di Qatar serta seluruh paddock,” kata CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta.
“Prioritas kami selalu keselamatan dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam MotoGP, sekaligus memastikan setiap Grand Prix dapat diselenggarakan pada standar tertinggi.
“Kami juga memahami pentingnya memberikan kejelasan kepada para penggemar sedini mungkin, dan para pemegang tiket akan diberikan opsi untuk memindahkan tiket mereka ke acara yang baru.”
View this post on Instagram
Perubahan jadwal tersebut juga berdampak pada bagian akhir musim, dengan Grand Prix Portugal kini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20–22 November, sementara balapan penutup musim di Valencia ditunda menjadi 27–29 November.
MotoGP bukan satu-satunya seri balap yang harus mengubah rencana, karena Formula One juga mengumumkan pada hari Sabtu bahwa balapan di Bahrain dan Arab Saudi tidak akan digelar pada bulan April.



