{"id":1137,"date":"2025-11-17T04:01:01","date_gmt":"2025-11-17T04:01:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/?p=1137"},"modified":"2025-11-19T09:02:51","modified_gmt":"2025-11-19T09:02:51","slug":"italia-kembali-harus-ke-play-off-piala-dunia-bayangan-kegagalan-ketiga-beruntun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/italia-kembali-harus-ke-play-off-piala-dunia-bayangan-kegagalan-ketiga-beruntun\/","title":{"rendered":"Italia Kembali Harus ke Play-off Piala Dunia: Bayangan Kegagalan Ketiga Beruntun"},"content":{"rendered":"<p>Italia kini harus menerima kenyataan pahit: mereka gagal mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia FIFA 2026 dan terpaksa menempuh jalur play-off yang selama ini menjadi momok bagi mereka.<\/p>\n<p>Harapan Azzurri pupus pada Minggu (16\/11\/2025) setelah takluk 1-4 di kandang sendiri dari Norwegia di San Siro, sekaligus memastikan Norwegia lolos sebagai juara Grup I.<\/p>\n<p><strong>Awal Menjanjikan yang Berakhir Tragis<\/strong><\/p>\n<p>Italia memulai laga penentuan dengan niat yang tepat, memberi secercah harapan bagi para tifosi. Pio Esposito, talenta muda Inter Milan, membuka skor lewat sepakan kaki kanan yang terukur.<\/p>\n<p>Gol tersebut menjadi gol ketiganya untuk tim senior Italia, mengukuhkan namanya dalam sejarah. Di usia 20 tahun 141 hari, Esposito menjadi pencetak gol ketiga termuda yang mencapai tiga gol untuk Italia, hanya kalah dari legenda Giuseppe Meazza (19 tahun 191 hari), Mario Corso (20 tahun 71 hari), dan Gianni Rivera (20 tahun 84 hari).<\/p>\n<p>Namun keunggulan itu sirna di babak kedua ketika Norwegia bangkit dan mencetak empat gol tanpa balas, mengunci kemenangan dan menjerumuskan Italia ke jalur play-off.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"en\">4 &#8211; Francesco Pio <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/Esposito?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#Esposito<\/a> (20 years, 141 days) became the fourth-youngest player to score his third goal for <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/Italy?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#Italy<\/a>, after Giuseppe Meazza (19 years, 191 days), Mario Corso (20 years, 71 days), and Gianni Rivera (20 years, 84 days). Growth.<a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/ItaliaNorvegia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#ItaliaNorvegia<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/GZACjbo9DI\">pic.twitter.com\/GZACjbo9DI<\/a><\/p>\n<p>\u2014 OptaPaolo (@OptaPaolo) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/OptaPaolo\/status\/1990152387143860452?ref_src=twsrc%5Etfw\">November 16, 2025<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><strong>Gattuso Minta Maaf<\/strong><\/p>\n<p>Pelatih Italia Gennaro Gattuso tak menyembunyikan kekecewaannya usai laga, menyoroti runtuhnya permainan setelah jeda:<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin meminta maaf kepada para fans, karena 1-4 adalah hasil yang berat,\u201d ujar Gattuso seperti dikutip UEFA. \u201cSayang sekali setelah babak pertama yang sangat baik ketika kami bermain seperti tim sejati. Kekecewaan terbesar adalah babak kedua, tapi kami menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada Norwegia.\u201d<\/p>\n<p>Gattuso menilai keruntuhan taktik dan mental menjadi faktor utama:<\/p>\n<p>\u201cDi babak pertama kami lebih kompak, tapi di babak kedua kami memberi mereka banyak ruang. Itu kunci pertandingan. Kami harus memperbaiki diri; laga berubah ketika mereka mendapat tembakan pertama di awal babak kedua dan kami mulai bermain dengan rasa takut.\u201d<\/p>\n<p><strong>Bahaya Play-Off<\/strong><\/p>\n<p>Italia kini harus bersiap menghadapi turnamen play-off yang menegangkan. Partai semifinal dan final dijadwalkan Maret 2026.<\/p>\n<p>Hanya, jalur play-off telah menjadi \u2018kryptonite\u2019 bagi Italia. Di tahap inilah Azzurri tersandung pada kualifikasi 2018 dan 2022, membuat mereka absen di dua edisi Piala Dunia berturut-turut.<\/p>\n<p>2018: Gagal mengalahkan Swedia di play-off.<\/p>\n<p>2022: Tersingkir secara mengejutkan oleh Makedonia Utara, gagal ke Qatar.<\/p>\n<p>Kini, tim asuhan Gattuso menghadapi tekanan besar untuk memutus siklus menyakitkan ini dan memastikan juara Euro 2020 ini tidak absen untuk ketiga kalinya secara beruntun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa yang berlangsung pada Minggu malam hingga Senin (17\/11\/2025) dini hari WIB:<\/strong><\/p>\n<p>Hungaria vs Irlandia 2-3 (Daniel Lukacs 3\u2019, Barnabas Varga 37\u2019; Troy Parrot 15\u2019-Pen, 80\u2019, 90+5\u2019)<\/p>\n<p>Portugal vs Armenia 9-1 (Renato Veiga 7\u2019, Goncalo Ramos 28\u2019, Joao Neves 30\u2019, 41\u2019, 81\u2019, Bruno Fernandes 45+3\u2019-pen, 51\u2019, 72\u2019-pen, Francisco Conceicao 90+2\u2019; Eduard Spertsyan 18\u2019)<\/p>\n<p>Albania vs Inggris 0-2 (Harry Kane 74\u2019, 82\u2019)<\/p>\n<p>Azerbaijan vs Prancis 1-3 (Renat Dadasov 4\u2019; Jean-Philippe Mateta 17\u2019, Maghnes Akliouche 30\u2019, Shakhruddin Magomedaliyev 45\u2019-gbd)<\/p>\n<p>Serbia vs Latvia 2-1 (Aleksandar Katai 49, Aleksandar Stankovic 60\u2019; Vladislavs Gutkovskis 12\u2019)<\/p>\n<p>Ukraina vs Islandia 2-0 (Oleksandr Zubkov 83\u2019, Oleksii Gutsuliak 90+3\u2019)<\/p>\n<p>Israel vs Moldova 4-1 (Dor Turgeman 21\u2019-pen, Roy Revivo 65\u2019, Eliel Peretz 85\u2019, Vladislav Baboglo 88\u2019-GBD; Ion Nicolaescu 37\u2019)<\/p>\n<p>Italia vs Norwegia 1-4 (Francesco Pio Esposito 11\u2019; Antonio Nusa 63\u2019, Erling Haaland 78\u2019, 79\u2019, Jorgen Larsen 90+3\u2019)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Italia kini harus menerima kenyataan pahit: mereka gagal mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia FIFA 2026 dan terpaksa menempuh jalur play-off yang selama ini menjadi momok bagi mereka. Harapan Azzurri pupus pada Minggu (16\/11\/2025) setelah takluk 1-4 di kandang sendiri dari Norwegia di San Siro, sekaligus memastikan Norwegia lolos sebagai juara Grup I. Awal Menjanjikan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/italia-kembali-harus-ke-play-off-piala-dunia-bayangan-kegagalan-ketiga-beruntun\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Italia Kembali Harus ke Play-off Piala Dunia: Bayangan Kegagalan Ketiga Beruntun<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[246,185],"class_list":["post-1137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-teratas-id","tag-football-id","tag-sepak-bola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1138,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137\/revisions\/1138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}