{"id":1218,"date":"2025-11-18T03:53:43","date_gmt":"2025-11-18T03:53:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/?p=1218"},"modified":"2025-11-18T09:00:57","modified_gmt":"2025-11-18T09:00:57","slug":"fifa-tolak-banding-fam-terkait-pelanggaran-status-pemain-naturalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/fifa-tolak-banding-fam-terkait-pelanggaran-status-pemain-naturalisasi\/","title":{"rendered":"FIFA Tolak Banding FAM Terkait Pelanggaran Status Pemain Naturalisasi"},"content":{"rendered":"<p>FIFA merilis laporan lengkap pada awal pekan ini yang menegaskan penolakan terhadap banding Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) terkait pelanggaran kelayakan pemain.<\/p>\n<p>Pada 3 November, badan sepak bola dunia tersebut menguatkan temuan sebelumnya bahwa FAM telah menurunkan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat dengan menggunakan dokumen palsu dalam pertandingan resmi.<\/p>\n<p>Para pemain yang terlibat adalah <strong>Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel<\/strong>.<\/p>\n<p>Menurut FIFA, para pemain tersebut menyerahkan akta kelahiran kakek-nenek yang dipalsukan demi mendapatkan kewarganegaraan Malaysia dan membela tim nasional.<\/p>\n<p>Komite Banding FIFA menyatakan bahwa bukti yang ada \u201csecara jelas menunjukkan\u201d manipulasi dokumen yang disengaja.<\/p>\n<p>Akibatnya, sanksi awal terhadap FAM tetap berlaku, termasuk denda sebesar <strong>CHF 350.000<\/strong>. Ketujuh pemain juga tetap menjalani hukuman <strong>skorsing 12 bulan<\/strong> dan denda <strong>CHF 2.000<\/strong>.<\/p>\n<p>FIFA menegaskan bahwa pelanggaran ini memberikan Malaysia \u201ckeuntungan olahraga yang tidak semestinya\u201d dalam kompetisi seperti kualifikasi Piala Asia AFC.<\/p>\n<p>Komite juga menambahkan bahwa klaim prosedural yang diajukan FAM tidak mengubah substansi pelanggaran.<\/p>\n<p>Laporan tersebut mengungkapkan bahwa, karena sifat pelanggaran ini, otoritas hukum terkait di <strong>Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia<\/strong> telah diberitahu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Sementara itu, FAM mengonfirmasi akan membawa kasus ini ke <strong>Court of Arbitration for Sport (CAS)<\/strong> untuk banding terakhir.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">KENYATAAN RASMI PERSATUAN BOLASEPAK MALAYSIA (FAM)<\/p>\n<p>Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) telah menerima keputusan rayuan daripada Persekutuan Bolasepak Antarabangsa (FIFA), di mana rayuan kami telah ditolak.<\/p>\n<p>\u25b6\ufe0f Baca penuh di <a href=\"https:\/\/t.co\/qyAyDsdH9k\">https:\/\/t.co\/qyAyDsdH9k<\/a><a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/FAM?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#FAM<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/HarimauMalaya?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#HarimauMalaya<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/EDhVU0pF5Q\">pic.twitter.com\/EDhVU0pF5Q<\/a><\/p>\n<p>\u2014 FA Malaysia (@FAM_Malaysia) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/FAM_Malaysia\/status\/1985352128345600253?ref_src=twsrc%5Etfw\">November 3, 2025<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FIFA merilis laporan lengkap pada awal pekan ini yang menegaskan penolakan terhadap banding Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) terkait pelanggaran kelayakan pemain. Pada 3 November, badan sepak bola dunia tersebut menguatkan temuan sebelumnya bahwa FAM telah menurunkan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat dengan menggunakan dokumen palsu dalam pertandingan resmi. Para pemain yang terlibat adalah Gabriel &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/fifa-tolak-banding-fam-terkait-pelanggaran-status-pemain-naturalisasi\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">FIFA Tolak Banding FAM Terkait Pelanggaran Status Pemain Naturalisasi<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[246,185,162],"class_list":["post-1218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-teratas-id","tag-football-id","tag-sepak-bola","tag-sepakbola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1218"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1223,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1218\/revisions\/1223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}