{"id":1583,"date":"2025-11-24T02:39:58","date_gmt":"2025-11-24T02:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/?p=1583"},"modified":"2025-11-24T02:57:02","modified_gmt":"2025-11-24T02:57:02","slug":"start-terbaik-arsenal-kalahkan-rekor-the-invincibles","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/start-terbaik-arsenal-kalahkan-rekor-the-invincibles\/","title":{"rendered":"Start Terbaik Arsenal di Sejarah Premier League, Kalahkan Rekor The Invincibles"},"content":{"rendered":"<p id=\"musimpremierleague202526menghadirkankenyataanluarbiasabagiparapenggemararsenalkeunggulanenampoinyangtegasdipuncakklasemensetelahhanya12pertandingan\">Musim Premier League 2025\/26 memberikan euforia bagi para penggemar Arsenal. Keunggulan enam poin di puncak klasemen setelah hanya 12 pertandingan tentu jadi penyebabnya.<\/p>\n<p>Kemenangan telak 4-1 atas Tottenham Hotspur, ditambah dengan terpelesetnya rival seperti Manchester City dan Liverpool, menciptakan jarak yang bukan hanya signifikan, tetapi juga unik secara historis.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan Premier League sejak dimulai pada 1992, Arsenal <strong>belum pernah<\/strong> memegang keunggulan jarak sebesar ini setelah 12 laga. Statistik ini menjadikan musim ini sebagai start terbaik dalam sejarah modern klub.<\/p>\n<hr \/>\n<h3 id=\"tolokukursejarahselisihtipis\"><strong>Tolok Ukur Sejarah<\/strong><\/h3>\n<p>Untuk memahami arti penting dari keunggulan enam poin ini, kita perlu melihat start terbaik Arsenal di musim-musim sebelumnya, yang biasanya ditandai oleh margin tipis:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Invincibles (2003\/04):<\/strong> Bahkan tim legendaris yang tak terkalahkan tidak mencapai dominasi awal seperti ini. Setelah 12 laga, Arsenal mengoleksi 30 poin, tetapi hanya unggul <strong>1 poin<\/strong> dari Chelsea yang sangat kompetitif. The Gunners juara tanpa sekalipun menderita kekalahan!<\/li>\n<li><strong>Perolehan Poin Tertinggi (2022\/23):<\/strong> Arsenal mencatat 31 poin setelah 12 laga. Namun tekanan tanpa henti dari Manchester City membuat keunggulan mereka hanya <strong>2 poin<\/strong>. Pada akhirnya, City yang juara dengan keunggulan 5 poin (89-84).<\/li>\n<li><strong>Nyaris Saja (2013\/14):<\/strong> Arsenal sempat unggul 4 poin setelah 12 laga dengan 28 poin, di atas Liverpool dan Chelsea. Badai cedera meruntuhkan harapan, dan mereka finis di luar dua besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/arsenal-vs-tottenham-skor-4-1-the-gunners-semakin-tak-terkejar\/\">Akhir Pekan Sempurna Arsenal<\/a><\/p>\n<hr \/>\n<h3 id=\"dominasitaktertandingidi202526\"><strong>Dominasi Tak Tertandingi di 2025\/26<\/strong><\/h3>\n<p>Keunggulan enam poin atas Chelsea di musim ini memecahkan semua tolok ukur sebelumnya. Ini menandakan performa kolektif yang tidak mampu ditandingi oleh para pesaing.<\/p>\n<p>Besarnya start bersejarah ini juga mendapat perhatian legenda klub. Thierry Henry, anggota kunci tim Invincibles, memberikan pesan tegas kepada skuad saat ini agar berani menerima status favorit:<\/p>\n<p>&#8220;Pada titik tertentu, kamu harus menerimanya. Orang-orang bicara soal proses. Ini bukan lagi tentang percaya pada proses. Ini sedang terjadi. Kita harus jujur. Kita menempatkan diri dalam situasi di mana kita percaya punya skuad terbaik.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kamu harus memastikan bisa juara liga. Saya tidak bilang mereka pasti juara, tapi kamu harus bertindak seperti favorit. Terima itu. Ini bukan saya menekan. Jika saya kembali di musim panas, saya akan bilang, &#8216;Sudah waktunya berhenti main-main.&#8217; Kita butuh performa tahun ini yang membuat orang takut pada kita. Ini bukan sombong.&#8221;<\/p>\n<p>Pesan sang legenda menegaskan perubahan ekspektasi yang nyata. Keunggulan enam poin ini bukan keberuntungan; ini adalah mandat juara.<\/p>\n<p>Tugas skuad Arsenal sekarang jelas: ubah keunggulan statistik yang belum pernah terjadi ini menjadi momentum berkelanjutan. Jika mereka mengikuti seruan Henry, keunggulan ini akan dikenang bukan hanya sebagai start hebat, tetapi sebagai fondasi musim juara.<\/p>\n<hr \/>\n<h3 id=\"tabelselisihpoinantaraposisi1dan2setelahpekanke12musimterpilih\"><strong>Tabel: Selisih Poin Antara Posisi 1 dan 2 Setelah Pekan ke-12 (Musim Terpilih)<\/strong><\/h3>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Musim<\/th>\n<th>Pemimpin (Poin)<\/th>\n<th>Posisi 2<\/th>\n<th>Selisih<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>2025\/26<\/td>\n<td>Arsenal (29)<\/td>\n<td>Chelsea (23)<\/td>\n<td>6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2024\/25<\/td>\n<td>Liverpool (31)<\/td>\n<td>Man City (23)<\/td>\n<td>8<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2022\/23<\/td>\n<td>Arsenal (31)<\/td>\n<td>Man City (29)<\/td>\n<td>2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2015\/16<\/td>\n<td>Man City (26)<\/td>\n<td>Arsenal (26)<\/td>\n<td>0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2013\/14<\/td>\n<td>Arsenal (28)<\/td>\n<td>Liverpool (24)<\/td>\n<td>4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2003\/04<\/td>\n<td>Arsenal (30)<\/td>\n<td>Chelsea (29)<\/td>\n<td>1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2001\/02<\/td>\n<td>Liverpool (23)<\/td>\n<td>Leeds Utd (23)<\/td>\n<td>0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>1997\/98<\/td>\n<td>Man Utd (25)<\/td>\n<td>Arsenal (24)<\/td>\n<td>1<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Arsenal juara pada 1997\/98, 2001\/02, 2003\/04.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim Premier League 2025\/26 memberikan euforia bagi para penggemar Arsenal. Keunggulan enam poin di puncak klasemen setelah hanya 12 pertandingan tentu jadi penyebabnya. Kemenangan telak 4-1 atas Tottenham Hotspur, ditambah dengan terpelesetnya rival seperti Manchester City dan Liverpool, menciptakan jarak yang bukan hanya signifikan, tetapi juga unik secara historis. Berdasarkan catatan Premier League sejak dimulai &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/start-terbaik-arsenal-kalahkan-rekor-the-invincibles\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Start Terbaik Arsenal di Sejarah Premier League, Kalahkan Rekor The Invincibles<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,52,129],"tags":[246,185,162],"class_list":["post-1583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-teratas-id","category-populer","category-sepakbola","tag-football-id","tag-sepak-bola","tag-sepakbola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1583"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1590,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions\/1590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}