{"id":6718,"date":"2026-10-13T02:07:17","date_gmt":"2026-10-13T02:07:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/?p=6718"},"modified":"2026-10-20T02:43:09","modified_gmt":"2026-10-20T02:43:09","slug":"ducati-vs-aprilia-siapa-lebih-berpeluang-juara-motogp-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/ducati-vs-aprilia-siapa-lebih-berpeluang-juara-motogp-2026\/","title":{"rendered":"Ducati vs Aprilia: Siapa lebih berpeluang juara MotoGP 2026?"},"content":{"rendered":"<p>Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin sengit setelah Jorge Martin dan Marc Marquez hanya terpaut dua poin jelang lima seri terakhir musim ini.<\/p>\n<p>Martin kembali merebut puncak klasemen setelah finis ketiga di Grand Prix Indonesia pada hari Minggu, sekaligus mengumpulkan 355 poin dibandingkan 353 milik Marc yang menempati posisi keenam.<\/p>\n<p>Rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, juga masih berada dalam persaingan dengan 309 poin, tertinggal 46 poin dari pemuncak klasemen.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OlNMEUpAznw?si=_hSzXSE5OnIY21dw\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia akan menjadi arena penentuan gelar juara, dengan hasil musim lalu menunjukkan bahwa Ducati dan Aprilia memiliki keunggulan masing-masing di sirkuit tertentu. Dari lima Grand Prix tersebut pada tahun 2025, Aprilia memenangi tiga balapan utama, sementara Ducati menguasai dua lainnya.<\/p>\n<p>Namun, hasil tersebut belum tentu mencerminkan kekuatan sebenarnya dari dua penantang utama musim ini. Marc melewatkan empat seri terakhir 2025 akibat cedera bahu, sementara Martin absen di Australia, Malaysia, dan Portugal sebelum kembali tampil di Valencia.<\/p>\n<p>Karena itu, performa kedua pabrikan musim lalu lebih tepat dijadikan tolok ukur kemampuan motor daripada prediksi hasil yang akan diraih Martin dan Marc.<\/p>\n<p>Berikut perbandingan performa Ducati dan Aprilia di lima sirkuit yang akan menentukan gelar juara MotoGP 2026.<\/p>\n<h2>Australia: Aprilia punya alasan untuk percaya diri<\/h2>\n<p>Phillip Island menjadi salah satu balapan terbaik Aprilia pada tahun 2025 ketika Raul Fernandez meraih kemenangan MotoGP pertamanya dengan mengalahkan Fabio Di Giannantonio dari Ducati.<\/p>\n<p>Bezzecchi juga memenangi Sprint sebelum finis ketiga dalam balapan utama meskipun harus menjalani dua penalti long lap. Hasil tersebut membuat dua pembalap Aprilia naik podium pada hari Minggu, sekaligus memberikan kepercayaan diri kepada pabrikan Italia itu jelang kunjungan kali ini.<\/p>\n<p>Namun, Marc juga memiliki rekor bagus di Phillip Island setelah memenangi Grand Prix Australia 2024 bersama Gresini Ducati. Ia tidak berkesempatan mempertahankan kemenangan tersebut tahun lalu karena cedera.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Q4qTdI-M3xY?si=IxoPOQqdbnPhXz1l\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Malaysia: Ducati lebih menonjol di Sepang<\/h2>\n<p>Jika Aprilia memiliki rekor bagus di Australia, situasinya jauh berbeda di Sepang.<\/p>\n<p>Grand Prix Malaysia 2025 menyaksikan Alex Marquez membawa Ducati meraih kemenangan, diikuti Pedro Acosta dari KTM dan Joan Mir dari Honda. Franco Morbidelli juga finis keempat, sementara Francesco Bagnaia berada di posisi ketiga sebelum masalah motor memaksanya berhenti jelang akhir balapan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, Aprilia kesulitan meraih hasil bagus. Ai Ogura menjadi pembalap terbaik pabrikan tersebut di posisi ke-10, diikuti Bezzecchi di urutan ke-11, sementara Fernandez terjatuh pada lap ke-12. Itu merupakan hasil balapan utama paling mengecewakan bagi Aprilia di antara lima sirkuit yang masih tersisa musim ini.<\/p>\n<p>Rekor tersebut menjadikan Sepang salah satu peluang terbaik Ducati untuk mengumpulkan poin penting dalam perebutan gelar juara.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rUnQFEOcw9w?si=DJcwO3y1MIgZH0_G\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Qatar: Rekor Marc beri keunggulan kepada Ducati<\/h2>\n<p>Lusail memiliki arti tersendiri bagi Marc karena Qatar merupakan satu-satunya dari lima sirkuit terakhir musim ini tempat ia tampil pada tahun 2025. Marc bukan sekadar ikut balapan, tetapi juga memenangi Sprint dan Grand Prix Qatar.<\/p>\n<p>Ducati juga mendominasi balapan utama dengan empat pembalapnya berada di posisi lima besar. Pabrikan tersebut akhirnya menyapu bersih podium setelah Maverick Vinales mendapat penalti tekanan ban yang membuatnya turun dari posisi kedua.<\/p>\n<p>Sementara itu, Martin mengalami pengalaman pahit dalam penampilan balapan pertamanya bersama Aprilia. Ia terjatuh dan mengalami patah tulang rusuk serta cedera paru-paru.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil tersebut, Ducati memiliki rekor yang lebih meyakinkan di Lusail. Namun, kondisi balapan mungkin berbeda tahun ini karena Grand Prix Qatar 2025 berlangsung pada April, sedangkan edisi 2026 digelar pada November.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tV6oz1XFll8?si=kNsVew9gdu5pLi_P\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Portugal: Bezzecchi dominasi balapan utama<\/h2>\n<p>Aprilia menunjukkan kecepatannya di Portimao tahun lalu ketika Bezzecchi meraih pole position, mengungguli Acosta dan Fabio Quartararo dari Yamaha. Dua pembalap Ducati, Bagnaia dan Alex, masing-masing memulai balapan dari posisi keempat dan kelima.<\/p>\n<p>Namun, hasil Sprint membuat Ducati lebih dahulu meraih kemenangan melalui Alex yang mengalahkan Acosta dan Bezzecchi.<\/p>\n<p>Aprilia kemudian membalasnya dalam balapan utama pada hari Minggu. Bezzecchi memimpin sejak awal hingga finis untuk menang dengan keunggulan lebih dari 2,5 detik atas Alex di posisi kedua.<\/p>\n<p>Meski Aprilia menguasai balapan tersebut, Ducati masih menempatkan dua pembalap di posisi empat besar. Hasil di Portugal membuktikan kedua pabrikan mampu bersaing memperebutkan kemenangan, bahkan keunggulan bisa berubah antara Sprint dan balapan utama pada akhir pekan yang sama.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4cI3zN7GKkc?si=2xEcxdtHyjNHZNbF\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Valencia: Aprilia kuasai dua posisi teratas<\/h2>\n<p>Aprilia menutup musim 2025 dengan hasil gemilang di Valencia ketika Bezzecchi keluar sebagai pemenang di depan Fernandez. Di Giannantonio melengkapi podium untuk Ducati.<\/p>\n<p>Kemenangan tersebut menjadi keberhasilan kedua berturut-turut Aprilia dalam balapan utama, sekaligus kali kedua dua pembalapnya naik podium dalam lima Grand Prix yang kini menjadi penentu gelar juara 2026.<\/p>\n<p>Martin kembali tampil di Valencia setelah pulih dari cedera, tetapi gagal menyelesaikan balapan. Artinya, Martin tidak memiliki satu pun hasil finis dalam balapan utama bersama Aprilia di kelima sirkuit tersebut sepanjang 2025.<\/p>\n<p>Ketiadaan rekor tersebut menyulitkan perbandingan langsung antara Martin dan para pesaingnya berdasarkan hasil musim lalu.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/XJb9QbErx3k?si=gSZqmCeV72-7MHv8\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Siapa lebih unggul?<\/h2>\n<p>Berdasarkan hasil balapan utama 2025, Aprilia memiliki rekor lebih baik di Australia, Portugal, dan Valencia, sementara Ducati lebih menonjol di Malaysia dan Qatar. Sepang menjadi sirkuit yang paling menyulitkan Aprilia, sedangkan Lusail menjadi andalan utama Marc berdasarkan keberhasilannya memenangi dua balapan tahun lalu.<\/p>\n<p>Namun, tiga kemenangan Aprilia belum tentu menjamin keunggulan besar bagi Martin. Meski motor Aprilia telah membuktikan kemampuannya di beberapa sirkuit tersebut, Martin masih harus meraih hasil yang sebanding dengan pencapaian rekan-rekan setimnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ducati berhasil menempatkan setidaknya satu pembalap di podium dalam seluruh lima Grand Prix musim lalu, termasuk di sirkuit yang dimenangi Aprilia.<\/p>\n<p>Sprint juga tidak bisa dianggap remeh dalam perebutan gelar juara. Hasil di Portugal tahun lalu menunjukkan bahwa kemenangan Sprint belum tentu menjamin keberhasilan dalam balapan utama. Dengan lima Sprint tersisa, masih ada 60 poin yang bisa diperebutkan hanya dari balapan Sabtu.<\/p>\n<p>Ketika Martin dan Marc hanya dipisahkan dua poin, perebutan gelar juara mungkin tidak sekadar bergantung pada sirkuit yang lebih cocok untuk Ducati atau Aprilia.<\/p>\n<p>Sebaliknya, kemampuan kedua pembalap memaksimalkan hasil Sprint dan Grand Prix pada setiap akhir pekan berpotensi menjadi faktor penentu siapa yang akan menjadi juara dunia MotoGP 2026.<\/p>\n<p>Saksikan lima seri terakhir MotoGP secara langsung melalui SPOTV NOW.<\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" style=\"background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DeX1ceaT4U2\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\">\n<div style=\"padding: 16px;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;\"><\/div>\n<div style=\"padding-top: 8px;\">\n<div style=\"color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;\">View this post on Instagram<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\">\n<div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: 8px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: auto;\">\n<div style=\"width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;\"><a style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DeX1ceaT4U2\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by SPOTV SEA (@spotvsea)<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin sengit setelah Jorge Martin dan Marc Marquez hanya terpaut dua poin jelang lima seri terakhir musim ini. Martin kembali merebut puncak klasemen setelah finis ketiga di Grand Prix Indonesia pada hari Minggu, sekaligus mengumpulkan 355 poin dibandingkan 353 milik Marc yang menempati posisi keenam. Rekan setim Martin di &hellip; <a href=\"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/id\/ducati-vs-aprilia-siapa-lebih-berpeluang-juara-motogp-2026\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Ducati vs Aprilia: Siapa lebih berpeluang juara MotoGP 2026?<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,52],"tags":[113,250],"class_list":["post-6718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-teratas-id","category-populer","tag-motogp-id","tag-motorsports-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6718"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6719,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6718\/revisions\/6719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.spotvnow.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}