Babak final Piala Thomas & Uber 2026 berakhir pada hari Minggu di Horsens, Denmark, dengan China dan Korea Selatan masing-masing keluar sebagai juara untuk kategori putra dan putri.
Salah satu topik utama dalam edisi kali ini adalah penggunaan susunan pertandingan (Order of Play/OOP) yang tidak konvensional oleh tim putra Prancis, yang menurut sebagian pihak memberi mereka keunggulan kompetitif dalam perjalanan menuju final, termasuk kemenangan atas Indonesia, Jepang dan India.
Dream run for France! 🇫🇷
Follow live action: https://t.co/TjoFnU4PnB
#ThomasUberCupFinals #Horsens2026 pic.twitter.com/Q4GZE8BasA— BWF (@bwfmedia) May 2, 2026
Di bawah peraturan Badminton World Federation (BWF), tim diperbolehkan menentukan susunan pemain yang akan menentukan OOP. Terdapat delapan variasi OOP yang diperbolehkan, dengan format 10.1.1 (tunggal pertama, ganda pertama, tunggal kedua, ganda kedua, tunggal ketiga) menjadi susunan yang paling umum digunakan.
Namun, berdasarkan komposisi skuad mereka, Prancis lebih sering menggunakan susunan 10.1.6 (tunggal pertama, tunggal kedua, tunggal ketiga, ganda kedua, ganda pertama).
Dengan tiga pemain tunggal kelas elit — Christo Popov (peringkat dunia No. 5), Alex Lanier (No. 9), dan Toma Junior Popov (No. 16) — Prancis memaksimalkan kekuatan mereka dengan menurunkan pasangan bersaudara Popov sebagai ganda utama, sehingga memungkinkan ketiga pertandingan tunggal dimainkan lebih dulu.
Yang penting, pendekatan ini sepenuhnya sesuai dengan peraturan BWF, dan Prancis beroperasi dalam fleksibilitas yang diperbolehkan berdasarkan sumber pemain yang dimiliki.
Another milestone moment for France! 🇫🇷
Second European team to reach the #ThomasCup final. 👏🔥#ThomasUberCupFinals #Horsens2026 pic.twitter.com/qFSj8majiD
— BWF (@bwfmedia) May 2, 2026
Meskipun penggunaan susunan 10.1.6 menarik perhatian karena berbeda dari struktur konvensional, keputusan mereka tetap sah. Mereka tetap harus memenangkan tiga pertandingan dalam setiap pertemuan — dan berhasil melakukannya melawan lawan-lawan berkualitas tinggi. Selain itu, strategi ini tidak menjamin keberhasilan, karena mereka juga kalah dari Thailand di fase grup dan dari China di final.
Selain itu, Prancis bukan satu-satunya tim yang menggunakan susunan alternatif. Dari 62 pertandingan dalam Piala Thomas & Uber tahun ini, sebanyak 27 di antaranya menggunakan variasi selain format standar 10.1.1, yang mencerminkan beragamnya komposisi skuad dan pendekatan taktis masing-masing tim.
Berikut rincian lengkapnya, dengan tim yang dicetak tebal menunjukkan pihak yang menentukan OOP:
| Order Of Play | Piala Thomas | Piala Uber |
|---|---|---|
| 10.1.3 (S1 S2 D1 S3 D2) | A: India 5-0 Australia | A: Denmark 3-2 India C: Chinese Taipei 5-0 Australia C: Kanada 4-1 Australia D: Korea Selatan 5-0 Bulgaria D: Bulgaria 3-2 Spanyol QF: Indonesia 3-1 Denmark |
| 10.1.5 (S1 S2 S3 D1 D2) | B: Jepang 5-0 Finland B: Malaysia 4-1 Finland D: Indonesia 5-0 Aljazair D: Thailand 5-0 Aljazair |
A: India 4-1 Ukraina B: Malaysia 3-2 Turki B: Jepang 5-0 Afrika Selatan B: Malaysia 5-0 Afrika Selatan B: Turki 5-0 Afrika Selatan C: Indonesia 5-0 Australia D: Thailand 3-2 Bulgaria |
| 10.1.6 (S1 S2 S3 D2 D1) | B: England 4-1 Finland D: Thailand 4-1 Prancis D: Prancis 5-0 Aljazair D: Prancis 4-1 Indonesia QF: Prancis 3-0 Jepang SF: Prancis 3-0 India Final: China 3-1 Prancis |
A: China 5-0 Ukraina A: Denmark 4-1 Ukraina |



