Jannik Sinner terus menegaskan dominasinya setelah mengalahkan Alexander Zverev untuk menjuarai Madrid Open 2026.
Kemenangan tersebut bukan hanya menambah koleksi gelar ATP Masters 1000 miliknya, tetapi juga memperlihatkan pencapaian luar biasa dalam era modern tenis.
𝐌 🧡 𝐃 𝐑 𝐈 𝐃 🏆@atptour | @janniksin | #MMOPEN pic.twitter.com/tjgqXhBet4
— #MMOPEN (@MutuaMadridOpen) May 3, 2026
Dengan pesaing terdekatnya, Carlos Alcaraz, masih absen karena cedera, petenis nomor satu dunia itu berpeluang menambah lebih banyak rekor, terutama dengan Roland Garros dan Wimbledon yang semakin dekat.
Berikut sejumlah rekor yang telah ia capai sejauh ini:
Lima gelar Masters 1000 beruntun
Gelar di Madrid melengkapi lima gelar ATP Masters 1000 berturut-turut bagi Sinner, dimulai dari Paris Masters 2025 hingga musim 2026. Kemenangan di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Madrid dalam satu musim menunjukkan konsistensi luar biasa.
The first man *EVER* to win five consecutive Masters 1000 titles:
🇫🇷 Paris
🇺🇸 Indian Wells
🇺🇸 Miami
🇲🇨 Monte Carlo
🇪🇸 Madrid@janniksin #MMOpen pic.twitter.com/sX9Y07eei5— Tennis TV (@TennisTV) May 3, 2026
Final Madrid tercepat
Sinner mengalahkan Zverev hanya dalam 57 menit di final Madrid, mencetak rekor baru sebagai final tercepat dalam sejarah turnamen. Rekor sebelumnya juga melibatkan Zverev, yang kalah dari Carlos Alcaraz dalam 62 menit pada tahun 2022.
Sinner’s crowning moment 👑@janniksin produces a magnificent performance as he defeats Zverev 6-1, 6-2 for his first Madrid title! @MutuaMadridOpen | #MMOPEN pic.twitter.com/yusn2NM7M0
— ATP Tour (@atptour) May 3, 2026
Pemain termuda mencapai semua final Masters 1000
Dengan lolos ke final Madrid, Sinner menjadi pemain termuda (24 tahun) yang pernah tampil di kesembilan final ATP Masters 1000, melampaui Novak Djokovic yang mencapainya pada usia 25 tahun.
Pemain kelahiran 2000-an pertama raih 350 kemenangan
Setelah mengalahkan Arthur Fils di Madrid, Sinner menjadi pemain pertama kelahiran 2000-an yang mencapai 350 kemenangan di ATP Tour.
Cool. Calm. Clinical. 🥶@janniksin is through to his 13th Masters 1000 final, after a comprehensive 6-2, 6-4 victory over Fils. @MutuaMadridOpen | #MMOPEN pic.twitter.com/06Yzc1y3k7
— ATP Tour (@atptour) May 1, 2026
Rekor set kemenangan beruntun di Masters 1000
Sebagai bukti konsistensinya, Sinner juga mencatat 37 set berturut-turut tanpa kalah di turnamen Masters 1000. Rekor ini dimulai di Paris Masters 2025 sebelum berakhir di Monte Carlo saat menghadapi Tomas Machac. Ia memecahkan rekor 24 set milik Djokovic saat mengalahkan Corentin Moutet di Miami.
Jannik Sinner’s streak of 37 consecutive sets is over ❌
But, the Italian still went on to beat Tomas Machac and book his spot in the Monte Carlo quarter-finals. pic.twitter.com/2djqElAERh
— BBC Sport (@BBCSport) April 9, 2026
Termuda dan tercepat melengkapi koleksi gelar hard court
Kemenangan di Indian Wells melengkapi koleksi sembilan gelar utama lapangan keras bagi Sinner, termasuk Australian Open, US Open, dan ATP Finals.
Ia menyamai pencapaian Djokovic, Roger Federer, dan Andre Agassi, namun menjadi yang termuda (24 tahun) dan tercepat (33 bulan) melakukannya.
Tiga gelar beruntun tanpa kehilangan set
Dengan menjuarai Indian Wells, Miami, dan Monte Carlo tanpa kehilangan satu set pun, Sinner menjadi pemain pertama yang memenangkan tiga turnamen Masters 1000 berturut-turut dengan dominasi sempurna.
It’s happened AGAIN 🇮🇹 @janniksin & Kimi Antonelli have won on the same day:
Madrid Open & Miami GP ✅
Miami Open & Japanese GP ✅
Indian Wells & Chinese GP ✅ pic.twitter.com/K5Hzo97LPL— ATP Tour (@atptour) May 3, 2026



