Sebelumnya, Quiles juga berhasil menang di Brasil, Jerez, dan Prancis, serta dua kali finis runner-up setelah kalah tipis dari David Almansa di Thailand dan Guido Pini di Amerika Serikat.
Konsistensi luar biasa tersebut membuatnya mengumpulkan 140 poin setelah enam putaran pertama musim ini — rekor baru untuk jumlah poin tertinggi dalam sejarah Moto3 pada tahap tersebut.
Catatan itu melampaui rekor lama 127 poin yang sebelumnya dipegang bersama oleh Brad Binder pada tahun 2016 dan Luis Salom pada tahun 2013.
Quiles, yang sudah disebut-sebut sebagai kandidat juara dunia sebelum musim dimulai, kini semakin kukuh di puncak klasemen keseluruhan dengan 140 poin, unggul jauh atas Adrián Fernández di posisi kedua yang mengoleksi 76 poin.
Álex Márquez dan Johann Zarco dilaporkan berada dalam kondisi stabil setelah terlibat dalam dua kecelakaan terpisah berkecepatan tinggi di Grand Prix Catalunya 2026.
Márquez terjatuh saat balapan hari Minggu setelah bertabrakan dengan Pedro Acosta, sementara Zarco mengalami insiden mengerikan sesaat setelah balapan dimulai kembali ketika dirinya terjebak di bawah motor Francesco Bagnaia.
Menurut BK8 Gresini Racing MotoGP, Márquez mengalami retak kecil pada vertebra C7 di bagian leher serta patah tulang selangka kanan.
LCR Honda juga mengonfirmasi bahwa Zarco mengalami cedera ligamen dan tulang rawan pada lutut serta retak kecil di dekat pergelangan kaki.
Kedua pembalap kemudian membagikan perkembangan terbaru kondisi mereka melalui media sosial.
“Semuanya terkendali. Saya berada dalam perawatan terbaik. Terima kasih atas semua dukungan dan pesan yang saya terima,” tulis Márquez.
“Saya akan terus membagikan perkembangan terbaru, tetapi saya hanya ingin semua orang tahu bahwa kondisi saya baik-baik saja,” kata Zarco melalui video di Instagram.
Balapan tersebut dimenangkan Fabio Di Giannantonio meski mengalami cedera memar dalam insiden Márquez.
Joan Mir, yang awalnya finis di posisi kedua, kemudian dijatuhi penalti tekanan ban bersama empat pembalap lainnya.
Keputusan tersebut membuat Fermín Aldeguer dan Bagnaia masing-masing naik ke posisi kedua dan ketiga.
Rafael Nadal membantah spekulasi yang menyebut dirinya akan mencalonkan diri sebagai Presiden Real Madrid.
Peraih 22 gelar Grand Slam sekaligus pendukung setia klub raksasa Spanyol tersebut memberikan klarifikasi melalui media sosial pada hari Rabu, setelah rumor mengenai pemilihan presiden baru klub semakin ramai diperbincangkan.
“Saya membaca laporan yang mengaitkan saya dengan kemungkinan pencalonan sebagai Presiden Real Madrid. Saya ingin menegaskan bahwa laporan tersebut tidak benar,” tulis Nadal di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Pernyataan Nadal muncul sehari setelah presiden saat ini, Florentino Pérez, mengonfirmasi bahwa pemilihan presiden akan diadakan di klub tersebut.
He leído informaciones que me relacionan con posibles candidaturas a la presidencia del Real Madrid. Me gustaría aclarar que estas informaciones no son ciertas.
Meski membantah rumor tersebut, Nadal sebelumnya tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk suatu hari memimpin Real Madrid. Namun di saat yang sama, ia juga terus menyatakan dukungannya terhadap Pérez.
“Ya, saya ingin menjadi Presiden Real Madrid,” kata Nadal pada tahun 2023.
“Tetapi untuk saat ini tidak ada yang perlu dibicarakan karena kami memiliki presiden terbaik. Dalam hidup, banyak hal bisa berubah dan Anda perlu memikirkan apakah benar-benar mampu memikul tanggung jawab tersebut.”
Sejak pensiun dari tenis profesional pada tahun 2024, Nadal semakin aktif dalam berbagai proyek olahraga dan bisnis, termasuk balapan perahu listrik E1 Series serta olahraga padel.
Dominasi Jannik Sinner di ATP Tour sejak awal tahun 2024 menjadikannya salah satu pemain paling sulit dikalahkan dalam tenis pria modern.
Juara empat Grand Slam itu tampil konsisten di hampir setiap turnamen lewat permainan agresif dari baseline, ketenangan pada poin-poin penting, serta kemampuan menjaga level permainan tinggi secara berkelanjutan.
Dalam periode tersebut, Carlos Alcaraz muncul sebagai satu-satunya pemain yang benar-benar mampu memberi perlawanan konsisten kepada petenis Italia itu. Namun dengan bintang Spanyol tersebut kini menepi akibat cedera, sebagian besar pemain lain kesulitan menandingi Sinner.
Setelah Madrid Open 2026, berikut 10 pemain terakhir selain Alcaraz yang berhasil mengalahkan Sinner di ATP Tour.
Petenis muda Republik Ceko ini meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya saat menghentikan rentetan 22 kemenangan beruntun Sinner lewat kemenangan 7-6(3), 2-6, 6-3 di Doha.
Djokovic menunjukkan pengalaman dan daya tahan luar biasa dengan bangkit dua kali setelah kehilangan set untuk menang 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 di Melbourne.
Tallon Griekspoor (Babak 32 Besar Shanghai Masters 2025)
Kemenangan Griekspoor terjadi setelah Sinner mundur akibat masalah fisik, namun petenis Belanda itu tetap layak mendapat pujian karena mampu mengimbangi intensitas permainan Sinner dan memberi tekanan konsisten sejak awal laga.
Bublik mengakhiri rentetan 66 kemenangan beruntun Sinner atas pemain di luar 20 besar dunia. Sinner memulai laga dengan baik lewat kemenangan set pertama, tetapi Bublik bangkit untuk menang 3-6, 6-3, 6-4 sebelum akhirnya menjuarai Halle untuk kedua kalinya.
Medvedev menunjukkan disiplin taktik dan pertahanan luar biasa dalam duel lima set di Centre Court. Petenis Rusia itu menang 6-7(7), 6-4, 7-6(4), 2-6, 6-3 dan menggagalkan peluang Sinner mencapai semifinal Wimbledon untuk pertama kalinya.
Stefanos Tsitsipas (Semifinal Monte Carlo Masters 2024)
Tsitsipas menemukan kembali performa terbaiknya di lapangan tanah liat saat menuju gelar ketiga di Monte Carlo. Kemenangan 6-4, 3-6, 6-4 atas Sinner menjadi ujian terberat sepanjang turnamen, bahkan set yang direbut Sinner merupakan satu-satunya set yang hilang dari Tsitsipas sepanjang pekan tersebut.
Ben Shelton (Babak 16 Besar Shanghai Masters 2023)
Shelton meraih salah satu kemenangan terbesar dalam musim terobosannya ketika permainan kidal agresifnya menyulitkan Sinner di Shanghai. Setelah kalah di set pertama, petenis Amerika Serikat itu bermain lebih berani untuk menang 2-6, 6-3, 7-6(5).
Musim MotoGP 2026 berlanjut di Eropa pekan ini saat balapan menuju Circuit de Barcelona-Catalunya untuk Grand Prix Catalunya, salah satu putaran paling menantang secara teknis sekaligus seri Spanyol kedua dalam kalender musim ini.
Menjelang aksi berkecepatan tinggi yang dapat disaksikan secara langsung di SPOTV NOW, berikut lima fakta menarik yang perlu diketahui.
Balapan “kandang” bagi sejumlah pembalap
Jika Jerez sering dianggap sebagai “rumah” bagi pembalap Spanyol, Montmeló memiliki makna yang lebih personal bagi beberapa nama asal Catalunya. Kakak-beradik Márquez berasal dari Cervera, Maverick Viñales dari Figueres, sementara Álex Rins lahir di Barcelona. Hal itu menjadikan Grand Prix Catalunya salah satu akhir pekan paling spesial bagi para pembalap lokal.
Marc Márquez akan absen di Grand Prix Catalunya untuk ketiga kalinya sepanjang karier MotoGP setelah kecelakaan di Le Mans. Juara dunia enam kali itu sebelumnya juga tidak tampil pada edisi 2020 dan 2022 saat menjalani pemulihan operasi lengan, dengan Stefan Bradl menggantikannya di kedua balapan tersebut.
Meski belum diumumkan secara resmi, Ducati diperkirakan akan memakai jasa pembalap penguji berpengalaman Michele Pirro sebagai pengganti.
Saat Álex Márquez memenangkan balapan di Montmeló tahun lalu, ia bukan hanya meraih kemenangan MotoGP pertamanya di sirkuit tersebut, tetapi juga menjadi satu-satunya pembalap era modern yang pernah memenangi Grand Prix Catalunya di ketiga kelas. Sebelumnya, ia menang di Moto3 pada tahun 2014 serta Moto2 pada tahun 2017 dan 2019.
Kemenangan Álex Márquez dari pole position tahun lalu sebenarnya merupakan pencapaian langka di Montmeló. Dalam 20 tahun terakhir, hanya empat pembalap yang berhasil mengubah pole position menjadi kemenangan di Grand Prix Catalunya. Statistik tersebut menunjukkan bahwa balapan di sirkuit ini sering dipengaruhi faktor seperti manajemen ban, ritme balapan, dan duel slipstream menuju tikungan pertama.
Sepak bola dan MotoGP bertemu
Grand Prix Catalunya kerap mempertemukan dunia sepak bola dan MotoGP. Tokoh maupun pemain yang memiliki kaitan dengan FC Barcelona dan RCD Espanyol sering hadir di paddock, termasuk ikut mengibarkan bendera finis. Beberapa nama yang pernah terlibat pada edisi sebelumnya antara lain Carles Puyol, Joan García dan Marcos Alonso.