Pembalap pengganti dan wildcard yang pernah mencuri perhatian di MotoGP

(Luca Gambuti/MotoGP)

MotoGP menuju Mugello akhir pekan ini dengan sorotan kembali tertuju pada pembalap pengganti setelah cedera yang dialami Álex Márquez dan Johann Zarco memaksa Gresini Racing serta LCR Honda melakukan perubahan, dengan Michele Pirro dan Cal Crutchlow mengambil alih tempat mereka di Grand Prix Italia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MotoGP™ (@motogp)

Meski kehadiran pembalap pengganti bukan hal yang luar biasa di MotoGP, hasil gemilang dari mereka jarang terjadi di era modern. Namun sepanjang sejarah kejuaraan ini, beberapa pembalap pernah menampilkan performa jauh di atas ekspektasi, bahkan mampu menantang kemenangan dan podium melawan para bintang reguler.

Berikut beberapa penampilan wildcard dan pembalap pengganti paling dikenang dalam sejarah MotoGP.

Troy Bayliss

Bayliss mencatat apa yang masih dianggap banyak orang sebagai penampilan pembalap pengganti terbaik dalam sejarah MotoGP di Valencia pada tahun 2006. Dipanggil Ducati untuk menggantikan Sete Gibernau yang cedera, pembalap Australia itu datang dari Kejuaraan Dunia Superbike dan langsung beradaptasi dengan Desmosedici.

Setelah lolos kualifikasi di posisi kedua, Bayliss mengejutkan seluruh paddock dengan mengalahkan Valentino Rossi, Nicky Hayden, dan Loris Capirossi untuk meraih kemenangan pertama sekaligus satu-satunya di MotoGP.

Katsuyuki Nakasuga

Meski memiliki pengalaman balap MotoGP yang sangat terbatas di luar tugasnya sebagai test rider, Nakasuga dipanggil Yamaha untuk menggantikan Ben Spies yang cedera di Valencia 2012. Dalam kondisi lintasan yang sulit, pembalap Jepang itu tetap tenang ketika sejumlah nama besar gagal finis, sebelum mengakhiri balapan di posisi kedua di belakang Dani Pedrosa. Hasil tersebut tetap menjadi salah satu podium paling tak terduga dalam sejarah Yamaha.

Olivier Jacque

Setelah tidak lagi memiliki kursi tetap di MotoGP sejak musim 2003, Jacque kembali ke grid sebagai pembalap pengganti Kawasaki untuk menggantikan Alex Hofmann yang cedera pada Grand Prix China 2005 yang berlangsung dalam kondisi hujan. Pembalap Prancis itu memanfaatkan kondisi balapan yang menantang dengan sangat baik dan finis di posisi kedua di belakang Valentino Rossi, sekaligus menghadirkan salah satu podium paling mengejutkan dalam sejarah Kawasaki.

Akira Ryo

Ryo nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di MotoGP saat balapan di Suzuka pada tahun 2002. Pembalap wildcard Suzuki itu bersaing di kelompok depan sepanjang balapan sebelum finis kedua di belakang Valentino Rossi. Hasil tersebut menjadi satu-satunya podium MotoGP dalam kariernya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by NewRetro98 (@thenewretro98)

Shinichi Ito

Pada usia 36 tahun, Ito kembali sebagai wildcard Honda di Suzuka pada tahun 2002 setelah tiga tahun tidak membalap di kelas premier. Meski minim pengalaman balapan tingkat tertinggi saat itu, pembalap Jepang tersebut berhasil lolos kualifikasi di posisi ketiga sebelum finis keempat melawan para pembalap pabrikan reguler.

Ben Spies

Sebelum bergabung penuh waktu ke MotoGP pada tahun 2010, Spies lebih dulu membangun reputasinya melalui beberapa penampilan sebagai pembalap pengganti dan wildcard bersama Suzuki dan Yamaha. Pembalap Amerika Serikat itu berhasil meraih poin dalam keempat penampilannya, termasuk finis keenam yang mengesankan di Grand Prix Indianapolis 2008 yang dipersingkat akibat hujan, serta posisi ketujuh di Valencia setahun kemudian.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV SEA (@spotvsea)

Michele Pirro

Tidak banyak pembalap yang begitu identik dengan peran wildcard dan pengganti seperti Pirro. Sejak menjadi test rider resmi Ducati pada tahun 2013, pembalap Italia itu kerap dipanggil menggantikan pembalap yang cedera sekaligus memainkan peran penting dalam program pengembangan motor Ducati. Meski tidak pernah naik podium, Pirro tetap mencatat beberapa hasil impresif, termasuk finis keempat di Valencia 2018.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pirro Michele (@michelepirro51)

Alvaro Bautista

Meski saat itu sudah membalap penuh waktu di MotoGP bersama Angel Nieto Team, Bautista dipanggil memperkuat tim pabrikan Ducati di Phillip Island pada tahun 2018 untuk menggantikan Jorge Lorenzo. Setelah mengalami kesulitan di sesi kualifikasi, pembalap Spanyol itu bangkit dengan penampilan solid pada hari balapan dan finis di posisi keempat.

Dani Pedrosa

Sejak pensiun dari MotoGP penuh waktu pada akhir tahun 2018, Pedrosa tetap memainkan peran penting dalam program pengembangan KTM. Namun setiap penampilannya sebagai wildcard juga membuktikan bahwa kecepatannya belum hilang meski sudah lama meninggalkan kompetisi reguler. Salah satu yang paling dikenang adalah ketika ia lolos kualifikasi di baris kedua dan finis keempat di Grand Prix San Marino 2023, sebelum meraih posisi ketiga dalam sprint race di Jerez setahun kemudian.

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW