10 nama besar tenis yang gagal menaklukkan Wimbledon

(AELTC/Michael Cole)

Wimbledon sering dianggap sebagai puncak kejayaan dalam dunia tenis. Sepanjang sejarah turnamen tersebut, banyak pemain hebat berhasil mengukir namanya sebagai juara di All England Club, termasuk Roger Federer, Martina Navratilova, Novak Djokovic, dan Serena Williams.

Namun, tidak semua legenda tenis beruntung di lapangan rumput paling terkenal di dunia tersebut. Meski pernah menjuarai Grand Slam, menduduki peringkat No. 1 dunia, dan mencatat berbagai prestasi luar biasa, beberapa nama besar tidak pernah berhasil menambahkan trofi Wimbledon ke dalam koleksi mereka.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV SEA (@spotvsea)

Menjelang Wimbledon 2026 yang akan disiarkan langsung di SPOTV NOW, berikut 10 bintang tenis yang menikmati karier gemilang tetapi tidak pernah menjadi juara di All England Club.

Ivan Lendl

Lendl merupakan salah satu pemain tersukses di Era Terbuka dengan delapan gelar Grand Slam tunggal dan 94 gelar ATP. Namun di balik semua pencapaiannya, Wimbledon menjadi satu-satunya Grand Slam yang gagal dimenanginya. Mantan No. 1 dunia itu mencapai final pada tahun 1986 dan 1987 serta lima kali menembus semifinal, tetapi tak pernah berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gelar.

Monica Seles

Meski memenangi sembilan gelar Grand Slam dan menjadi No. 1 dunia pada usia muda, Wimbledon tidak pernah berpihak kepada Seles. Prestasi terbaiknya datang pada tahun 1992 ketika mencapai final sebelum kalah dari Steffi Graf. Setelah insiden penikaman yang mengguncang dunia tenis pada tahun 1993 dan membuatnya absen lebih dari dua tahun, Seles tidak pernah lagi kembali ke final Wimbledon.

Justine Henin

Henin meraih kesuksesan besar di lapangan tanah liat dan keras sepanjang kariernya, tetapi Wimbledon selalu menjadi tantangan yang tidak pernah berhasil ditaklukkan. Petenis Belgia itu dua kali mencapai final, kalah dari Venus Williams pada tahun 2001 dan Amélie Mauresmo pada tahun 2006.

Mats Wilander

Wilander memenangi tujuh gelar Grand Slam tunggal dan pernah menjadi No. 1 dunia. Ia menjuarai tiga Australian Open dan tiga Roland Garros, tetapi Wimbledon menjadi pengecualian. Petenis Swedia itu bahkan tidak pernah melampaui perempat final.

Arantxa Sanchez Vicario

Vicario memenangi empat gelar Grand Slam tunggal dan pernah menduduki peringkat No. 1 dunia. Meski lebih dikenal sebagai spesialis lapangan tanah liat, ia juga menikmati beberapa hasil terbaiknya di Wimbledon dengan mencapai final berturut-turut pada tahun 1995 dan 1996, tetapi dua-duanya berakhir dengan kekalahan dari Steffi Graf.

Marcelo Rios

Rios memiliki tempat unik dalam sejarah tenis sebagai satu-satunya pemain putra yang pernah menjadi No. 1 dunia di Era Terbuka tanpa memenangi gelar Grand Slam tunggal. Wimbledon juga menjadi turnamen Grand Slam tersulit baginya, dengan putaran keempat pada tahun 1997 menjadi pencapaian terbaiknya.

Andy Roddick

Nama Roddick hampir selalu muncul dalam daftar pemain terbaik yang tidak pernah menjuarai Wimbledon. Mantan No. 1 dunia dan juara US Open 2003 itu mencapai tiga final Wimbledon pada tahun 2004, 2005, dan 2009, tetapi semuanya berakhir dengan kekalahan dari Roger Federer. Final 2009 tetap dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah Wimbledon setelah Roddick kalah 16-14 di set kelima.

Jim Courier

Courier merupakan salah satu pemain paling dominan pada awal 1990-an. Ia mencapai enam final Grand Slam dalam rentang tiga tahun dan memenangi empat di antaranya, tetapi gagal mengulangi kesuksesan tersebut di Wimbledon. Penampilan terbaiknya adalah final 1993 yang berakhir dengan kekalahan dari Pete Sampras.

Ilie Nastase

Nastase adalah salah satu ikon tenis putra pada era 1970-an dengan dua gelar Grand Slam tunggal dan lebih dari 60 gelar sepanjang kariernya. Ia mencapai final Wimbledon pada tahun 1972 dan 1976, tetapi kalah dari Stan Smith dan Björn Borg.

Guillermo Vilas

Vilas merupakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah tenis Argentina. Sepanjang kariernya, petenis kidal itu memenangi 62 gelar tunggal termasuk empat Grand Slam. Namun lapangan rumput selalu menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia tidak pernah melampaui perempat final Wimbledon, menjadikannya satu-satunya Grand Slam yang tidak pernah membawanya ke semifinal atau final.