Aragon aman, lima sirkuit MotoGP masih menunggu kepastian
Oleh admin1 hari lalu
(Luca Gambuti/MotoGP)
MotoGP mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa MotorLand Aragon akan tetap berada dalam kalender hingga 2027 sebelum beralih menjadi sirkuit cadangan mulai 2028.
Pengumuman tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai masa depan Grand Prix Aragon, sekaligus menjadikannya sirkuit terbaru yang berhasil menyelesaikan status kontraknya yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada penghujung 2026.
Awal tahun ini, Grand Prix Australia juga memastikan masa depannya melalui kepindahan dari Phillip Island ke Adelaide dalam perjanjian berdurasi enam tahun yang akan dimulai pada 2027.
Saat ini, masih ada beberapa venue yang belum mengumumkan status mereka setelah musim 2026, yaitu Silverstone, Sepang, Mugello, Portimão, dan Balaton Park.
Silverstone menjadi tuan rumah Grand Prix Inggris sejak 2010 setelah MotoGP meninggalkan Donington Park, sementara Sepang telah menggelar setiap Grand Prix Malaysia sejak sirkuit tersebut dibuka pada 1999.
Mugello sendiri tidak pernah absen dari kalender Grand Prix Italia sejak 1994 dan tetap menjadi salah satu venue paling ikonik dalam MotoGP.
Di Portugal, Portimão kembali menjadi bagian dari kalender kejuaraan dunia sejak musim 2020 yang terdampak pandemi COVID-19.
Sementara itu, masa depan Grand Prix Hungaria juga masih menjadi tanda tanya. Balapan tersebut kembali ke MotoGP pada 2025, tetapi laporan media Spanyol El Periódico mengklaim bahwa Balaton Park berisiko kehilangan tempatnya dalam kalender musim depan.
MotoGP diperkirakan akan mengumumkan perkembangan terkait masa depan sirkuit-sirkuit tersebut dalam waktu dekat.
Wimbledon 2026 akan segera dimulai pada akhir bulan ini, kembali mengalihkan perhatian para penggemar tenis ke turnamen tertua dan paling bergengsi di dunia.
Sejak edisi pertamanya pada 1877, Wimbledon dikenal dengan berbagai tradisi unik seperti lapangan rumput, aturan berpakaian serba putih, dan hubungan eratnya dengan keluarga kerajaan Inggris. Di balik sejarah panjang dan deretan juara legendaris, turnamen ini juga menyimpan banyak rekor serta kisah luar biasa yang masih dikenang hingga sekarang.
Menjelang Wimbledon 2026 yang akan disiarkan langsung di SPOTV NOW, berikut 10 fakta menarik yang mungkin terdengar sulit dipercaya, tetapi benar-benar terjadi dalam sejarah turnamen tersebut.
Pertandingan maraton yang mengubah tenis
John Isner dan Nicolas Mahut mencetak sejarah pada putaran pertama Wimbledon 2010 dengan memainkan pertandingan terpanjang dalam sejarah tenis profesional. Laga tersebut berlangsung selama tiga hari dengan total durasi 11 jam lima menit sebelum Isner akhirnya menang 6-4, 3-6, 6(7)-7, 7-6(3), 70-68. Set penentuan saja berlangsung lebih dari delapan jam.
Pertandingan ini menjadi salah satu momen paling ikonik dalam tenis modern dan berperan penting dalam lahirnya aturan tiebreak di set penentuan pada turnamen Grand Slam.
Tiebreak set penentuan pertama di Wimbledon
Wimbledon mulai menerapkan tiebreak set penentuan pada kedudukan 12-12 sejak 2019, dan aturan baru itu langsung digunakan pada tahun yang sama. Pertandingan pertama yang memerlukannya adalah final tunggal putra antara Novak Djokovic dan Roger Federer. Djokovic menyelamatkan dua championship point sebelum menang 7-6(5), 1-6, 7-6(4), 4-6, 13-12(3) dalam waktu empat jam 57 menit. Hingga kini, pertandingan tersebut masih menjadi final tunggal terpanjang dalam sejarah Wimbledon.
Menang lebih banyak poin, tetapi kalah di final
Final tunggal putra 2019 juga menghasilkan statistik yang luar biasa. Meski kalah dari Djokovic, Federer sebenarnya memenangi lebih banyak poin sepanjang pertandingan, yaitu 218 poin berbanding 204 milik lawannya. Kasus seperti ini sangat jarang terjadi dalam final Grand Slam, ketika runner-up justru mengumpulkan lebih banyak poin daripada sang juara.
Hanya dua wanita yang menang di dua era berbeda
Era Terbuka dimulai pada 1968 ketika pemain profesional diizinkan bertanding bersama pemain amatir di turnamen Grand Slam. Hanya Billie Jean King dan Margaret Court yang berhasil menjuarai tunggal Wimbledon sebelum dan sesudah perubahan tersebut, menjadikan keduanya sosok unik dalam sejarah turnamen.
Hampir 50 tahun menanti juara tunggal putri Inggris
Virginia Wade masih menjadi petenis putri Inggris terakhir yang menjuarai Wimbledon. Ia mengalahkan Betty Stöve di final 1977 yang berlangsung saat perayaan Silver Jubilee Ratu Elizabeth II dan disaksikan langsung oleh sang ratu di Centre Court. Hampir lima dekade kemudian, belum ada petenis putri Inggris yang mampu menyamai pencapaian tersebut.
Satu-satunya juara Wimbledon berstatus wild card
Goran Ivanišević datang ke Wimbledon 2001 sebagai pemain peringkat ke-125 dunia dan hanya mendapat tempat melalui wild card. Petenis Kroasia itu kemudian menciptakan salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah tenis dengan mengalahkan Carlos Moya, Andy Roddick, Marat Safin, Tim Henman, dan Patrick Rafter sebelum meraih satu-satunya gelar Grand Slam dalam kariernya. Hingga kini, ia masih menjadi satu-satunya pemain wild card yang pernah menjuarai tunggal Wimbledon.
Hanya dua pria yang juara tanpa kehilangan satu set
Banyak petenis putri pernah menjuarai Wimbledon tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, tetapi hal tersebut jauh lebih jarang terjadi di kategori putra. Dalam Era Terbuka, hanya Björn Borg pada 1976 dan Roger Federer pada 2017 yang berhasil mengangkat trofi tanpa kehilangan satu set pun sepanjang perjalanan mereka.
Selama 132 tahun bergantung pada cuaca
Untuk sebagian besar sejarahnya, Wimbledon sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca. Banyak pertandingan terkenal harus dihentikan akibat hujan. Baru pada 2009 Wimbledon memasang atap yang dapat ditutup di Centre Court, sehingga pertandingan dapat dilanjutkan tanpa gangguan cuaca.
Tiga kali Wimbledon terhenti
Dalam hampir 150 tahun sejarahnya, Wimbledon hanya pernah dibatalkan pada tiga periode berbeda. Pertama saat Perang Dunia I dari 1915 hingga 1918, kemudian Perang Dunia II dari 1940 hingga 1945, dan terakhir akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan edisi 2020 dibatalkan. Pembatalan pada 2020 menjadi gangguan pertama bagi turnamen tersebut dalam 75 tahun.
Final double bagel di dua era berbeda
Skor 6-0, 6-0 di final tunggal, atau yang dikenal sebagai double bagel, merupakan hasil yang sangat langka di level Grand Slam. Dalam sejarah turnamen major, hal itu hanya terjadi tiga kali, dan Wimbledon menjadi satu-satunya Grand Slam yang menghasilkan juara double bagel pada era amatir maupun Era Terbuka. Kejadian pertama terjadi pada 1911 ketika Dorothea Lambert Chambers mengalahkan Dora Boothby, sebelum Iga Świątek mengulanginya 114 tahun kemudian dengan kemenangan atas Amanda Anisimova.
Pembalap Singapura, Danial Frost, akan berlaga di ajang Road to Le Mans pekan ini, yang untuk pertama kalinya akan digelar sebagai balapan ketahanan berdurasi tiga jam.
Ajang bergengsi yang merupakan bagian dari Michelin Le Mans Cup ini sebelumnya menggunakan format dua balapan sprint. Namun, untuk musim 2026, penyelenggara menghadirkan format baru berupa satu balapan ketahanan selama tiga jam.
Frost akan mengendarai mobil Duqueine D09 bernomor 85 milik R-ace GP bersama rekan setimnya, Enzo Peugeot. Balapan tersebut akan disiarkan secara langsung di SPOTV NOW pada tanggal 12 Juni.
Duet Frost dan Peugeot datang ke Le Mans sebagai pemuncak klasemen sementara kategori LMP3, setelah mengawali musim dengan performa impresif.
Mereka membuka musim 2026 dengan meraih kemenangan di Barcelona, sebelum kembali naik podium dengan finis di posisi kedua pada seri Paul Ricard untuk menempatkan mereka di posisi terdepan dalam perebutan gelar juara.
Meski demikian, persaingan dipastikan tetap ketat dengan pasangan Giovanni Maschio dan Colin Queen dari 23Events Racing yang masih menjadi pesaing utama.
Apabila kembali meraih hasil positif di Circuit de la Sarthe, Frost dan Peugeot berpeluang memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sekaligus memperlebar peluang untuk merebut gelar juara musim ini.
Roger Federer akan kembali ke Arthur Ashe Stadium pada 25 Agustus dalam sebuah pertandingan ekshibisi spesial yang menjadi bagian dari rangkaian US Open 2026.
Peraih 20 gelar Grand Slam itu akan tampil bersama Andy Roddick, Andre Agassi dan John McEnroe dalam penampilan pertamanya di ajang tersebut sejak 2019.
Menurut Federer, US Open selalu memiliki tempat istimewa dalam kariernya setelah menikmati banyak momen bahagia di New York, termasuk menjuarai turnamen tersebut lima tahun berturut-turut dari 2004 hingga 2008.
"Banyak kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan terjadi di New York, dan Arthur Ashe Stadium adalah tempat yang sangat berarti bagi saya," katanya.
"Saya merindukan atmosfer di sana serta semangat yang dibawa para penggemar setiap tahunnya.
"Kesempatan untuk kembali ke Arthur Ashe dan berbagi panggung dengan Andy, Andre, dan John membuat pengalaman ini semakin istimewa.
"Saya tidak sabar untuk bertemu kembali dengan para penggemar dan menikmati malam yang benar-benar spesial."
US Open 2026 akan berlangsung pada 23 Agustus hingga 13 September dan disiarkan langsung di SPOTV NOW.
Marc Márquez kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar MotoGP setelah mencetak sejarah dengan meraih kemenangan Grand Prix ke-100 dalam kariernya di Hungaria pekan lalu. Namun seperti biasa, bukan hanya kemenangannya yang mencuri perhatian.
Sesaat setelah melintasi garis finis di Balaton Park, pembalap Ducati itu memperagakan gestur "6-7" yang langsung menjadi bahan perbincangan para penggemar MotoGP.
Faktanya, Márquez memang identik dengan berbagai selebrasi kemenangan yang unik sepanjang kariernya. Baik terinspirasi dari tren media sosial, budaya populer, maupun momen yang memiliki makna pribadi, pembalap Spanyol tersebut selalu memiliki cara tersendiri untuk merayakan kesuksesannya.
Berikut beberapa selebrasi kemenangan paling ikonik yang pernah dilakukan Márquez sepanjang kariernya.
Grand Prix Jerman 2025
Márquez mengikuti salah satu tren internet paling populer pada tahun 2025 dengan merayakan kemenangannya di Grand Prix Jerman menggunakan gaya "aura farming". Selebrasi tersebut terinspirasi dari Rayyan Arkan Dikha asal Indonesia, yang menjadi sensasi media sosial berkat tarian uniknya di atas perahu balap.
Kemenangan di depan pendukung sendiri di Jerez dirayakan dengan tarian "floss", yang saat itu sedang menjadi fenomena global. Tarian tersebut melejit setelah ditampilkan dalam pertunjukan lagu Swish Swish milik Katy Perry di acara Saturday Night Live pada tahun 2017.
Grand Prix Americas 2018
Setelah menjuarai Grand Prix Americas, Márquez merayakan keberhasilannya dengan gaya "dab", yang kala itu sangat populer di dunia olahraga dan budaya pop. Gerakan tersebut menjadi fenomena setelah sering digunakan oleh quarterback NFL, Cam Newton, sepanjang musim 2015.
Grand Prix Republik Ceko 2017
Salah satu selebrasi paling emosional dalam karier Márquez terjadi di Brno pada tahun 2017, tidak lama setelah wafatnya legenda balap Spanyol, Ángel Nieto. Setelah memastikan kemenangan, Márquez berdiri dengan kedua tangan terbentang sebelum menunjuk ke langit sebagai penghormatan kepada juara dunia 13 kali tersebut, yang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah olahraga balap motor Spanyol.
Grand Prix Jepang 2016
Márquez merayakan kemenangan di Motegi dengan beberapa tendangan dramatis menggunakan kaki kanannya saat melintasi garis finis. Kemenangan tersebut tidak hanya memberinya gelar Grand Prix Jepang, tetapi juga memastikan gelar juara dunia MotoGP 2016 ketika musim masih menyisakan beberapa seri.
TT Belanda 2014
Setelah menjadi juara di Assen, Márquez menarik perhatian dengan menirukan gerakan berenang di atas motor Hondanya. Selebrasi unik tersebut kemudian menjadi salah satu momen paling ikonik dari musim 2014, tahun ketika ia mendominasi MotoGP dengan 13 kemenangan dan sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas premier untuk kedua kalinya secara beruntun.