Juara Wimbledon 2023 Vondroušová dijatuhi larangan bermain selama empat tahun

(AELTC/Ben Solomon)

Mantan juara Wimbledon, Markéta Vondroušová, dijatuhi larangan bermain selama empat tahun dari dunia tenis profesional setelah menolak menjalani tes doping.

Dalam pernyataannya pada hari Senin, International Tennis Integrity Agency (ITIA) menyatakan bahwa tribunal independen menemukan pemain asal Republik Ceko tersebut melanggar peraturan antidoping setelah menolak memberikan sampel dalam tes di luar kompetisi yang dilakukan di kediamannya pada bulan Desember 2025.

Berdasarkan peraturan antidoping, penolakan untuk menjalani tes membawa sanksi yang setara dengan hasil tes positif.

Vondroušová, yang mencetak sejarah sebagai pemain putri nonunggulan pertama yang menjuarai Wimbledon setelah mengalahkan Ons Jabeur di final 2023, berargumen bahwa tekanan, masalah kesehatan mental, dan kekhawatiran terhadap keselamatannya memengaruhi keputusannya saat itu.

Namun, tribunal memutuskan bahwa alasan yang diajukan tidak cukup kuat untuk membenarkan penolakannya terhadap tes tersebut.

Petenis berusia 26 tahun itu pernah mencapai peringkat tertinggi karier di posisi keenam dunia pada bulan September 2023. Selain gelar Wimbledon, ia juga merupakan finalis Roland Garros 2019 serta peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020.

Larangan bermain tersebut berlaku hingga Juni 2030, meski Vondroušová masih memiliki hak untuk mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).