Zverev ukir rekor Grand Slam meski gagal juara Wimbledon

(AELTC/Jonathan Nackstrand)

Alexander Zverev mungkin gagal menambah koleksi gelar Grand Slam setelah kalah dari Jannik Sinner pada final tunggal putra Wimbledon, tetapi perjalanannya di All England Club tetap menghadirkan sebuah pencapaian langka dalam dunia tenis.

Dengan tampil di final pada hari Minggu, petenis Jerman berusia 29 tahun itu menjadi petenis putra ke-13 di Era Terbuka yang pernah mencapai final tunggal di keempat turnamen Grand Slam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Wimbledon (@wimbledon)

Zverev meraih gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros 2026, serta menjadi runner-up US Open 2020 dan Australian Open 2025 sebelum melakoni final Wimbledon pertamanya untuk melengkapi pencapaian tersebut.

Peraih medali emas Olimpiade 2020 itu kini sejajar dengan nama-nama besar seperti Rod Laver, Ken Rosewall, Ivan Lendl, Stefan Edberg, Jim Courier, Andre Agassi, Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, Andy Murray, Jannik Sinner, dan Carlos Alcaraz.

Ia juga menjadi petenis pertama yang lahir pada dekade 1990-an yang berhasil mencapai final di keempat turnamen Grand Slam.

Sementara itu, Sinner meraih gelar tunggal Grand Slam kelimanya setelah sukses mempertahankan gelar Wimbledon, sekaligus memperlebar keunggulan head-to-head atas Zverev menjadi 11-4.