Bintang lompat galah Filipina, Ernest John “EJ” Obiena, terus menunjukkan peningkatan performa menjelang Asian Games 2026 setelah meraih medali perak di Meeting Madrid pada hari Kamis.
Setelah finis di posisi keenam pada Hungarian Athletics Grand Prix, yang disiarkan langsung melalui SPOTV NOW, atlet berusia 30 tahun itu mencatat lompatan terbaiknya musim ini setinggi 5,85 meter untuk menjadi runner-up pada ajang World Athletics Continental Tour tersebut.
Obiena kemudian gagal melewati ketinggian 5,95 meter dalam upayanya meraih kemenangan. Medali emas menjadi milik wakil Jerman, Bo Kanda Lita Baehre, yang berhasil melampaui 5,90 meter.
Hasil di Madrid menjadi podium kesembilan Obiena tahun ini setelah sebelumnya menjuarai International Jump-Meeting Cottbus, Kejuaraan Atletik Indoor Asia, ISTAF Indoor Berlin, Czesław Cybulski Memorial, dan Austrian Open.
Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi Obiena saat mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelar Asian Games di Jepang pada akhir tahun ini.
Pada edisi sebelumnya di Hangzhou, China, ia meraih medali emas dengan mencatat rekor Asia baru setinggi 5,90 meter.
Mantan petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki, menilai Alexandra Eala memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu petenis terbaik dunia setelah tampil impresif di Wimbledon baru-baru ini.
Eala melaju hingga babak keempat di All England Club awal bulan ini, termasuk menciptakan kejutan dengan mengalahkan juara bertahan Wimbledon, Iga Swiatek, sebelum langkahnya terhenti usai kalah dari Jasmine Paolini dalam pertarungan tiga set.
Berbicara kepada Tennis365, Wozniacki memuji permainan komplet dan ketenangan Eala di lapangan.
Menurutnya, servis menjadi aspek utama yang masih bisa ditingkatkan oleh petenis Filipina tersebut.
"Saya rasa dia memiliki potensi yang sangat besar," kata juara Australia Terbuka 2018 itu.
"Dia memiliki permainan yang lengkap. Dia sangat kuat dari garis belakang. Menurut saya, statusnya sebagai pemain kidal sangat membantunya, meski servisnya masih belum terlalu baik dan itu merupakan aspek yang paling perlu ditingkatkan.
"Namun, servis kidalnya dengan slice memberi keuntungan tersendiri dan sering menyulitkan lawan."
Wozniacki juga memuji ketenangan dan kecerdasan taktik Eala, yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan terbesar petenis berusia 20 tahun itu.
"Saya menyukai sikapnya, dan saya juga menyukai cara dia membaca permainan. Dia memiliki IQ tenis yang tinggi.
"Dan saya yakin kita akan terus melihatnya bersaing di level tertinggi dalam waktu yang lama."
Marc Marquez membuktikan ketepatan prediksinya di dunia sepak bola setelah berhasil menebak dua tim yang akan bertanding di final Piala Dunia FIFA 2026.
Menjelang MotoGP Jerman pekan lalu, juara dunia MotoGP tersebut bersama Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, dan Ai Ogura membuat prediksi perjalanan turnamen mulai dari babak perempat final.
Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang tepat memilih Argentina dan Spanyol sebagai finalis setelah kedua tim tersebut menyingkirkan Inggris dan Prancis.
Sementara itu, Martin memprediksi final antara Spanyol dan Norwegia, Ogura memilih Inggris menghadapi Prancis, sedangkan Di Giannantonio memperkirakan Argentina akan bertemu Prancis di partai puncak.
Selain sukses dengan prediksinya, Marquez juga menikmati akhir pekan yang luar biasa di lintasan dengan meraih kemenangan pada MotoGP Jerman di Sachsenring.
Pembalap asal Spanyol itu juga menjagokan negaranya sendiri untuk mengangkat trofi juara.
Kini, tim nasional Spanyol berkesempatan membuktikan keyakinan Marquez saat menghadapi Lionel Messi dan Argentina di final Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Minggu.
Pongsapak "Fifa" Laopakdee berharap semakin banyak pegolf Asia Tenggara mendapat kesempatan tampil di turnamen major, seraya menegaskan bahwa kawasan ini memiliki banyak talenta yang mampu bersaing di level tertinggi.
Pegolf Thailand berusia 21 tahun itu menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam daftar peserta The Open Championship ke-154 di Royal Birkdale pekan ini.
Kehadirannya melanjutkan kiprah positif Thailand di turnamen major, tetapi sekaligus menunjukkan masih minimnya wakil Asia Tenggara di panggung terbesar golf dunia.
Menjelang debutnya di The Open, Laopakdee mengatakan para pegolf Asia Tenggara membutuhkan lebih banyak kesempatan tampil di turnamen bergengsi agar perkembangan mereka bisa semakin cepat.
"Saya rasa hal yang paling penting adalah mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di turnamen seperti ini," kata Laopakdee kepada SPOTV.
"Asia Tenggara memiliki banyak pegolf berbakat, tetapi menurut saya kami masih kekurangan jalur yang jelas untuk bisa menembus turnamen-turnamen terbesar dan ajang major.
"Semakin banyak kesempatan yang kami dapatkan untuk bertanding di level ini, semakin banyak pula pemain dari kawasan kami yang bisa menambah pengalaman dan pada akhirnya menjadi penantang secara konsisten."
Laopakdee memastikan tempat di Royal Birkdale setelah menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship tahun lalu, yang juga memberinya undangan tampil di The Masters 2026.
Ia menjalani debut di turnamen major pada April lalu di Augusta National, dan mengaku pengalaman bermain bersama mantan juara serta para pegolf terbaik dunia memberinya banyak pelajaran.
"Saya belajar banyak dari penampilan pertama saya di The Masters, terutama saat bermain bersama Fred Couples dan Min Woo Lee," katanya.
"Fred sangat baik dan selalu meluangkan waktu. Setiap kali saya bertanya tentang strategi, aspek mental permainan, atau hal lainnya, dia selalu bersedia berbagi pengalaman.
"Minggu itu mengajarkan banyak hal kepada saya dan semua pelajaran itu pasti akan saya bawa ke depan."
Penampilannya di The Masters menjadi salah satu dari sederet pencapaian penting yang diraih Laopakdee dalam 12 bulan terakhir.
Selain menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship, ia juga meraih medali emas SEA Games serta membantu Arizona State University menjuarai kompetisi golf perguruan tinggi.
"Ketika melihat kembali perjalanan saya selama 12 bulan terakhir, semuanya terasa luar biasa," ujarnya.
"Kemenangan di Asia-Pacific Amateur Championship, medali emas SEA Games, tampil di The Masters, dan meraih gelar di kompetisi perguruan tinggi merupakan momen-momen besar bagi saya.
"Itu adalah langkah penting dalam karier saya. Saya benar-benar menikmati seluruh perjalanan ini, termasuk momen-momen indah, tantangan, dan semua pelajaran yang saya dapatkan."
Setelah The Open, Laopakdee akan melanjutkan karier amatirnya dengan tampil di U.S. Amateur sebelum kembali ke Arizona State untuk menjalani musim terakhirnya di level perguruan tinggi.
"Setelah The Open, saya akan bermain di U.S. Amateur sebelum kembali ke Arizona State University," katanya.
"Saya masih memiliki satu tahun lagi di golf perguruan tinggi sebelum berencana menjadi pegolf profesional. Jadi, saya ingin memanfaatkan musim terakhir itu sebaik mungkin dan melihat sejauh mana hal tersebut bisa membawa saya."
The Open Championship ke-154 akan disiarkan langsung melalui SPOTV NOW.
Pegolf Thailand, Pongsapak "Fifa" Laopakdee, menjagokan Spanyol untuk menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah terkesan dengan penampilan tim tersebut sepanjang turnamen.
Laopakdee, 21 tahun, yang mendapat julukan "Fifa" dari sang ayah, menilai Spanyol layak difavoritkan menjelang final melawan Argentina pada hari Minggu.
"Saya memilih Spanyol menjadi juara Piala Dunia.
"Mereka bermain sangat baik sepanjang turnamen dan menurut saya merupakan salah satu tim yang paling mengesankan," katanya menjelang debutnya di The Open Championship ke-154 di Royal Birkdale, yang disiarkan langsung melalui SPOTV NOW.
Meski tengah mempersiapkan diri menghadapi turnamen major keduanya musim ini setelah The Masters pada April lalu, Laopakdee tetap mengikuti perkembangan Piala Dunia.
Sebelum semifinal, ia juga berharap Inggris mampu mengalahkan Argentina untuk melaju ke final.
"Saya sangat menikmati cara bermain Inggris dan berharap mereka bisa mengalahkan Argentina," ujarnya.
Namun harapan tersebut tidak terwujud setelah Inggris kalah 2-1 dari juara bertahan itu dan kini akan menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.