Awal karier Wilfried Nancy sebagai manajer Celtic benar-benar menjadi mimpi buruk. Belum genap dua minggu bertugas, pelatih asal Prancis itu sudah dihujani kritik tajam menyusul tiga kekalahan beruntun.
Rentetan hasil negatif yang mengejutkan itu dimulai dengan kekalahan dari Hearts, diikuti dengan kekalahan yang menyakitkan di Europa League melawan AS Roma.
Puncak dari penderitaan datang akhir pekan lalu, saat mereka takluk 3-1 di tangan St Mirren dalam final Premier Sports Cup.
Pasca-kekalahan di Hampden, bek Republik Irlandia, Liam Scales, menyampaikan permintaan maaf tanpa syarat kepada para penggemar Celtic.
“Tentu saja kami sangat kecewa,” ujarnya. “Saya pikir para penggemar pantas mendapatkan permintaan maaf atas performa dan hasil dalam seminggu terakhir ini. Kami tahu ini tidak cukup bagus, dan kami ingin bersatu, beradaptasi, dan menjadi tim yang lebih baik. Kami akan bekerja sangat keras untuk mewujudkan itu.”
Fokus tim kini harus segera beralih ke Premiership, di mana Celtic tertinggal enam poin dari pemimpin klasemen Hearts, meskipun masih menyimpan dua pertandingan yang belum dimainkan.
Kesempatan pertama untuk bangkit dari kegagalan datang pada Rabu (17/12/2025) melawan Dundee United. (Saksikan Dundee United vs Celtic secara langsung di SPOTV NOW.)
Scales dengan tegas menekankan pentingnya reset mental secara cepat jelang laga vital tengah pekan. “Kami tidak punya banyak waktu untuk merenung,” katanya terus terang.
“Kami memiliki pertandingan lain dalam tiga hari. Kami akan datang, berlatih besok, dan memulihkan diri. Saya pikir hal terbaik yang harus dilakukan adalah membuangnya dari sistem kami sebelum tengah malam ini, selesai. Anda harus terus melangkah. Ambil waktu untuk marah, sedih, atau apa pun malam ini, tetapi setelah itu, harus segera dibuang jauh-jauh.”
Nancy Memohon Kepercayaan, Janji Buktikan Diri
Nancy sendiri mengakui frustrasi yang dirasakan oleh para suporter, tetapi ia memohon kesabaran dan kepercayaan terhadap visi taktisnya.
“Saya katakan kepada mereka bahwa saya pasti ingin melakukan yang lebih baik,” katanya setelah final. “Namun, saya meminta mereka, bukan untuk bersabar, melainkan untuk mempercayai apa yang akan saya katakan terkait apa yang saya lihat dari usaha yang kami lakukan.”
Sang manajer mengakui bahwa meskipun ia melihat sekilas potensi, itu belum cukup. “Intinya, saya bisa melihat sesuatu yang bagus, tetapi ini belum cukup. Kami belum mampu bermain konsisten,” jelasnya.
Menyadari situasi genting, ia menyimpulkan dengan menyatakan niatnya untuk berhenti bicara dan mulai bertindak. “Saya bisa memahami para penggemar. Itu sangat normal. Saya bisa meminta para penggemar untuk percaya pada saya dan memercayai bahwa saya bisa melakukan banyak hal, tetapi itu bukan tugas saya. Saya harus bertindak alih-alih hanya berbicara.”



