Akhirnya Pecah Telur! Harimoto Raih Gelar WTT Finals Paling Emosional, Kubur Mimpi Moregard di Hong Kong!

Truls Moregard dan Tomokazu Harimoto saat presentasi piala WTT Finals Hong Kong 2025.

Pada Minggu, 14 Desember 2025, sebuah perjalanan yang memakan waktu empat tahun akhirnya mencapai puncaknya yang penuh kemenangan. Tomokazu Harimoto akhirnya mewujudkan mimpinya, mengangkat trofi Tunggal Putra WTT Finals Hong Kong 2025 untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Kemenangan emosional yang diraihnya atas wakil Swedia, Truls Moregard, di final (11-8, 5-11, 11-9, 10-12, 14-12, 11-2) seolah menghapus semua kegagalan di masa lalu.

Bagi Harimoto, kenangan tiga kekalahan di partai puncak—pada tahun 2021, 2022, dan 2024—meninggalkan beban pembuktian yang tak terhindarkan. Sementara itu, Moregard datang dengan ambisi untuk mencetak sejarah: menjadi pemain Eropa pertama yang berhasil meraih trofi Tunggal Putra WTT Finals.

 

Momen Kunci yang Mengubah Segalanya

Pertarungan final berlangsung ketat dari awal hingga akhir, sebuah tontonan spektakuler yang menampilkan dua raksasa tenis meja paling elektrik di dunia. Namun, ketegangan tertinggi terjadi di game kelima—sebuah babak yang terbukti menjadi titik balik penentu.

Moregard, juara Europe Smash – Sweden 2025, sempat unggul dan mencetak tiga game point pada kedudukan 10-7. Ia bahkan sempat menoleh ke sudut pelatihnya, merasa momentum sudah berada di tangannya.

Namun, Harimoto, dengan ketenangan luar biasa, berhasil memperkecil margin menjadi 9-10. Moregard segera mengambil time out, sebuah langkah taktis untuk mendinginkan permainan, tetapi jeda tersebut sia-sia.

Harimoto, yang menolak menyerah, berjuang keras hingga memenangkan tie-break sensasional 14-12, mengamankan keunggulan 3-2 dalam pertandingan.

Kontras emosi di momen itu sangat mencolok. Harimoto meledak dalam kegembiraan murni; Moregard kembali ke kursinya dengan ekspresi kecewa.

Sejak saat itu, pertandingan seolah hanya berjalan satu arah. Dengan garis finis sudah di depan mata, Harimoto meningkatkan intensitas permainannya, melepaskan energi terakhir yang luar biasa untuk mengunci kemenangan dalam enam game yang dramatis.

 

“Saya tidak percaya saya berhasil melakukannya, saya adalah juara di ajang ini. Saya ingin merayakan kemenangan ini bersama tim saya besok. Truls memiliki berbagai keterampilan. Forehand dan backhand-nya sama-sama kuat dan dia tidak hanya memukul backhand, tetapi juga melakukan cut dan block bola. Perubahan taktiknya yang kecil itulah yang membuat saya kesulitan. Itu yang menjadikannya pemain yang luar biasa,” tutur Harimoto.

“Saya hanya memiliki rasa terima kasih kepada para penggemar saya. Kepada para penggemar yang datang menonton, dan kepada semua yang menonton saya secara langsung dan mendukung saya melalui media, terima kasih atas dukungan Anda selama ini. Saya ingin berbagi lebih banyak momen kemenangan ini dengan Anda. Saya bertekad untuk bekerja lebih keras agar momen-momen ini terus terjadi.”

WTT Series 2026: Sampai Jumpa di Musim Berikutnya!

Dengan demikian, musim WTT Series 2025—sebuah kampanye yang penuh liku-liku dramatis—secara resmi berakhir.

Namun, aksi cepat dan menegangkan akan kembali lebih cepat dari yang Anda duga. Kampanye 2026 akan diluncurkan dengan sensasi WTT Champions Doha 2026 yang pertama (7–11 Januari 2026), di mana Qatar akan menyambut 32 pemain Tunggal Putra dan Tunggal Putri terbaik dunia. Saksikan seluruh aksi WTT Series 2026 di SPOTV NOW.

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW