Final Piala Liga Skotlandia: Celtic di Bawah Tekanan, Mampukah Wilfried Nancy Amankan Trofi?

Kelechi Iheanacho dan Arne Engels saat beraksi di laga Celtic vs AS Roma, Celtic Park, Glasgow, 11 Desember 2025. (IMAGO / Pro Sports Images)

 

Celtic melangkah ke Final Piala Liga Skotlandia di Hampden Park, Minggu (14/12), dengan tekanan yang luar biasa. Setelah sempat tampil nyaris sempurna di bawah pelatih interim Martin O’Neill, situasi kini berubah drastis sejak Wilfried Nancy resmi mengambil alih kursi manajer.

O’Neill meninggalkan warisan impresif: tujuh kemenangan dari delapan laga, termasuk lima kemenangan di Scottish Premiership. Satu-satunya noda hanyalah kekalahan tipis di Liga Europa melawan Midtjylland.

Namun, sejak Nancy datang pada 4 Desember, grafik performa Celtic menurun tajam. Laga debutnya berakhir pahit—kalah 1-2 dari Hearts di Celtic Park, sebuah hasil yang menyakitkan mengingat Hearts adalah rival langsung.

Luka semakin dalam ketika AS Roma menghancurkan mereka 3-0 di kandang sendiri pada ajang Liga Europa.

Soliditas pertahanan Celtic telah retak, serangan mereka tersendat, dan klub kini berada di bawah tekanan besar menjelang akhir pekan.

Kekalahan ketiga berturut-turut, ditambah kegagalan meraih trofi pertama musim ini, adalah hal terakhir yang dibutuhkan Nancy hanya dalam dua minggu masa jabatannya di Glasgow.

 

Gelandang Arne Engels memberikan penilaian yang jujur usai kekalahan dari Roma tersebut dan mengakui tim kurangnya ketajaman yang dibutuhkan untuk bangkit.

“Kami seharusnya bisa mencetak beberapa gol. Saya gagal mengeksekusi penalti, dan kami punya lebih banyak peluang di babak kedua untuk kembali ke permainan, tetapi kami tidak bisa memanfaatkannya,” aku Engels.

“Namun, kami punya final [Piala Liga Skotlandia] dalam tiga hari dan kami harus tetap tegakkan kepala karena itu adalah pertandingan penting bagi kami sekarang.”

Gelandang asal Belgia itu juga mengakui kesulitan transisi perubahan taktis yang cepat di bawah Nancy: “Ini tidak mudah, tetapi kami adalah pesepakbola profesional dan kami harus menghadapinya.

Kami punya manajer baru yang ingin menerapkan gaya bermainnya, dan kami harus beradaptasi dengan sangat cepat karena kami punya final dalam beberapa hari ke depan, dan kami tidak boleh kalah di sana.”

Nancy sadar, kegagalan meraih trofi akan menjadi mimpi buruk di dua minggu pertamanya.

“Ini bukan untuk saya, ini untuk klub dan para pemain,” ujar Nancy. “Kami tahu apa yang sudah kami lakukan dengan baik, kami tahu apa yang harus diperbaiki. Semuanya jelas, dan mereka fokus penuh untuk laga ini.”

Pelatih asal Prancis tersebut tetap optimis tentang fokus di ruang ganti. “Jelas, fakta bahwa kami tidak memenangkan dua pertandingan terakhir, secara mental mungkin ada sedikit ketidakpastian, tetapi, sejujurnya, setelah berdiskusi dengan para pemain, kami tahu apa yang kami lakukan dengan baik, kami tahu apa yang perlu kami tingkatkan, semuanya jelas dan mereka sangat fokus pada pertandingan ini.”

St Mirren: Sang Penghalang yang Keras Kepala

Meskipun sejarah sangat memihak Celtic—yang memenangkan tiga dari empat pertemuan dan hanya seri satu kali sebelum musim ini—St Mirren tidak boleh diremehkan. Mereka telah membuktikan diri sebagai lawan keras kepala di 2025/2026.

Pada pertandingan pembuka musim, Celtic hanya mampu menang 1-0 di kandang berkat gol larut Luke McCowan di menit ke-87. Baru-baru ini, di Paisley, dibutuhkan gol menit terakhir dari Callum McGregor untuk sekali lagi memberikan kemenangan tipis 1-0 bagi Celtic.

Kedua pertemuan tersebut menyoroti disiplin pertahanan St Mirren dan kemampuan mereka untuk membuat frustrasi sang juara bertahan. Margin tipis itu menunjukkan satu hal: laga final ini bisa berjalan ketat.

Dengan trofi di ujung jalan dan tekanan yang kian menumpuk, pertanyaannya jelas: Bisakah Celtic bangkit dan memberi Nancy kemenangan pertama, atau St Mirren akan mencetak sejarah?

Saksikan Final Piala Liga Skotlandia LIVE di SPOTV NOW pada Ahad, 14 Desember 2025 pukul 22.30 WIB.

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW