Manchester United Comeback Di Tempat Liverpool Babak Belur
Aksi Bruno Fernandes (Manchester United) saat melawan Crystal Palace di Selhurst Park, 30 November 2025. (IMAGO/Focus Images)
Manchester United berhasil mengamankan kemenangan comeback krusial 2-1 atas Crystal Palace pada Ahad (30/11/2025) di Selhurst Park. Kemenangan luar biasa mengingat September silam Liverpool kalah 1-2 di tempat ini.
Sang kapten, Bruno Fernandes, menyumbang kedua assist gol timnya. Total assistnya musim ini mencapai lima di Premier League—jumlah tertinggi di liga hingga saat ini.
Menariknya, kedua assist playmaker asal Portugal ini lahir dari situasi bola mati (set-piece), yang terbukti sangat menentukan dalam membalikkan alur pertandingan.
Assist pertama diberikan kepada Joshua Zirkzee, yang mencetak gol dari sudut sempit (54′). Bagi Zirkzee, gol tersebut menjadi momen kelegaan besar, mengakhiri puasa gol Premier League selama 364 hari penuh.
Joshua Zirkzee ended a year-long wait for a goal in @ManUtd‘s victory at Selhurst Park 📈
Learn more about how they turned it around to defeat Crystal Palace 👇
— Premier League (@premierleague) November 30, 2025
Gol terakhirnya adalah brace saat melawan Everton pada Desember 2024, yang sekaligus menghentikan catatan 24 penampilannya di liga tanpa gol.
Kontribusi kedua Fernandes berupa skema tendangan bebas cerdik untuk Mason Mount (63′).
Alih-alih melepaskan tembakan langsung, sang kapten mendorong bola dengan cepat, sehingga Mount memiliki posisi sempurna untuk melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang memastikan kemenangan bagi United.
Dua Babak dengan Wajah Berbeda
Performa buruk United di babak pertama membuat mereka sempat tertinggal oleh gol penalti Jean-Philippe Mateta (36′). Mateta harus mengulang tendangan penaltinya setelah melakukan pelanggaran double-touch.
Ia sukses menuntaskan penalti kedua. Permainan yang lamban ini sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa United akan menutup November tanpa kemenangan di empat laga Premier League, tetapi mereka berjuang dengan gigih setelah jeda.
Di sisi lain, bagi Crystal Palace, ini menjadi kekalahan ketiga mereka di liga musim ini.
Menariknya, ketiga kekalahan Premier League yang mereka derita musim ini selalu terjadi setelah mereka melakoni laga Eropa di tengah pekan, mengindikasikan bahwa faktor kelelahan cukup berperan.
Manajer Ruben Amorim menyebut penyesuaian taktis dan semangat juang tim sebagai kunci kebangkitan mereka di babak kedua:
“Itu adalah detail kecil yang membantu. Kecepatan dan intensitas lebih baik di babak kedua. Saya bisa melihat bahwa Palace mulai kelelahan di akhir babak pertama dan saya tahu mereka akan menderita jika kami mencetak gol.
“Kami kemudian mengontrol permainan dengan baik jauh dari gawang kami dan di area lawan. Kami mengontrol permainan dengan baik, tetapi kami harus berhati-hati dengan apa yang kami lakukan di babak pertama.”



