Mengenang balapan MotoGP di tengah kabut asap Sepang pada 2015

Masalah kabut asap yang kini melanda Asia Tenggara jelang Grand Prix Malaysia mengingatkan kembali pada kejadian tahun 2015, ketika kondisi udara dan jarak pandang di Sirkuit Internasional Sepang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan balapan MotoGP.

Grand Prix Malaysia tahun ini masih dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November, dengan kondisi kabut asap diperkirakan berangsur membaik sebelum akhir pekan balapan.

Pemerintah Malaysia pada hari Selasa menyampaikan bahwa kualitas udara diperkirakan membaik dalam dua pekan menyusul perubahan arah angin ketika negara tersebut memasuki fase peralihan monsun.

Kabut asap lintas batas yang melanda Malaysia sejak Agustus lalu antara lain disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 2015 ketika Asia Tenggara menghadapi salah satu episode kabut asap terburuk dalam sejarah kawasan tersebut.

Saat itu, penyelenggara Grand Prix Malaysia memantau tingkat pencemaran udara di Sepang, tetapi kekhawatiran utama juga tertuju pada jarak pandang yang dapat mengganggu operasional helikopter medis.

Petugas balapan harus memastikan helikopter tersebut dapat beroperasi jika terjadi keadaan darurat.

Mereka juga mengevaluasi waktu tempuh ambulans menuju rumah sakit melalui jalur darat sebagai langkah alternatif apabila pembalap yang cedera membutuhkan penanganan medis segera.

Meski muncul kekhawatiran terkait keselamatan, Grand Prix Malaysia pada 25 Oktober 2015 tetap berlangsung dengan jarak balapan semula, yakni 20 lap.

Dani Pedrosa keluar sebagai pemenang bersama Honda, diikuti dua pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, masing-masing di posisi kedua dan ketiga.

Namun, isu kabut asap akhirnya tenggelam di balik kontroversi insiden antara Rossi dan Marc Marquez yang membuat pembalap Honda tersebut tersingkir dari balapan.

Insiden itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim tersebut.

Rossi mendapat penalti yang memaksanya memulai balapan terakhir di Valencia dari posisi paling belakang, sementara Lorenzo meninggalkan Sepang dengan selisih hanya tujuh poin di antara keduanya.

Pada balapan penutup musim, Rossi berhasil bangkit untuk finis di posisi keempat.

Namun, kemenangan Lorenzo di Valencia membuatnya merebut gelar juara dunia dengan keunggulan lima poin.

Sebelas tahun kemudian, Sepang kembali akan menjadi salah satu arena penting dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.

Jorge Martin kini memimpin klasemen dengan keunggulan hanya dua poin atas Marquez jelang Grand Prix Australia.

Seri Malaysia akan berlangsung setelah Australia, sehingga masih ada sedikit waktu bagi kondisi kabut asap untuk membaik sebelum para pembalap tiba di Sepang.

Saksikan aksi MotoGP secara langsung melalui SPOTV NOW.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV SEA (@spotvsea)