Novak Djokovic, legenda tenis asal Serbia, sedang mengejar gelar Grand Slam ke-25. Target yang sulit diraih, namun akan menjadi sebuah pencapaian yang menjadikannya legenda tak terbantahkan dalam sejarah tenis.
Saat ini Djokovic sejajar dengan Margaret Court dengan 24 gelar Grand Slam, dan misinya jelas: menutup kariernya di puncak piramida tanpa ada nama lain di sampingnya.
Perjuangan Terbaru
Sejak kemenangan terakhirnya di US Open 2023, Djokovic telah mengalami tujuh kegagalan untuk merebut gelar Grand Slam ke-25.
Musim 2025 menjadi titik balik yang jarang terjadi: untuk pertama kalinya sejak 2017, ia mencapai semifinal di keempat turnamen besar tetapi gagal lolos ke final. Ia kalah dari Alexander Zverev di Australia Open, Jannik Sinner di semifinal French Open dan Wimbledon, serta dari Carlos Alcaraz di tahap yang sama di US Open.
Dalam wawancara dengan Piers Morgan, Djokovic mengakui mereka hebat, terutama sosok Sinner dan Alcaraz:
“Saya sadar bahwa jika dibandingkan level terbaik saya sekarang dengan level terbaik mereka, mereka lebih baik. Itulah kenyataannya.”
Namun semangat kompetitifnya tak tergoyahkan:
“Saya selalu percaya pada hal-hal yang hampir mustahil untuk dicapai. Saya memang ragu apakah bisa menang Grand Slam melawan dua pemain ini. Tapi ketika saya masuk ke lapangan, saya tidak peduli siapa lawannya. Saya selalu percaya saya lebih baik dan pantas menang.”
Baca Juga: Alexandra Eala dan Janice Tjen Ukir Sejarah
Motivasi dan Realita
Meski mengalami kemunduran, Djokovic tetap teguh. “Grand Slam adalah motivasi utama saya,” ujarnya berulang kali.
Mantan juara Wimbledon Marion Bartoli menegaskan, “Dia ingin mengakhiri karier dengan 25 Grand Slam agar berada di puncak piramida tanpa ada nama lain di sampingnya.”
Namun Djokovic mengakui kerasnya kenyataan usia. “Saya percaya bahwa sampai batas tertentu saya adalah superman yang tidak akan pernah cedera, yang tidak akan pernah lemah,” katanya.
“Tapi saya mendapat tamparan dari kenyataan dalam beberapa tahun terakhir. Saya baru mengenal babak baru ini.”
Di usia 38 tahun, Djokovic menghadapi masalah fisik yang semakin berat, termasuk cedera bahu dan lutut yang memaksanya mundur dari ATP Finals. Sementara itu, generasi baru—dipimpin oleh Alcaraz dan Sinner—telah merebut delapan gelar mayor terakhir, menandai pergeseran besar dalam tenis putra.
Langkah Berikutnya
Djokovic diperkirakan akan menyesuaikan jadwalnya untuk musim 2026, fokus pada Grand Slam lapangan keras di mana ia secara historis mendominasi. Para analis percaya peluang terbaiknya ada di Australian Open dan US Open, meskipun ada spekulasi ia mungkin beralih mengejar rekor 109 gelar ATP milik Jimmy Connors.
Untuk saat ini, pertanyaannya tetap: Bisakah Djokovic menantang usia, cedera, dan bintang-bintang baru untuk merebut Grand Slam ke-25?
Daftar Gelar Grand Slam Novak Djokovic dan Margaret Court
| Turnamen | Novak Djokovic | Margaret Court |
|---|---|---|
| Australian Open | 2008, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2019, 2020, 2021, 2023 | 1960, 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1966, 1969, 1970, 1971, 1973 |
| French Open | 2016, 2021, 2023 | 1962, 1964, 1969, 1970, 1973 |
| Wimbledon | 2011, 2014, 2015, 2018, 2019, 2021, 2022 | 1963, 1965, 1970 |
| US Open | 2011, 2015, 2018, 2023 | 1962, 1965, 1969, 1970, 1973 |



