November Kelabu, Man United Kalah dari 10 Pemain Everton

Ruben Amorim, masih belum bisa membawa timnya berjaya di Premier League. (Andrew Yates/Sportimage/Imago)

Periode gemilang Manchester United pada Oktober, kini hancur lebur menjadi mimpi buruk di bulan November. Pukulan terbaru datang pada Selasa dini hari WIB (25/11/25) ketika mereka tersungkur 0-1 melawan Everton di Old Trafford.

Yang membuat kekalahan ini mencengangkan adalah konteksnya: United bermain selama 77 menit melawan 10 pemain setelah insiden aneh, di mana Idrissa Gueye dari Everton diusir pada menit ke-13 usai menampar rekan setimnya sendiri, Michael Keane. Meski unggul jumlah pemain, Red Devils sama sekali tidak dapat menemukan cara membobol pertahanan tim tamu.

Drama Gueye-Keane dan Gol Indah Dewsbury-Hall

Kartu merah Gueye akibat konfrontasi fisik yang panas dengan Keane harusnya memberikan inisiatif kepada United. Alih-alih memanfaatkan situasi, kubu tuan rumah langsung dihukum.

Berselang 16 menit setelah kartu merah tersebut, Kiernan Dewsbury-Hall membuat gol indah. Keunggulan itu mereka pertahankan dengan gagah berani hingga peluit akhir.

Kekalahan ini mencatatkan sejarah suram bagi Manchester United: menurut BBC, ini adalah pertama kalinya mereka kalah dalam pertandingan Premier League di Old Trafford setelah tim lawan mendapatkan kartu merah. Rekor mereka sebelumnya dalam situasi ini sangat impresif, yaitu 46 pertandingan dengan 36 kemenangan dan 10 hasil imbang.

 


Pasang Surut di November

Oktober adalah periode positif bagi United. Mereka mengamankan kemenangan besar atas Sunderland, Brighton, dan, yang paling masif, Liverpool di Anfield. Manajer Ruben Amorim dengan pantas meraih penghargaan Manager of The Month, sementara Bryan Mbeumo membawa pulang gelar Player of The Month.

Namun, momentum itu benar-benar hilang di November, berubah menjadi rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan. Sebelum kekalahan dari Everton, Bruno Fernandes dkk. hanya mampu menyelamatkan hasil imbang yang tidak meyakinkan, yaitu 2-2 melawan Nottingham Forest dan Tottenham.

Rentetan hasil buruk ini membuat Manchester United melorot di klasemen Premier League. Mereka kini berada di posisi ke-10 dengan 18 poin, hanya dipisahkan oleh selisih gol dari Everton yang berada di posisi ke-11 dan Liverpool di posisi ke-12. Kemenangan besar seharusnya melambungkan mereka ke zona Eropa; sebaliknya, mereka terperosok di paruh bawah sepuluh besar.

Jadwal Pertandingan: Kesempatan Menebus Diri

Pasukan Ruben Amorim kini menghadapi serangkaian pertandingan krusial untuk menghentikan kemerosotan di bulan November dan kembali bersaing untuk posisi Eropa.

Mereka akan segera berusaha bangkit dalam pertandingan terakhir mereka bulan ini sebelum periode sibuk menjelang Natal dimulai pada bulan Desember.

Tanggal Kompetisi Lawan Lokasi
Min 30 Nov Premier League Crystal Palace Tandang (Selhurst Park)
Kam 04 Des Premier League West Ham United Kandang (Old Trafford)
Sen 08 Des Premier League Wolves Tandang (Molineux Stadium)
Sen 15 Des Premier League Bournemouth Kandang (Old Trafford)
Min 21 Des Premier League Aston Villa Tandang (Villa Park)

Manajer Ruben Amorim tidak menahan diri dalam penilaiannya terhadap kegagalan tim.

“Old Trafford ada di sana mengatakan ‘kita semua di sini untuk mengambil langkah besar ke atas’ dan saya merasa bahwa kami belum siap,” katanya.

“Sekali lagi, dalam lima pekan ini, ketika semua orang memuji perkembangan kami, saya selalu mengatakan hal yang sama. Kami bahkan belum mendekati posisi seharusnya kami berada di klub ini.”

Pelatih asal Portugal itu menyoroti kurangnya komitmen dan gairah, bahkan memuji semangat bertarung yang ditunjukkan oleh dua pemain Everton—meskipun ia berharap timnya akan menunjukkan gairah yang sama tanpa berakhir dengan kartu merah.

“Bertengkar bukanlah hal yang buruk,” tegas Amorim. “Bertengkar bukan berarti mereka tidak saling menyukai. Bertengkar berarti ketika Anda kehilangan bola dan ‘saya akan melawan Anda karena kita akan kebobolan’. Saya berharap para pemain saya, ketika mereka kehilangan bola, saling bertarung.”

Kata-kata terakhir Amorim adalah kenyataan pahit bagi klub dan para penggemarnya, menunjukkan bahwa tim ini jauh dari siap untuk bersaing di level tertinggi:

“Saya tahu di titik mana kami berada,” katanya. “Saya merasakan itu selama periode ini… Kami belum mencapai, bahkan belum mendekati titik seharusnya kami berada untuk memperebutkan posisi terbaik di liga.”

Sang manajer menyimpulkan bahwa mereka harus “sempurna untuk memenangkan pertandingan,” dan melawan 10 pemain Everton, mereka jauh dari kata sempurna. Manchester United kini harus menemukan cara untuk segera bangkit dari mimpi buruk ini sebelum musim mereka semakin terperosok dalam kekecewaan.

 

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW