Wakil Asia Tenggara buat kejutan di hari pembukaan Wimbledon
Oleh admin1 hari lalu
(AELTC/Kieran Cleeves)
Hari pembukaan Wimbledon 2026 menghadirkan kejutan dari wakil Asia Tenggara setelah Janice Tjen dari Indonesia dan petenis Thailand, Mananchaya Sawangkaew, sama-sama menyingkirkan pemain unggulan untuk melaju ke putaran kedua.
Tjen melanjutkan rekor impresifnya atas unggulan ke-22, Leylah Fernandez, dengan kemenangan 6-1, 7-6(3).
Hasil itu membuatnya mencatat tiga kemenangan dari tiga pertemuan melawan petenis Kanada tersebut musim ini, setelah sebelumnya juga mengalahkannya di Australian Open dan Dubai Duty Free Tennis Championships.
Sawangkaew menciptakan salah satu kejutan terbesar pada hari pertama turnamen setelah bangkit dari kekalahan set pertama dan menyelamatkan satu match point sebelum menaklukkan finalis Roland Garros 2026, Maja Chwalińska, 2-6, 7-5, 6-2.
Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi kemenangan pertamanya di undian utama Grand Slam, tetapi juga membuat Sawangkaew menjadi petenis Thailand pertama yang memenangi laga tunggal di undian utama Wimbledon sejak Luksika Kumkhum melaju ke putaran kedua pada tahun 2018.
Wakil Thailand lainnya, Lanlana Tararudee, juga memastikan tempat di putaran kedua setelah mengalahkan petenis Austria, Lilli Tagger. Hasil itu membuat tiga wakil Asia Tenggara berhasil melewati rintangan pertama.
Perhatian kini beralih ke bintang Filipina, Alexandra Eala, yang akan memulai perjuangannya di nomor tunggal pada hari Selasa melawan Renata Zarazua dari Meksiko.
Meski turnamen baru berjalan dua hari, Wimbledon 2026 sudah menghadirkan berbagai rekor unik, pencapaian bersejarah, dan statistik menarik.
Berikut 10 fakta menarik yang tercipta setelah berakhirnya putaran pertama di All England Club.
Novak Djokovic melanjutkan rekor sempurnanya di putaran pertama Wimbledon dengan meraih kemenangan ke-21 secara beruntun setelah mengalahkan Wu Yibing dari China dalam tiga set langsung. Kemenangan itu juga menjadikan petenis Serbia tersebut sebagai pemain pertama di Era Terbuka yang mencatat lebih dari 80 kemenangan putaran pertama di keempat turnamen Grand Slam.
Sinner samai rekor legenda Italia
Jannik Sinner menyamai rekor Nicola Pietrangeli sebagai petenis Italia dengan kemenangan tunggal Grand Slam terbanyak setelah meraih kemenangan ke-94 usai mengalahkan Miomir Kecmanović dalam lima set. Petenis nomor satu dunia itu berpeluang menjadi pemegang rekor baru jika mampu mengalahkan Nuno Borges di putaran kedua.
Juara bertahan kembali dipaksa bermain lima set
Kecmanović menjadi pemain kedua secara beruntun yang memaksa juara bertahan tunggal putra Wimbledon bermain hingga lima set pada putaran pertama. Tahun lalu, Fabio Fognini membawa Carlos Alcaraz ke lima set, sementara sebelumnya Alejandro Falla melakukan hal serupa terhadap Roger Federer pada edisi 2010.
Wild card menjadi unggulan
Meski kalah di putaran pertama, Maja Chwalińska mencatat rekor unik dengan menjadi pemain unggulan yang tampil melalui wild card di turnamen Grand Slam. Finalis Roland Garros 2026 itu menjadi petenis ketiga di Era Terbuka yang melakukannya setelah Martina Hingis di US Open 2002 dan Patty Schnyder di Wimbledon 2004.
Britania Raya catat awal terburuk sejak 1988
Sebanyak 15 petenis tuan rumah tersingkir pada putaran pertama, menjadikannya awal terburuk bagi Britania Raya di Wimbledon dalam hampir empat dekade. Cameron Norrie juga termasuk di antara nama besar yang tersingkir setelah kalah dari Michael Zheng, sehingga hanya Katie Swan, Jacob Fearnley, Arthur Fery, dan Jan Choinski yang masih bertahan di nomor tunggal.
Harapan tuan rumah sebenarnya sudah terpukul sebelum turnamen dimulai setelah Jack Draper dan Emma Raducanu mundur karena cedera.
Pablo Carreño Busta akhirnya meraih kemenangan pertamanya di undian utama tunggal Wimbledon setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat pertandingan berlangsung. Sebelumnya, petenis Spanyol itu selalu kalah dalam tujuh penampilan terdahulu.
Jodar gabung kelompok elite remaja Spanyol
Rafael Jodar meraih kemenangan pertamanya di level ATP Tour di lapangan rumput, sekaligus menjadi petenis remaja kelima dari Spanyol yang pernah memenangi pertandingan tunggal putra Wimbledon di Era Terbuka. Ia bergabung dengan Sergi Bruguera, Tommy Robredo, Rafael Nadal, dan Carlos Alcaraz.
Makedonia Utara ukir sejarah
Lina Gjorcheska mencatat sejarah sebagai petenis pertama dari Makedonia Utara yang tampil di undian utama tunggal Grand Slam. Petenis berusia 31 tahun itu lolos melalui babak kualifikasi sebelum langkahnya terhenti di putaran pertama setelah kalah dari Amanda Anisimova.
Dari Rusia, kini Uzbekistan
Polina Kudermetova, Kamilla Rakhimova, dan Maria Timofeeva menjalani debut Wimbledon sebagai wakil Uzbekistan setelah berganti kewarganegaraan dari Rusia. Mereka menjadi bagian dari tren petenis kelahiran Rusia yang kini membela negara lain, termasuk Anastasia Potapova yang kini mewakili Austria dan Daria Kasatkina yang memperkuat Australia.
Empat wakil Asia Tenggara lolos ke putaran kedua
Alexandra Eala memastikan Asia Tenggara terus mencuri perhatian setelah mengalahkan Renata Zarazua dari Meksiko untuk meraih kemenangan pertamanya di putaran pertama Wimbledon. Ia bergabung dengan Janice Tjen, Mananchaya Sawangkaew, dan Lanlana Tararudee di putaran kedua, sehingga empat wakil Asia Tenggara masih bertahan di turnamen.
Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang lolos ke putaran kedua Wimbledon sejak Angelique Widjaja pada tahun 2003, sementara Sawangkaew mengakhiri penantian tujuh tahun Thailand untuk kembali memiliki wakil yang memenangi laga tunggal putri di All England Club.
Naomi Osaka mengungkapkan bahwa warisan Jepang dan film Kill Bill menjadi inspirasi di balik busana istimewa yang dikenakannya saat memasuki lapangan pada laga pembuka Wimbledon 2026.
Juara Grand Slam empat kali itu mencuri perhatian dengan tampil mengenakan busana serba putih rancangan khusus yang terinspirasi dari pakaian seremonial tradisional Jepang, sekaligus tetap mematuhi aturan berpakaian serba putih di Wimbledon.
Sebelum pertandingan dimulai, Osaka kemudian berganti ke pakaian tanding berwarna putih produksi Nike.
Setelah mengalahkan petenis Prancis, Elsa Jacquemot, 6-1, 7-5 di putaran pertama, Osaka menjelaskan bahwa desain tersebut mencerminkan warisan budayanya sekaligus terinspirasi dari salah satu film favoritnya.
"Warisan Jepang sangat berarti bagi saya," kata Osaka.
"Wimbledon mewajibkan pakaian serba putih, jadi saya pikir akan menarik jika saya mengenakan kimono.
"Salah satu film favorit saya adalah Kill Bill. Saya sangat menyukai karakter O-Ren Ishii yang diperankan Lucy Liu. Dia mengenakan kimono putih yang sangat ikonik."
Osaka, yang dikenal dengan penampilan uniknya di turnamen Grand Slam, juga memperkenalkan busana bertema khusus di Australian Open dan Roland Garros tahun ini.
Juan Mata semakin mempererat hubungannya dengan Melbourne Victory setelah resmi bergabung sebagai bagian dari kelompok pemilik klub A-League tersebut.
Investasi itu dilakukan secara terpisah dari statusnya sebagai pemain.
Mantan bintang Spanyol berusia 38 tahun itu juga belum memutuskan apakah akan terus bermain pada musim depan.
Apabila memutuskan pensiun, Mata akan menjabat sebagai ketua komite sepak bola yang baru dibentuk oleh klub.
Mata menikmati musim debut yang impresif bersama Melbourne Victory dengan membantu tim finis di peringkat keempat A-League Men.
Penampilan konsistennya juga membuatnya meraih Johnny Warren Medal 2025/26, penghargaan untuk pemain terbaik liga.
"Saya benar-benar percaya sepak bola Australia memiliki masa depan yang cerah," kata Mata.
"Sejak bergabung dengan Melbourne Victory, saya bisa merasakan sendiri semangat yang dimiliki klub ini serta potensi besar A-League.
"Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan itu, bukan hanya untuk satu musim, tetapi dalam jangka panjang."
Keterlibatan Mata dalam struktur kepemilikan klub berlaku efektif segera, menjadikannya salah satu dari sedikit pemain profesional aktif yang memiliki saham di klub yang dibelanya.
Selain Melbourne Victory, mantan pemain Manchester United dan Chelsea itu juga memiliki investasi di klub MLS, San Diego FC, serta tim F1, Alpine.
Kemenangan Ai Ogura di Grand Prix Belanda 2026 membuat hanya tersisa empat pembalap penuh waktu yang belum pernah memenangi balapan MotoGP.
Pembalap Jepang tersebut meraih kemenangan perdananya di Assen setelah mengalahkan rekan setimnya di Trackhouse Racing, Raúl Fernández, sementara Jorge Martín dari Aprilia melengkapi podium.
Keberhasilan itu juga menjadikan Ogura sebagai pembalap Jepang pertama yang memenangi balapan kelas premier sejak Makoto Tamada di Motegi pada tahun 2004, sekaligus menjadi pemenang Grand Prix ke-125 yang berbeda dalam sejarah MotoGP.
Kemenangan tersebut turut melanjutkan tren munculnya pemenang baru di kelas premier dalam dua musim terakhir. Raúl Fernández dan Fermín Aldeguer masing-masing meraih kemenangan MotoGP perdana mereka pada musim 2025.
Kini, Pedro Acosta menjadi nama paling menonjol yang masih menantikan kemenangan pertamanya di MotoGP meski sudah beberapa kali naik podium.
Luca Marini juga masih memburu kemenangan perdana saat memasuki musim keenamnya di kelas premier bersama Honda.
Dua pembalap lainnya yang belum pernah mencicipi kemenangan MotoGP adalah Diogo Moreira dan Toprak Razgatlıoğlu, yang sama-sama sedang menjalani musim debut di kelas premier.
Berikut daftar lengkap pembalap penuh waktu MotoGP beserta jumlah kemenangan mereka di kelas premier hingga 29 Juni 2026.