Zverev hargai pengorbanan sang ibu usai juara US Open

(Pete Staples/USTA)

Alexander Zverev memberikan penghormatan khusus kepada ibunya setelah menjuarai US Open, sosok yang selalu meyakinkannya bahwa diabetes tidak akan menghalangi impiannya untuk menjadi petenis.

Petenis Jerman itu mengalahkan Ben Shelton 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2 dalam final di Arthur Ashe Stadium pada hari Minggu untuk meraih gelar US Open pertama sekaligus Grand Slam kedua dalam kariernya.

Zverev didiagnosis menderita diabetes Tipe 1 saat berusia empat tahun dan keluarganya ketika itu diberi tahu oleh dokter bahwa penyakit tersebut mungkin akan membatasi keterlibatannya dalam olahraga.

Namun, ibunya, Irina, menolak menerima bahwa kondisi tersebut akan menentukan masa depan putranya dan terus mendukung Zverev untuk mengejar cita-citanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by US Open (@usopen)

“Saya ingin berterima kasih kepada seseorang yang sebenarnya tidak menonton pertandingan saya, tetapi dia adalah sosok paling penting dalam hidup saya,” kata Zverev saat upacara penyerahan trofi.

“Ketika putra Anda yang berusia empat tahun didiagnosis menderita diabetes dan dokter mengatakan bahwa peluangnya dalam olahraga sangat terbatas, Anda harus menjadi seorang ibu yang sangat kuat untuk keluar dari ruang dokter dan berkata, ‘Anak saya akan menjadi apa pun yang dia inginkan.’

“Jika dia ingin menjadi petenis, dia akan menjadi petenis. Penyakit ini tidak akan menentukan hidupnya.”

Sepanjang kariernya, Zverev harus terus memantau kadar glukosa darah dan menggunakan insulin ketika diperlukan, termasuk saat sedang bertanding.

Ia awalnya memilih merahasiakan penyakit tersebut sebelum mengungkapkannya kepada publik pada tahun 2022. Pada tahun yang sama, Zverev mendirikan Alexander Zverev Foundation untuk membantu anak-anak dan kaum muda yang menderita diabetes.

“Ibu adalah sosok paling penting dan paling kuat yang saya kenal. Dia harus menjadi seorang wanita yang sangat tangguh untuk melakukan semua yang telah dilakukannya,” tambah Zverev.

Kini, 25 tahun setelah didiagnosis menderita diabetes, Zverev sudah memiliki dua gelar terbesar dalam tenis hanya dalam rentang tiga bulan.

Petenis berusia 29 tahun itu meraih gelar Grand Slam pertamanya di French Open pada bulan Juni sebelum melengkapinya dengan gelar US Open, enam tahun setelah kalah dari Dominic Thiem dalam final di Flushing Meadows pada tahun 2020.

Kesuksesan di New York juga melengkapi musim Grand Slam terbaik Zverev setelah ia setidaknya mencapai semifinal di keempat turnamen major tahun ini.