Prediksi Skor Al Nassr vs Al Khaleej: Ronaldo vs King, Siapa Paling Tajam?
Oleh Lee Seng Foo6 bulan lalu
CR7 dan Joshua King bakal adu tajam. Saksikan di SPOTV NOW.
Ketika Al Nassr menjamu Al Khaleej di Al-Awwal Park, Riyadh, sorotan utama akan tertuju pada dua penyerang tajam: Cristiano Ronaldo dan Joshua King. Keduanya menjadi pemain kunci bagi tim masing-masing musim ini, dan duel mereka bisa menentukan hasil pertandingan.
Cristiano Ronaldo: 9 gol dari 8 laga, terus mengejar rekor 1.000 gol sepanjang karier. Finishing kelas dunia dan dominasi udara membuatnya ancaman di kotak penalti.
Joshua King: 9 gol dari 9 laga. Jadi tumpuan serangan Al Khaleej dengan kekuatan fisik dan pergerakan cerdas untuk memanfaatkan serangan balik.
Al Nassr: 8 kemenangan dari 8 laga, 26 gol dicetak, hanya 4 kebobolan.
Al Khaleej: Peringkat 6, 21 gol dicetak, 11 kebobolan.
Head-to-Head: Al Nassr menang empat pertemuan terakhir di liga. Prediksi: Al Nassr favorit kuat; banyak analis memprediksi skor 3–0 atau 3–1.
Absensi Penting:
Al Nassr: Inigo Martínez (diragukan), Saad Haqawi (diragukan).
Al Khaleej: Paulo Fernandes (skorsing).
Perkiraan Susunan Pemain
Al Nassr (4-2-3-1):
Bento; Nawaf Boushal, Simakan, Inigo Martínez, Aiman Yahya; Brozović, Ângelo Gabriel; Coman, João Félix, Mané; Cristiano Ronaldo
Al Khaleej (4-4-2):
Moris; Rebocho, Schenkeveld, Al-Khabrani, Al-Hamsal; Masouras, Kourbelis, Kanabah, Al-Harajin; Fortounis; Joshua King
Kontras Gaya Bermain
Cristiano Ronaldo: Finisher murni, unggul dalam kombinasi cepat dan duel udara. Memanfaatkan ruang dan kesalahan lawan dengan mematikan.
Joshua King: Striker dinamis, kuat dalam hold-up play dan transisi. Kecepatan dan kekuatan fisik cocok untuk serangan balik Al Khaleej.
Apa yang Dipertaruhkan?
Al Nassr: Kemenangan akan memperkokoh posisi puncak klasemen.
Al Khaleej: Jika mampu mengalahkan pemimpin liga, ini akan jadi kemenangan prestisius—dan performa Joshua King akan sangat menentukan.
Jorge Martin: From Heaven to Hell
Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia
Setelah balapan di Mugello, MotoGP 2026 kini berlanjut ke Balaton Park untuk Grand Prix Hungaria, dengan sejumlah aspek menarik yang diperkirakan akan menjadi sorotan sepanjang akhir pekan. Berikut lima hal yang patut diperhatikan menjelang aksi yang dapat disaksikan secara langsung di SPOTV NOW.
Saat MotoGP kembali ke Hungaria musim lalu, Marc Márquez menikmati salah satu akhir pekan paling dominan dalam kariernya. Pembalap Spanyol itu meraih pole position, memenangkan sprint race dan Grand Prix, serta mencatat lap tercepat untuk menyapu bersih seluruh pencapaian di Balaton Park. Keberhasilan tersebut juga memperpanjang rekor tujuh kemenangan beruntun yang mencakup sprint race dan balapan utama, catatan terbaik sejak format sprint diperkenalkan pada tahun 2023.
Balaton Park masih menunggu grid penuh pembalap reguler
Meski ini merupakan kunjungan kedua MotoGP ke Balaton Park dan Grand Prix Hungaria keempat dalam sejarah, sirkuit tersebut masih belum pernah menyaksikan seluruh pembalap reguler MotoGP tampil secara bersamaan. Maverick Viñales absen pada balapan tahun lalu akibat cedera, sementara Álex Márquez dan Johann Zarco dipastikan tidak akan tampil akhir pekan ini.
Dengan Álex Márquez yang masih belum pulih sepenuhnya, Gresini Racing memanggil pembalap WorldSBK Iker Lecuona untuk Grand Prix Hungaria. Terakhir kali pembalap Spanyol itu tampil di MotoGP adalah pada tahun 2023 ketika menggantikan Álex Rins bersama LCR Honda di Grand Prix Malaysia dan Qatar. Balaton Park juga bukan sirkuit yang asing bagi Lecuona karena ia telah membalap di sana dalam ajang WorldSBK musim ini dan finis kedua di kedua balapan.
Italia kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mencetak sejarah sebagai negara pertama yang mencapai 300 kemenangan di kelas premier. Kemenangan Marco Bezzecchi di Mugello pada putaran sebelumnya merupakan kemenangan ke-299 bagi pembalap Italia di level tertinggi MotoGP. Dengan Ducati dan Aprilia yang terus tampil kompetitif, serta banyaknya pembalap Italia di barisan depan, peluang untuk mencapai rekor tersebut di Hungaria terlihat sangat besar.
Moto4 Northern Cup juga kembali beraksi akhir pekan ini di Balaton Park untuk putaran ketiga musim 2026. Anina Urlass datang sebagai pemimpin klasemen kejuaraan, sementara dua pembalap Jerman lainnya, Robin Siegert dan Thias Wenzel, melengkapi tiga besar klasemen sementara.
Meski Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung tanpa kehadiran negara Asia Tenggara, kawasan ini tetap memiliki wakil di panggung sepak bola terbesar dunia tersebut.
Sejumlah pemain yang bermain untuk klub di Malaysia, Thailand, dan Indonesia berhasil membantu negara masing-masing lolos ke turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari 11 Juni hingga 19 Juli.
Selangor menjadi klub dengan wakil terbanyak, sementara Terengganu, Port FC, dan Persib Bandung juga menyumbangkan pemain ke skuad Piala Dunia 2026. Berikut lima pemain yang akan, atau nyaris, membawa nama liga Asia Tenggara ke Piala Dunia 2026.
Mohammad Abualnadi (Selangor/Jordania)
Abualnadi bergabung dengan Selangor tidak lama setelah menjalani debut bersama tim nasional Jordania dalam laga melawan Korea Utara pada tahun 2024. Sejak saat itu, pemain berusia 25 tahun tersebut berkembang menjadi salah satu pilar utama Red Giants, sembari mempertahankan posisinya di skuad Jordania sepanjang kualifikasi Piala Dunia. Lahir di Amerika Serikat, Abualnadi kini berpeluang kembali ke negara kelahirannya sebagai pemain Piala Dunia, sebuah momen yang tentu sangat berarti baginya.
Al-Rawabdeh sudah menjadi salah satu pemain paling berpengalaman Jordania ketika bergabung dengan Selangor pada tahun 2023. Gelandang tersebut terus memainkan peran penting bagi negaranya saat Jordania mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa Jordania masih memberikan kepercayaan penuh kepada pemain yang berkompetisi di Liga Super Malaysia, meskipun memiliki banyak pemain yang bermain di liga yang lebih besar.
Kepindahannya ke Terengganu pada awal tahun ini tidak memengaruhi posisinya di tim nasional Curaçao. Penyerang tersebut tetap menjadi bagian dari skuad yang mencetak sejarah dengan membawa Curaçao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dengan sembilan gol dalam 28 penampilan internasional, Kastaneer diperkirakan akan menjadi salah satu pemain kunci negara Karibia itu di Amerika Utara nanti.
Sulaka sempat terlihat semakin jauh dari skuad Irak setelah jarang dipanggil sepanjang tahun lalu, tetapi musim yang impresif bersama Port FC mengubah situasi tersebut. Bek berpengalaman itu berperan besar membantu klubnya finis sebagai runner-up Liga Thailand, lolos ke AFC Champions League Elite (ACLE), dan menjuarai Piala Liga Thailand, yang pada akhirnya membuka kembali pintu ke tim nasional Irak.
Meski bukan sosok utama sepanjang kualifikasi Irak, Putros tetap berhasil mengamankan tempat di skuad akhir. Pemain kelahiran Denmark tersebut datang ke Piala Dunia setelah membantu Persib Bandung menjuarai Liga 1 Indonesia musim 2025/26, menambah satu lagi pencapaian penting dalam kariernya.
Fortes awalnya dianggap memiliki peluang besar untuk masuk skuad setelah menjalani musim yang sangat baik bersama Selangor. Ia mencetak 13 gol dalam 40 penampilan serta membantu Red Giants mencapai final ASEAN Club Championship, selain kembali mendapat panggilan tim nasional Cape Verde pada Maret 2025.
Fernandes mulai menarik perhatian setelah menjalani debut internasional bersama Cape Verde pada tahun 2025 sebelum kembali dipanggil untuk laga melawan Mesir. Meski sempat masuk radar tim nasional, bek tengah tersebut akhirnya gagal mengamankan tempat di Piala Dunia.
Schindler juga berharap bisa dipanggil memperkuat Ghana setelah bergabung dengan Buriram United secara gratis dari Samsunspor. Meski tidak didaftarkan untuk kompetisi liga, pemain sayap itu tetap berperan penting dalam keberhasilan Buriram menjuarai Piala FA Thailand dan ASEAN Club Championship. Salah satu momen terbaiknya adalah gol penting saat menghadapi Johor Darul Ta'zim (JDT) di semifinal ASEAN Club Championship.
Sebanyak tujuh pemain remaja berhasil mengamankan tempat langsung di undian utama tunggal Wimbledon 2026, mencerminkan munculnya generasi baru yang semakin mencuri perhatian di panggung tenis profesional.
Lima di antaranya hadir dalam sektor tunggal putri, dengan sorotan utama tertuju kepada pemain peringkat delapan dunia, Mirra Andreeva.
Meski baru berusia 19 tahun, petenis Rusia tersebut sudah membuktikan dirinya mampu bersaing dengan kelompok elite dunia dan akan datang ke All England Club sebagai salah satu penantang yang berpotensi memberi perlawanan kepada nama-nama besar seperti Aryna Sabalenka dan Iga Świątek.
Turut menarik perhatian adalah Victoria Mboko, yang kini berada di jajaran 10 besar dunia. Kebangkitan pesat petenis Kanada itu dalam 12 bulan terakhir menjadikannya salah satu pemain muda paling menonjol di WTA Tour musim ini.
Amerika Serikat akan diwakili Iva Jovic, juara ganda putri junior Wimbledon 2024, yang untuk pertama kalinya lolos langsung ke undian utama setelah sebelumnya harus melalui babak kualifikasi pada edisi tahun lalu.
Dua pemain remaja lainnya di sektor putri adalah Tereza Valentova dari Republik Ceko dan Lilli Tagger dari Austria. Keduanya akan menjalani debut di undian utama Wimbledon setelah mencatat peningkatan peringkat yang mengesankan.
Di sektor putra, hanya dua pemain remaja yang berhasil lolos langsung ke undian utama, dengan harapan menantang dominasi para pemain papan atas seperti Jannik Sinner dan Novak Djokovic.
João Fonseca dari Brasil kembali ke Wimbledon setelah mencuri perhatian dengan mencapai putaran ketiga pada debutnya tahun lalu. Penampilan tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di ATP Tour saat ini.
Satu nama lainnya adalah Rafael Jodar dari Spanyol, yang datang ke London setelah meraih gelar ATP Tour pertamanya di Grand Prix Hassan II awal musim ini, sekaligus melanjutkan kenaikan pesatnya di peringkat dunia.
Meski para pemain berpengalaman masih dianggap sebagai kandidat utama untuk mengangkat trofi, kehadiran tujuh pemain remaja di undian utama Wimbledon 2026 menjadi bukti bahwa generasi baru tenis dunia semakin siap untuk bersinar di panggung terbesar.
MotoGP menuju Mugello akhir pekan ini dengan sorotan kembali tertuju pada pembalap pengganti setelah cedera yang dialami Álex Márquez dan Johann Zarco memaksa Gresini Racing serta LCR Honda melakukan perubahan, dengan Michele Pirro dan Cal Crutchlow mengambil alih tempat mereka di Grand Prix Italia.
Meski kehadiran pembalap pengganti bukan hal yang luar biasa di MotoGP, hasil gemilang dari mereka jarang terjadi di era modern. Namun sepanjang sejarah kejuaraan ini, beberapa pembalap pernah menampilkan performa jauh di atas ekspektasi, bahkan mampu menantang kemenangan dan podium melawan para bintang reguler.
Berikut beberapa penampilan wildcard dan pembalap pengganti paling dikenang dalam sejarah MotoGP.
Troy Bayliss
Bayliss mencatat apa yang masih dianggap banyak orang sebagai penampilan pembalap pengganti terbaik dalam sejarah MotoGP di Valencia pada tahun 2006. Dipanggil Ducati untuk menggantikan Sete Gibernau yang cedera, pembalap Australia itu datang dari Kejuaraan Dunia Superbike dan langsung beradaptasi dengan Desmosedici.
Setelah lolos kualifikasi di posisi kedua, Bayliss mengejutkan seluruh paddock dengan mengalahkan Valentino Rossi, Nicky Hayden, dan Loris Capirossi untuk meraih kemenangan pertama sekaligus satu-satunya di MotoGP.
Katsuyuki Nakasuga
Meski memiliki pengalaman balap MotoGP yang sangat terbatas di luar tugasnya sebagai test rider, Nakasuga dipanggil Yamaha untuk menggantikan Ben Spies yang cedera di Valencia 2012. Dalam kondisi lintasan yang sulit, pembalap Jepang itu tetap tenang ketika sejumlah nama besar gagal finis, sebelum mengakhiri balapan di posisi kedua di belakang Dani Pedrosa. Hasil tersebut tetap menjadi salah satu podium paling tak terduga dalam sejarah Yamaha.
Olivier Jacque
Setelah tidak lagi memiliki kursi tetap di MotoGP sejak musim 2003, Jacque kembali ke grid sebagai pembalap pengganti Kawasaki untuk menggantikan Alex Hofmann yang cedera pada Grand Prix China 2005 yang berlangsung dalam kondisi hujan. Pembalap Prancis itu memanfaatkan kondisi balapan yang menantang dengan sangat baik dan finis di posisi kedua di belakang Valentino Rossi, sekaligus menghadirkan salah satu podium paling mengejutkan dalam sejarah Kawasaki.
Akira Ryo
Ryo nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di MotoGP saat balapan di Suzuka pada tahun 2002. Pembalap wildcard Suzuki itu bersaing di kelompok depan sepanjang balapan sebelum finis kedua di belakang Valentino Rossi. Hasil tersebut menjadi satu-satunya podium MotoGP dalam kariernya.
Pada usia 36 tahun, Ito kembali sebagai wildcard Honda di Suzuka pada tahun 2002 setelah tiga tahun tidak membalap di kelas premier. Meski minim pengalaman balapan tingkat tertinggi saat itu, pembalap Jepang tersebut berhasil lolos kualifikasi di posisi ketiga sebelum finis keempat melawan para pembalap pabrikan reguler.
Ben Spies
Sebelum bergabung penuh waktu ke MotoGP pada tahun 2010, Spies lebih dulu membangun reputasinya melalui beberapa penampilan sebagai pembalap pengganti dan wildcard bersama Suzuki dan Yamaha. Pembalap Amerika Serikat itu berhasil meraih poin dalam keempat penampilannya, termasuk finis keenam yang mengesankan di Grand Prix Indianapolis 2008 yang dipersingkat akibat hujan, serta posisi ketujuh di Valencia setahun kemudian.
Tidak banyak pembalap yang begitu identik dengan peran wildcard dan pengganti seperti Pirro. Sejak menjadi test rider resmi Ducati pada tahun 2013, pembalap Italia itu kerap dipanggil menggantikan pembalap yang cedera sekaligus memainkan peran penting dalam program pengembangan motor Ducati. Meski tidak pernah naik podium, Pirro tetap mencatat beberapa hasil impresif, termasuk finis keempat di Valencia 2018.
Meski saat itu sudah membalap penuh waktu di MotoGP bersama Angel Nieto Team, Bautista dipanggil memperkuat tim pabrikan Ducati di Phillip Island pada tahun 2018 untuk menggantikan Jorge Lorenzo. Setelah mengalami kesulitan di sesi kualifikasi, pembalap Spanyol itu bangkit dengan penampilan solid pada hari balapan dan finis di posisi keempat.
Dani Pedrosa
Sejak pensiun dari MotoGP penuh waktu pada akhir tahun 2018, Pedrosa tetap memainkan peran penting dalam program pengembangan KTM. Namun setiap penampilannya sebagai wildcard juga membuktikan bahwa kecepatannya belum hilang meski sudah lama meninggalkan kompetisi reguler. Salah satu yang paling dikenang adalah ketika ia lolos kualifikasi di baris kedua dan finis keempat di Grand Prix San Marino 2023, sebelum meraih posisi ketiga dalam sprint race di Jerez setahun kemudian.