Salah, Casemiro, Lewandowski termasuk agen bebas terbesar musim panas ini
Oleh admin4 hari lalu
Bursa transfer musim panas kali ini berpotensi menjadi salah satu yang paling ramai dalam beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah nama besar sudah dipastikan akan meninggalkan klub masing-masing dan berstatus agen bebas.
Mohamed Salah, Casemiro, dan Robert Lewandowski menjadi beberapa pemain paling menonjol dalam daftar tersebut, dengan masa depan mereka diperkirakan akan menarik perhatian klub-klub di Eropa, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Salah dan Lewandowski sebelumnya sudah lama dikaitkan dengan klub-klub Arab Saudi, termasuk Al Ittihad yang dilaporkan pernah mengajukan tawaran sebesar £150 juta untuk Salah pada tahun 2023, tetapi ditolak. Casemiro juga dinilai berpotensi menjadi target klub Saudi Pro League, yang sekaligus bisa membuka peluang baginya untuk kembali bermain bersama mantan rekan setim di Real Madrid seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Selain itu, sejumlah pemain berpengalaman seperti Luka Modric, Ángel Di María, dan Paulo Dybala juga termasuk nama yang semakin mendekati akhir kontrak, menambah daya tarik menjelang bursa transfer kali ini.
Berikut beberapa pemain ternama yang berpotensi didapatkan secara gratis pada musim panas ini.
Pemain
Tim
Nilai Pasar (Menurut Transfermarkt)
Ibrahima Konate
Liverpool
€50m
Dusan Vlahovic
Juventus
€35m
Mohamed Salah
Liverpool
€30m
Bernardo Silva
Manchester City
€27m
Harry Wilson
Fulham
€25m
Marcos Senesi
Bournemouth
€22m
Julian Brandt
Borussia Dortmund
€20m
Jadon Sancho
Manchester United
€20m
Oscar Mingueza
Celta Vigo
€18m
Leon Goretzka
Bayern Munich
€15m
John Stones
Manchester City
€15m
Daichi Kamada
Crystal Palace
€12m
Yves Bissouma
Tottenham Hotspur
€12m
Oleksandr Zinchenko
Arsenal
€10m
Andy Robertson
Liverpool
€10m
Allan Saint-Maximin
Lens
€10m
Illan Meslier
Leeds United
€10m
Antonio Rudiger
Real Madrid
€9m
Andreas Christensen
Barcelona
€9m
Casemiro
Manchester United
€8m
Robert Lewandowski
Barcelona
€8m
Memphis Depay
Corinthians
€8m
Adama Traore
West Ham United
€8m
Raheem Sterling
Feyenoord
€5m
Paulo Dybala
Roma
€5m
Mauro Icardi
Galatasaray
€4m
Luka Modric
AC Milan
€4m
Henrikh Mkhitaryan
Inter Milan
€3.5m
David Alaba
Real Madrid
€3.5m
Angel Di Maria
Rosario Central
€1.8m
Jorge Martin: From Heaven to Hell
Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia
MotoGP menuju Mugello akhir pekan ini dengan sorotan kembali tertuju pada pembalap pengganti setelah cedera yang dialami Álex Márquez dan Johann Zarco memaksa Gresini Racing serta LCR Honda melakukan perubahan, dengan Michele Pirro dan Cal Crutchlow mengambil alih tempat mereka di Grand Prix Italia.
Meski kehadiran pembalap pengganti bukan hal yang luar biasa di MotoGP, hasil gemilang dari mereka jarang terjadi di era modern. Namun sepanjang sejarah kejuaraan ini, beberapa pembalap pernah menampilkan performa jauh di atas ekspektasi, bahkan mampu menantang kemenangan dan podium melawan para bintang reguler.
Berikut beberapa penampilan wildcard dan pembalap pengganti paling dikenang dalam sejarah MotoGP.
Troy Bayliss
Bayliss mencatat apa yang masih dianggap banyak orang sebagai penampilan pembalap pengganti terbaik dalam sejarah MotoGP di Valencia pada tahun 2006. Dipanggil Ducati untuk menggantikan Sete Gibernau yang cedera, pembalap Australia itu datang dari Kejuaraan Dunia Superbike dan langsung beradaptasi dengan Desmosedici.
Setelah lolos kualifikasi di posisi kedua, Bayliss mengejutkan seluruh paddock dengan mengalahkan Valentino Rossi, Nicky Hayden, dan Loris Capirossi untuk meraih kemenangan pertama sekaligus satu-satunya di MotoGP.
Katsuyuki Nakasuga
Meski memiliki pengalaman balap MotoGP yang sangat terbatas di luar tugasnya sebagai test rider, Nakasuga dipanggil Yamaha untuk menggantikan Ben Spies yang cedera di Valencia 2012. Dalam kondisi lintasan yang sulit, pembalap Jepang itu tetap tenang ketika sejumlah nama besar gagal finis, sebelum mengakhiri balapan di posisi kedua di belakang Dani Pedrosa. Hasil tersebut tetap menjadi salah satu podium paling tak terduga dalam sejarah Yamaha.
Olivier Jacque
Setelah tidak lagi memiliki kursi tetap di MotoGP sejak musim 2003, Jacque kembali ke grid sebagai pembalap pengganti Kawasaki untuk menggantikan Alex Hofmann yang cedera pada Grand Prix China 2005 yang berlangsung dalam kondisi hujan. Pembalap Prancis itu memanfaatkan kondisi balapan yang menantang dengan sangat baik dan finis di posisi kedua di belakang Valentino Rossi, sekaligus menghadirkan salah satu podium paling mengejutkan dalam sejarah Kawasaki.
Akira Ryo
Ryo nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di MotoGP saat balapan di Suzuka pada tahun 2002. Pembalap wildcard Suzuki itu bersaing di kelompok depan sepanjang balapan sebelum finis kedua di belakang Valentino Rossi. Hasil tersebut menjadi satu-satunya podium MotoGP dalam kariernya.
Pada usia 36 tahun, Ito kembali sebagai wildcard Honda di Suzuka pada tahun 2002 setelah tiga tahun tidak membalap di kelas premier. Meski minim pengalaman balapan tingkat tertinggi saat itu, pembalap Jepang tersebut berhasil lolos kualifikasi di posisi ketiga sebelum finis keempat melawan para pembalap pabrikan reguler.
Ben Spies
Sebelum bergabung penuh waktu ke MotoGP pada tahun 2010, Spies lebih dulu membangun reputasinya melalui beberapa penampilan sebagai pembalap pengganti dan wildcard bersama Suzuki dan Yamaha. Pembalap Amerika Serikat itu berhasil meraih poin dalam keempat penampilannya, termasuk finis keenam yang mengesankan di Grand Prix Indianapolis 2008 yang dipersingkat akibat hujan, serta posisi ketujuh di Valencia setahun kemudian.
Tidak banyak pembalap yang begitu identik dengan peran wildcard dan pengganti seperti Pirro. Sejak menjadi test rider resmi Ducati pada tahun 2013, pembalap Italia itu kerap dipanggil menggantikan pembalap yang cedera sekaligus memainkan peran penting dalam program pengembangan motor Ducati. Meski tidak pernah naik podium, Pirro tetap mencatat beberapa hasil impresif, termasuk finis keempat di Valencia 2018.
Meski saat itu sudah membalap penuh waktu di MotoGP bersama Angel Nieto Team, Bautista dipanggil memperkuat tim pabrikan Ducati di Phillip Island pada tahun 2018 untuk menggantikan Jorge Lorenzo. Setelah mengalami kesulitan di sesi kualifikasi, pembalap Spanyol itu bangkit dengan penampilan solid pada hari balapan dan finis di posisi keempat.
Dani Pedrosa
Sejak pensiun dari MotoGP penuh waktu pada akhir tahun 2018, Pedrosa tetap memainkan peran penting dalam program pengembangan KTM. Namun setiap penampilannya sebagai wildcard juga membuktikan bahwa kecepatannya belum hilang meski sudah lama meninggalkan kompetisi reguler. Salah satu yang paling dikenang adalah ketika ia lolos kualifikasi di baris kedua dan finis keempat di Grand Prix San Marino 2023, sebelum meraih posisi ketiga dalam sprint race di Jerez setahun kemudian.
Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan menjadi panggung bagi generasi baru sepak bola dunia, tetapi sejumlah pemain berusia 40-an masih mampu bertahan dan terus bersaing di level tertinggi internasional.
Saat turnamen dimulai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, nama-nama berpengalaman ini bukan sekadar melengkapi skuad. Dari penjaga gawang veteran hingga mantan pemenang Ballon d’Or, mereka masih diperkirakan memainkan peran penting bagi negara masing-masing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Yuto Nagatomo (39)
Nagatomo menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian setelah kembali dipanggil pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, meski jarang masuk skuad nasional dalam beberapa tahun terakhir. Bek FC Tokyo itu menangis setelah mengetahui dirinya akan tampil di Piala Dunia kelima, sekaligus mencetak rekor baru bagi pemain Asia. Veteran dengan 144 caps internasional tersebut juga lima tahun lebih tua dibanding pemain tertua kedua Jepang, Shogo Taniguchi, membuktikan daya tahan luar biasa mantan pemain Inter Milan itu.
Meski Marcelo Bielsa masih belum mengumumkan skuad akhir Uruguay secara resmi, Muslera diperkirakan akan tetap dibawa ke Piala Dunia 2026, yang akan menjadi penampilan kelimanya di turnamen tersebut. Kiper Estudiantes itu sebelumnya mengumumkan pensiun internasional pada tahun 2024, tetapi kembali mengenakan seragam Uruguay dalam laga persahabatan melawan Inggris dan Aljazair pada bulan Maret lalu. Kembalinya Muslera memberi gambaran bahwa Bielsa masih ingin memanfaatkan pengalaman luas sang penjaga gawang, meski Uruguay kini memiliki beberapa opsi kiper yang lebih muda.
Meski sudah berusia 40 tahun, penjaga gawang GD Chaves itu diperkirakan tetap menjadi pilihan utama Cape Verde saat mereka menjalani debut di Piala Dunia. Ia diprediksi akan mengungguli dua kiper yang lebih muda, Marcio Rosa dan CJ dos Santos, untuk memimpin tim berjuluk Blue Sharks tersebut.
Manuel Neuer (40)
Neuer awalnya mengumumkan pensiun internasional setelah EURO 2024, tetapi berubah pikiran demi kembali bersama Jerman untuk Piala Dunia kelimanya. Meski cedera mulai memengaruhi kariernya dalam beberapa tahun terakhir, pelatih Jerman Julian Nagelsmann masih diperkirakan akan mempercayai kiper Bayern Munich itu karena pengalaman dan kemampuannya yang tetap berada di level elite.
Striker legendaris Bosnia dan Herzegovina itu terus membuktikan bahwa usia bukan penghalang setelah membantu Schalke kembali ke Bundesliga. Meski sudah memasuki usia 40 tahun, Dzeko masih dianggap penting hingga Schalke dikabarkan ingin memperpanjang kontraknya melewati bulan Juni tahun ini. Statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bosnia juga membuatnya tetap menjadi andalan negara tersebut di Piala Dunia.
Modric masih menjadi motor lini tengah Kroasia pada usia 40 tahun sambil melanjutkan karier klub bersama AC Milan. Namun, sejumlah laporan menyebut mantan pemenang Ballon d’Or itu mungkin akan mengakhiri karier profesionalnya setelah Piala Dunia, sekaligus menutup perjalanan gemilang salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Kroasia.
Jika masuk skuad akhir Meksiko pada 1 Juni, Ochoa akan bergabung dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai segelintir pemain yang pernah tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Kiper AEL Limassol itu, yang akan berusia 41 tahun saat turnamen berlangsung, sudah lama dikenal sebagai pemain yang kerap tampil luar biasa di panggung Piala Dunia lewat penyelamatan-penyelamatan impresifnya.
Ronaldo akan menjadi salah satu pemain outfield tertua dalam sejarah Piala Dunia saat tampil pada usia 41 tahun. Piala Dunia 2026 juga menjadi penampilan keenamnya di turnamen tersebut, setelah baru saja membantu Al Nassr menjuarai Saudi Pro League. Pemenang lima Ballon d’Or itu masih diperkirakan memimpin lini serang Portugal, terutama setelah mencetak delapan gol dalam sembilan penampilan internasional sepanjang tahun 2025.
Jika dimainkan Skotlandia di Piala Dunia nanti, Craig Gordon akan menjadi pemain tertua kedua yang pernah tampil di turnamen tersebut, melewati rekor Faryd Mondragon dari Kolombia yang bermain pada usia 43 tahun tiga hari di Piala Dunia 2014. Hanya kiper Mesir Essam El Hadary yang berada di atasnya setelah tampil pada usia 45 tahun 161 hari di Piala Dunia 2018.
Setelah aksi penuh drama di Grand Prix Catalunya, persaingan MotoGP kini beralih ke Mugello untuk Grand Prix Italia, yang merupakan salah satu sirkuit paling ikonik dalam kalender musim ini.
Menjelang aksi yang bisa disaksikan secara langsung di SPOTV NOW, berikut lima hal menarik yang patut diperhatikan.
Ini kandang Ducati
Grand Prix Catalunya akhirnya menghadirkan sedikit kelegaan bagi Ducati Lenovo Team setelah Francesco Bagnaia finis di posisi ketiga. Kini mereka kembali ke Mugello, sirkuit yang sangat identik dengan Ducati dan kerap menjadi tempat terbaik bagi tim tuan rumah itu untuk bangkit.
Ducati memenangi tujuh dari delapan balapan MotoGP terakhir di Mugello, dengan hanya kemenangan Fabio Quartararo pada tahun 2021 yang memutus dominasi tersebut. Lebih menarik lagi, Bagnaia juga memiliki catatan yang sangat baik di sini dan kerap tampil lebih menonjol di depan pendukung sendiri, menjadikan Mugello peluang terbaik bagi Ducati untuk kembali memperkuat posisi setelah awal musim yang sedikit goyah.
Jumlah pembalap tetap bisa berkurang lagi di Mugello
Jumlah pembalap tetap MotoGP yang tampil di Mugello berpotensi kembali berkurang menyusul daftar cedera yang semakin panjang. Álex Márquez dan Johann Zarco menjadi nama terbaru setelah kecelakaan di Grand Prix Catalunya, bergabung dengan Marc Márquez yang lebih dulu absen. Fabio Di Giannantonio juga tidak ikut dalam tes Barcelona, sementara Jorge Martín turut mengalami kecelakaan dalam sesi tersebut.
Jika beberapa pembalap gagal mendapat izin medis, Mugello bisa kembali menghadirkan grid yang lebih tipis dengan tim terpaksa memakai pembalap pengganti. Sejak Suzuki meninggalkan MotoGP pada tahun 2023 dan grid tetap berkurang menjadi 22 pembalap, jumlah paling sedikit pembalap tetap yang pernah tampil dalam satu putaran adalah 17, yaitu di Grand Prix Argentina 2023 dan Grand Prix Jerman 2025.
Ai Ogura terus mencuri perhatian di musim keduanya di MotoGP setelah sudah mengoleksi 77 poin dalam enam putaran, termasuk podium di Grand Prix Amerika Serikat. Catatan itu membuatnya hanya berjarak 13 poin dari total 89 poin yang diraih sepanjang musim debutnya tahun lalu, saat menjalani 22 balapan.
Jika mampu mempertahankan performa di Mugello, pembalap Jepang itu berpeluang mencatat rekor pribadi terbaiknya lebih cepat, sekaligus menegaskan peningkatan signifikan di musim keduanya di kelas premier.
Aprilia berpeluang mencetak rekor baru sebagai pabrikan
Aprilia tampil sebagai salah satu pabrikan paling menonjol di awal musim 2026, dengan Marco Bezzecchi menjadi tumpuan utama performa impresif mereka. Hingga saat ini, Aprilia sebagai pabrikan sudah mencatat empat kemenangan Grand Prix, sekaligus menyamai rekor kemenangan terbanyak mereka dalam satu musim MotoGP, yang dicapai sepanjang kampanye 2025.
Jika momentum itu berlanjut di Mugello, Aprilia berpeluang mencetak rekor baru untuk kemenangan terbanyak dalam satu musim sebagai pabrikan, meski musim ini masih berada di tahap awal.
Selain MotoGP, Mugello juga akan menjadi panggung putaran kedua Harley-Davidson Bagger World Cup. Setelah aksi pembuka di Austin, ajang ini kembali dengan sejumlah cerita menarik, termasuk kemunculan Andrea Iannone bersama tim Indonesia, Niti Racing.
Pemimpin klasemen Archie McDonald datang dengan status sebagai pembalap yang harus dikalahkan, sementara Óscar Gutiérrez dan Jake Lewis juga diperkirakan akan memberi persaingan ketat.
Keberhasilan Auckland FC mengalahkan Sydney FC untuk menjuarai Grand Final A-League 2026 bukan hanya menghadiahkan gelar liga pertama bagi klub tersebut, tetapi juga menempatkan klub asal Selandia Baru itu dalam kelompok yang cukup unik dalam sepak bola dunia.
Keikutsertaan lintas negara dalam liga domestik memang bukan hal yang biasa. Namun, yang lebih jarang lagi adalah klub dari luar negeri yang bukan sekadar berkompetisi, tetapi juga berhasil menjadi juara liga utama di negara lain.
Berikut beberapa contoh klub yang pernah mencatat pencapaian serupa.
AS Monaco (Monaco → Prancis)
Meski berasal dari Monako, AS Monaco sudah lama menjadi bagian dari sistem sepak bola Prancis. Klub tersebut tampil sebagai salah satu kekuatan besar Ligue 1 dengan delapan gelar liga, menjadikannya contoh paling terkenal dari klub asing yang sukses menaklukkan liga negara tetangga.
Singapore FA (Singapura → Malaysia)
Sebelum Singapura memiliki struktur liga domestik modern, tim perwakilan negara itu menjadi salah satu peserta tetap dalam kompetisi sepak bola Malaysia. Mereka dua kali menjadi juara liga utama Malaysia pada 1985 dan 1994, serta tetap menjadi tim kedua tersukses dalam sejarah Piala Malaysia dengan 24 gelar.
LionsXII (Singapura → Malaysia)
Singapura kembali ke kompetisi domestik Malaysia pada tahun 2012 melalui proyek LionsXII. Tim tersebut langsung mencuri perhatian dengan finis sebagai runner-up Liga Super Malaysia di musim debut, sebelum melangkah lebih jauh dengan menjuarai liga pada tahun 2013. Mereka juga menambah gelar Piala FA Malaysia pada tahun 2015 sebelum proyek itu dihentikan dan tim dibubarkan.
Albirex Niigata (S) (Jepang → Singapura)
Albirex Niigata (S) menjadi salah satu klub asing tersukses dalam sejarah sepak bola Singapura. Bergabung ke S.League pada tahun 2004 sebagai klub satelit Albirex Niigata dari Jepang, mereka mulai meraih gelar liga pada tahun 2016 sebelum menambah lima gelar lagi pada tahun 2017, 2018, 2020, 2022, dan 2023. Dominasi tersebut menjadikan Albirex salah satu klub tersukses dalam sejarah liga utama Singapura.
Jika Albirex mendominasi dalam jangka panjang, Étoile justru menciptakan dampak instan. Klub yang diperkuat mayoritas pemain Prancis itu menjuarai S.League pada musim debut mereka pada tahun 2010, sekaligus menjadi klub asing pertama yang meraih gelar liga utama Singapura. Namun klub tersebut hanya bertahan hingga 2011 sebelum dibubarkan akibat masalah keuangan.
DPMM (Brunei → Singapura)
DPMM dari Brunei membuktikan mereka mampu bersaing di luar negeri dengan menjuarai liga utama Singapura pada tahun 2015 sebelum mengulangi prestasi itu pada tahun 2019. Kedua gelar tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah klub setelah bertahun-tahun berkompetisi di luar sistem liga domestik Brunei.
Derry City (Irlandia Utara → Republik Irlandia)
Meski berbasis di Irlandia Utara, Derry City bermain di liga Republik Irlandia dan pernah dua kali menjadi juara liga. Keberhasilan mereka pada musim 1988/89 terasa lebih istimewa karena juga dibarengi dengan gelar FAI Cup dan League Cup.
Berbasis di Oswestry tetapi bermain dalam sistem liga Wales, The New Saints menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola Wales modern. Dengan 18 gelar liga, mereka merupakan klub tersukses dalam sejarah Cymru Premier, sekaligus menikmati periode panjang dominasi di kompetisi piala domestik.