Kembalinya Serena Williams ke nomor tunggal Wimbledon pada 2026 menambah satu lagi kisah menarik dalam sejarah panjang wildcard yang diberikan oleh All England Club.
Peraih 23 gelar Grand Slam tersebut menerima wildcard tunggal setelah mengonfirmasi partisipasinya di nomor ganda bersama sang kakak, Venus Williams.
View this post on Instagram
Meski wildcard kerap memicu perdebatan, Wimbledon sering menggunakannya untuk memberi kesempatan kepada mantan juara, pemain yang kembali berkompetisi, atau mereka yang peringkatnya tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan dan situasi sebenarnya.
Sepanjang sejarah turnamen, beberapa keputusan tersebut bahkan menghasilkan kisah-kisah paling berkesan di Wimbledon.
Goran Ivanisevic (2001)
Tidak ada penerima wildcard Wimbledon yang memberikan dampak lebih besar daripada Goran Ivanisevic pada tahun 2001. Mantan finalis tiga kali itu datang ke All England Club dengan peringkat dunia ke-125 setelah diganggu cedera sepanjang musim.
Berkat rekam jejaknya di Wimbledon, petenis Kroasia tersebut menerima wildcard dan memanfaatkannya secara maksimal dengan menjuarai turnamen. Hingga kini, Ivanisevic tetap menjadi satu-satunya pemain yang pernah memenangkan gelar Grand Slam tunggal melalui jalur wildcard.
Juan Carlos Ferrero (2009)
Ferrero menerima wildcard setelah peringkat dunianya turun di luar 90 besar. Meski lebih dikenal sebagai spesialis lapangan tanah liat, mantan petenis No. 1 dunia itu mencatat salah satu perjalanan wildcard putra terbaik sejak keberhasilan Ivanišević. Ia mengalahkan Gilles Simon dan Fernando González sebelum melaju ke perempat final, di mana langkahnya dihentikan oleh Andy Murray.
View this post on Instagram
Zheng Jie (2008)
Zheng Jie mencatat salah satu pencapaian wildcard paling luar biasa pada 2008. Petenis Tiongkok tersebut mengejutkan unggulan utama Ana Ivanovic di putaran ketiga sebelum melaju hingga semifinal. Meski akhirnya kalah dari Serena Williams, Zheng menjadi pemain wildcard putri pertama yang mencapai semifinal Wimbledon serta petenis Tiongkok pertama yang menembus tahap tersebut di turnamen Grand Slam.
Pat Cash (1986)
Cedera dan operasi usus buntu membuat Pat Cash harus mengandalkan wildcard untuk tampil di Wimbledon 1986. Petenis Australia itu membalas kepercayaan tersebut dengan menyingkirkan unggulan kedua Mats Wilander sebelum mencapai perempat final. Setahun kemudian, Cash kembali sebagai pemain unggulan dan berhasil menjuarai Wimbledon.
Emma Raducanu, Naomi Osaka, Caroline Wozniacki & Angelique Kerber (2024)
Wildcard putri Wimbledon 2024 dianggap sebagai salah satu keputusan paling sukses dalam sejarah modern turnamen. Keempat pemain tersebut merupakan juara Grand Slam, tetapi peringkat mereka turun akibat cedera, cuti melahirkan, atau masa istirahat dari tenis. Raducanu kembali setelah menjalani beberapa operasi, Osaka dan Kerber melanjutkan karier usai melahirkan, sementara Wozniacki meneruskan comeback-nya setelah pensiun.
Dari seluruh penerima wildcard tunggal tahun itu, Raducanu mencatat hasil terbaik dengan mencapai putaran keempat.
View this post on Instagram



