Meski turnamen baru berjalan dua hari, Wimbledon 2026 sudah menghadirkan berbagai rekor unik, pencapaian bersejarah, dan statistik menarik.
Berikut 10 fakta menarik yang tercipta setelah berakhirnya putaran pertama di All England Club.
View this post on Instagram
Djokovic tetap sempurna di putaran pertama
Novak Djokovic melanjutkan rekor sempurnanya di putaran pertama Wimbledon dengan meraih kemenangan ke-21 secara beruntun setelah mengalahkan Wu Yibing dari China dalam tiga set langsung. Kemenangan itu juga menjadikan petenis Serbia tersebut sebagai pemain pertama di Era Terbuka yang mencatat lebih dari 80 kemenangan putaran pertama di keempat turnamen Grand Slam.
Sinner samai rekor legenda Italia
Jannik Sinner menyamai rekor Nicola Pietrangeli sebagai petenis Italia dengan kemenangan tunggal Grand Slam terbanyak setelah meraih kemenangan ke-94 usai mengalahkan Miomir Kecmanović dalam lima set. Petenis nomor satu dunia itu berpeluang menjadi pemegang rekor baru jika mampu mengalahkan Nuno Borges di putaran kedua.
Juara bertahan kembali dipaksa bermain lima set
Kecmanović menjadi pemain kedua secara beruntun yang memaksa juara bertahan tunggal putra Wimbledon bermain hingga lima set pada putaran pertama. Tahun lalu, Fabio Fognini membawa Carlos Alcaraz ke lima set, sementara sebelumnya Alejandro Falla melakukan hal serupa terhadap Roger Federer pada edisi 2010.
Wild card menjadi unggulan
Meski kalah di putaran pertama, Maja Chwalińska mencatat rekor unik dengan menjadi pemain unggulan yang tampil melalui wild card di turnamen Grand Slam. Finalis Roland Garros 2026 itu menjadi petenis ketiga di Era Terbuka yang melakukannya setelah Martina Hingis di US Open 2002 dan Patty Schnyder di Wimbledon 2004.
Britania Raya catat awal terburuk sejak 1988
Sebanyak 15 petenis tuan rumah tersingkir pada putaran pertama, menjadikannya awal terburuk bagi Britania Raya di Wimbledon dalam hampir empat dekade. Cameron Norrie juga termasuk di antara nama besar yang tersingkir setelah kalah dari Michael Zheng, sehingga hanya Katie Swan, Jacob Fearnley, Arthur Fery, dan Jan Choinski yang masih bertahan di nomor tunggal.
Harapan tuan rumah sebenarnya sudah terpukul sebelum turnamen dimulai setelah Jack Draper dan Emma Raducanu mundur karena cedera.
View this post on Instagram
Carreño Busta akhirnya pecah telur di Wimbledon
Pablo Carreño Busta akhirnya meraih kemenangan pertamanya di undian utama tunggal Wimbledon setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat pertandingan berlangsung. Sebelumnya, petenis Spanyol itu selalu kalah dalam tujuh penampilan terdahulu.
Jodar gabung kelompok elite remaja Spanyol
Rafael Jodar meraih kemenangan pertamanya di level ATP Tour di lapangan rumput, sekaligus menjadi petenis remaja kelima dari Spanyol yang pernah memenangi pertandingan tunggal putra Wimbledon di Era Terbuka. Ia bergabung dengan Sergi Bruguera, Tommy Robredo, Rafael Nadal, dan Carlos Alcaraz.
Makedonia Utara ukir sejarah
Lina Gjorcheska mencatat sejarah sebagai petenis pertama dari Makedonia Utara yang tampil di undian utama tunggal Grand Slam. Petenis berusia 31 tahun itu lolos melalui babak kualifikasi sebelum langkahnya terhenti di putaran pertama setelah kalah dari Amanda Anisimova.
Dari Rusia, kini Uzbekistan
Polina Kudermetova, Kamilla Rakhimova, dan Maria Timofeeva menjalani debut Wimbledon sebagai wakil Uzbekistan setelah berganti kewarganegaraan dari Rusia. Mereka menjadi bagian dari tren petenis kelahiran Rusia yang kini membela negara lain, termasuk Anastasia Potapova yang kini mewakili Austria dan Daria Kasatkina yang memperkuat Australia.
Empat wakil Asia Tenggara lolos ke putaran kedua
Alexandra Eala memastikan Asia Tenggara terus mencuri perhatian setelah mengalahkan Renata Zarazua dari Meksiko untuk meraih kemenangan pertamanya di putaran pertama Wimbledon. Ia bergabung dengan Janice Tjen, Mananchaya Sawangkaew, dan Lanlana Tararudee di putaran kedua, sehingga empat wakil Asia Tenggara masih bertahan di turnamen.
Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang lolos ke putaran kedua Wimbledon sejak Angelique Widjaja pada tahun 2003, sementara Sawangkaew mengakhiri penantian tujuh tahun Thailand untuk kembali memiliki wakil yang memenangi laga tunggal putri di All England Club.



