5 hal menarik jelang Grand Prix Austria 2026

(Luca Gambuti/MotoGP)

MotoGP kembali ke Red Bull Ring akhir pekan ini untuk Grand Prix Austria saat persaingan gelar juara dunia semakin sengit menyusul perubahan besar dalam klasemen pembalap selama beberapa seri terakhir.

Berikut lima fakta menarik menjelang Grand Prix Austria 2026 pada 18 hingga 20 September, yang akan disiarkan secara langsung melalui SPOTV NOW.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV SEA (@spotvsea)

Marquez hapus defisit 102 poin

Setelah Grand Prix Italia, Marc Marquez tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen saat itu, Marco Bezzecchi. Namun, hanya tujuh seri kemudian, kemenangan di Grand Prix San Marino membuat Marquez menyamai Jorge Martin di puncak klasemen dengan 274 poin.

Kebangkitan tersebut membuat Marquez menghapus defisit terbesar untuk mengambil alih posisi pemimpin klasemen sejak era MotoGP dimulai, melampaui selisih 91 poin yang pernah dikejar Francesco Bagnaia pada tahun 2022.

Bagnaia, bagaimanapun, masih memegang rekor kebangkitan terbesar untuk akhirnya menjadi juara dunia MotoGP setelah mengejar Fabio Quartararo dan merebut gelar pada musim tersebut.

Tinggal tiga pembalap setelah satu dekade

Ketika Austria kembali masuk kalender MotoGP pada tahun 2016, Marquez, Maverick Vinales, dan Jack Miller termasuk di antara pembalap yang berlaga di kelas utama. Satu dekade kemudian, hanya mereka bertiga dari jajaran pembalap musim tersebut yang masih berada di grid MotoGP.

Miller, bagaimanapun, tidak sempat memulai balapan pada tahun 2016 setelah terjatuh dalam sesi warm-up, sementara partisipasi Vinales akhir pekan ini masih belum pasti karena sedang dalam pemulihan cedera bahu.

Jika Vinales kembali terpaksa mengundurkan diri, Marquez akan menjadi satu-satunya pembalap yang tampil di Grand Prix Austria 2016 dan 2026.

Menariknya, Pol Espargaro, yang menggantikan Vinales dalam beberapa seri terakhir, juga berada di grid ketika MotoGP kembali ke Austria 10 tahun lalu.

Red Bull Ring jadi lumbung kemenangan Ducati

Sejak MotoGP kembali ke Austria pada tahun 2016, Red Bull Ring menjadi salah satu sirkuit tersukses bagi Ducati. Pabrikan Italia tersebut memenangi 10 dari 12 balapan kelas utama yang digelar di sana sepanjang satu dekade terakhir, termasuk Grand Prix Styria pada tahun 2020 dan 2021.

Andrea Iannone, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Martin, dan Bagnaia masing-masing pernah menyumbangkan kemenangan bagi Ducati di Spielberg. Marquez kemudian bergabung dalam daftar tersebut tahun lalu setelah akhirnya meraih kemenangan pertamanya di Austria.

Acosta bisa ciptakan kejutan di kandang KTM

Hanya KTM yang mampu mencegah Ducati mendominasi sepenuhnya Red Bull Ring sejak 2016. Miguel Oliveira mempersembahkan kemenangan bagi pabrikan Austria tersebut di Grand Prix Styria 2020, sebelum Brad Binder menciptakan salah satu kemenangan paling dikenang di sirkuit itu dengan menjuarai Grand Prix Austria 2021.

Kini giliran Acosta yang berpeluang menjadi pembalap ketiga KTM yang menang di kandang sendiri, sekaligus memburu kemenangan Grand Prix MotoGP pertama dalam kariernya.

Pembalap Spanyol itu tiba di Spielberg setelah naik podium dalam dua balapan berturut-turut di Aragon dan San Marino, menyusul peningkatan mesin yang membantu KTM kembali bersaing di barisan depan.

Empat pembalap buru gelar Bagger

Juara perdana FIM Harley-Davidson Bagger World Cup akan ditentukan di Red Bull Ring akhir pekan ini dengan empat pembalap masih berpeluang merebut gelar.

Archie McDonald memimpin klasemen dengan 174 poin, hanya unggul tujuh poin atas Eric Granado yang mengoleksi 167 poin. Oscar Gutierrez berada di posisi ketiga dengan 148 poin, sementara Andrea Iannone masih memiliki peluang dengan 147 poin. Jika Iannone mampu mengejar tiga rival di depannya, Red Bull Ring sekali lagi bisa menjadi arena istimewa bagi pembalap Italia tersebut.

Sepuluh tahun lalu, Iannone meraih kemenangan pertama sekaligus satu-satunya di MotoGP di sirkuit yang sama, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Ducati selama enam tahun di kelas utama. Kini, Spielberg mungkin kembali menjadi tempat Iannone mencetak sejarah, kali ini sebagai juara perdana Bagger World Cup.