Perebutan gelar juara dunia Formula E musim 2025/26 diperkirakan akan berlangsung hingga balapan terakhir setelah hanya 14 poin memisahkan empat penantang utama menjelang penutup musim di London.
Setelah 15 balapan di sembilan negara, Jake Dennis memimpin klasemen sementara dengan 146 poin, hanya unggul dua poin atas Mitch Evans. Pascal Wehrlein berada lima poin di belakang pemuncak klasemen, sementara juara bertahan Oliver Rowland tertinggal 14 poin.
View this post on Instagram
Dengan masih tersisa dua balapan di Sirkuit ExCeL London pada 15 dan 16 Agustus, total maksimal 58 poin masih dapat diperebutkan, termasuk poin bonus untuk pole position dan lap tercepat. Bahkan, Nick Cassidy dan Nyck de Vries juga masih memiliki peluang secara matematis untuk menjadi juara, sehingga Formula E kembali berpotensi menentukan gelar pada balapan terakhir musim.
Berikut tujuh musim sebelumnya yang menyaksikan perebutan gelar Formula E berlanjut hingga balapan penutup.
2014/15: Piquet jadi juara perdana
Nelson Piquet Jr. menjadi juara dunia pertama Formula E dengan keunggulan hanya satu poin setelah finis ketujuh pada balapan terakhir, sementara Sebastien Buemi hanya mampu finis di posisi kelima.
2015/16: Buemi juara berkat lap tercepat
Buemi dan Lucas di Grassi tiba di balapan terakhir dengan jumlah poin yang sama, tetapi keduanya bertabrakan pada awal lomba. Mereka kemudian beralih ke mobil kedua untuk memburu poin bonus lap tercepat, yang akhirnya membawa Buemi meraih gelar juara.
2016/17: Kebangkitan Di Grassi
Di Grassi bangkit dari ketertinggalan besar untuk merebut gelar pertamanya setelah Buemi kehilangan momentum karena absen di New York dan kemudian didiskualifikasi pada balapan pertama di Montreal.
2018/19: Vergne cetak sejarah
Jean-Eric Vergne menjadi pembalap pertama dan hingga kini satu-satunya yang berhasil mempertahankan gelar Formula E setelah finis ketujuh pada balapan penentu di New York.
2020/21: De Vries manfaatkan kekacauan
De Vries menjadi juara pada musim yang menyaksikan 18 pembalap masih berpeluang merebut gelar menjelang balapan terakhir di Berlin. Finis di posisi kedelapan sudah cukup baginya setelah sejumlah rival mengalami kecelakaan dan penalti.
2021/22: Vandoorne tutup era Mercedes
Stoffel Vandoorne memastikan gelar juara dunia di Seoul dengan menghindari segala risiko sepanjang akhir pekan penutup musim, sekaligus menghadiahkan Mercedes gelar ganda sebelum pabrikan itu meninggalkan Formula E.
2023/24: Wehrlein akhiri penantian Porsche
Pascal Wehrlein membalikkan defisit 12 poin dari Nick Cassidy lewat penampilan gemilang di London untuk mempersembahkan gelar juara dunia pembalap Formula E pertama bagi Porsche.



