Selebrasi on-bike paling ikonik Marc Márquez

(Luca Bambuti/MotoGP)

Marc Márquez kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar MotoGP setelah mencetak sejarah dengan meraih kemenangan Grand Prix ke-100 dalam kariernya di Hungaria pekan lalu. Namun seperti biasa, bukan hanya kemenangannya yang mencuri perhatian.

Sesaat setelah melintasi garis finis di Balaton Park, pembalap Ducati itu memperagakan gestur “6-7” yang langsung menjadi bahan perbincangan para penggemar MotoGP.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV Malaysia (@spotvmy)

Faktanya, Márquez memang identik dengan berbagai selebrasi kemenangan yang unik sepanjang kariernya. Baik terinspirasi dari tren media sosial, budaya populer, maupun momen yang memiliki makna pribadi, pembalap Spanyol tersebut selalu memiliki cara tersendiri untuk merayakan kesuksesannya.

Berikut beberapa selebrasi kemenangan paling ikonik yang pernah dilakukan Márquez sepanjang kariernya.

Grand Prix Jerman 2025

Márquez mengikuti salah satu tren internet paling populer pada tahun 2025 dengan merayakan kemenangannya di Grand Prix Jerman menggunakan gaya “aura farming”. Selebrasi tersebut terinspirasi dari Rayyan Arkan Dikha asal Indonesia, yang menjadi sensasi media sosial berkat tarian uniknya di atas perahu balap.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SPOTV Indonesia (@spotv.indonesia)

Grand Prix Spanyol 2018

Kemenangan di depan pendukung sendiri di Jerez dirayakan dengan tarian “floss”, yang saat itu sedang menjadi fenomena global. Tarian tersebut melejit setelah ditampilkan dalam pertunjukan lagu Swish Swish milik Katy Perry di acara Saturday Night Live pada tahun 2017.

Grand Prix Americas 2018

Setelah menjuarai Grand Prix Americas, Márquez merayakan keberhasilannya dengan gaya “dab”, yang kala itu sangat populer di dunia olahraga dan budaya pop. Gerakan tersebut menjadi fenomena setelah sering digunakan oleh quarterback NFL, Cam Newton, sepanjang musim 2015.

Grand Prix Republik Ceko 2017

Salah satu selebrasi paling emosional dalam karier Márquez terjadi di Brno pada tahun 2017, tidak lama setelah wafatnya legenda balap Spanyol, Ángel Nieto. Setelah memastikan kemenangan, Márquez berdiri dengan kedua tangan terbentang sebelum menunjuk ke langit sebagai penghormatan kepada juara dunia 13 kali tersebut, yang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah olahraga balap motor Spanyol.

Grand Prix Jepang 2016

Márquez merayakan kemenangan di Motegi dengan beberapa tendangan dramatis menggunakan kaki kanannya saat melintasi garis finis. Kemenangan tersebut tidak hanya memberinya gelar Grand Prix Jepang, tetapi juga memastikan gelar juara dunia MotoGP 2016 ketika musim masih menyisakan beberapa seri.

TT Belanda 2014

Setelah menjadi juara di Assen, Márquez menarik perhatian dengan menirukan gerakan berenang di atas motor Hondanya. Selebrasi unik tersebut kemudian menjadi salah satu momen paling ikonik dari musim 2014, tahun ketika ia mendominasi MotoGP dengan 13 kemenangan dan sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas premier untuk kedua kalinya secara beruntun.

Jorge Martin: From Heaven to Hell

Coming into the season as the reigning World Champion, the Spaniard endured a nightmare year, as injury derailed his debut campaign with Aprilia

SPOTV NOW