Alex Eala mendapatkan modal terbaik menjelang Wimbledon setelah keluar sebagai juara Birmingham Open usai mengalahkan Nikola Bartunkova di final pada hari Minggu.
Petenis Filipina peringkat 33 dunia itu bangkit setelah kehilangan set pertama sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 5-7, 6-3, 7-5 di Edgbaston Priory Club.
Keberhasilan tersebut tidak hanya memberinya gelar pertama di lapangan rumput, tetapi juga menambah koleksi gelar WTA 125 miliknya menjadi dua.
Setelah mengakhiri kiprahnya di Roland Garros, Eala terlihat cepat beradaptasi dengan permukaan rumput dan menampilkan performa konsisten sepanjang pekan di Birmingham.
Petenis berusia 21 tahun itu hanya kehilangan satu set sebelum final dan juga menyingkirkan wakil Thailand, Mananchaya Sawangkaew, di babak perempat final.
Trofi tersebut menjadi pencapaian penting lainnya dalam musim yang terus menunjukkan perkembangan positif bagi Eala, setelah sebelumnya sempat mencapai peringkat tertinggi kariernya di posisi ke-29 dunia pada bulan Maret lalu.
Tantangan berikutnya bagi Eala adalah HSBC Championships di Queen’s Club, di mana ia dijadwalkan membuka turnamen melawan petenis Tiongkok, Zhang Shuai, pada hari Selasa.
Turut mencuri perhatian di Birmingham adalah petenis Indonesia, Janice Tjen, yang menjadi juara ganda putri bersama pasangannya asal Australia, Talia Gibson.
Pasangan unggulan pertama tersebut mengalahkan Harriet Dart dan Maia Lumsden dari Britania Raya di final, sekaligus menambah kegembiraan bagi wakil Asia Tenggara menjelang Wimbledon.
MotoGP kembali ke Brno akhir pekan ini untuk Grand Prix Ceko 2026, sekaligus membawa kembali ajang balap ke salah satu sirkuit paling bersejarah dalam kalender kejuaraan dunia.
Menjelang balapan yang akan disiarkan langsung di SPOTV NOW, berikut lima hal menarik yang patut menjadi perhatian.
Márquez berpeluang mencetak rekor baru di Brno
Kemenangan di Hungaria pekan lalu menempatkan Marc Márquez dalam posisi ideal untuk menambah satu rekor lagi ke dalam kariernya. Pembalap Ducati itu telah meraih empat kemenangan di Brno melalui keberhasilannya pada tahun 2013, 2017, 2019, dan 2025. Jika mampu mengulangi pencapaian tersebut akhir pekan ini, ia akan melampaui Valentino Rossi sebagai pembalap dengan kemenangan kelas premier terbanyak di sirkuit tersebut sejak era MotoGP dimulai pada tahun 2002.
Lokasi kemenangan paling berkesan bagi Crutchlow
Cal Crutchlow kembali akan menggantikan Johann Zarco yang masih belum pulih dari cedera di Brno, tempat ia meraih kemenangan MotoGP pertamanya pada tahun 2016. Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan kelas premier pertama bagi LCR serta mengakhiri penantian selama 35 tahun untuk melihat pembalap Inggris kembali memenangkan balapan 500cc/MotoGP.
Pole position bukan jaminan kemenangan
Statistik menunjukkan bahwa pole position tidak selalu memberikan keuntungan besar di Brno. Sejak 2002, hanya sembilan dari 20 balapan yang dimenangkan oleh pembalap yang start dari posisi terdepan, atau setara dengan tingkat keberhasilan 45 persen. Tren tersebut bahkan semakin terlihat dalam satu dekade terakhir, ketika hanya empat dari 10 Grand Prix Ceko terakhir yang dimenangkan oleh pemegang pole position.
Akankah tren pemenang berbeda terus berlanjut?
Lima balapan terakhir menghadirkan lima pemenang berbeda: Álex Márquez di Jerez, Jorge Martín di Le Mans, Fabio Di Giannantonio di Barcelona, Marco Bezzecchi di Mugello, dan Marc Márquez di Balaton Park. Jika Grand Prix Ceko kembali menghasilkan pemenang baru, MotoGP akan mencatat enam pemenang berbeda dalam enam balapan berturut-turut, menyamai rekor terbaik musim 2025.
Untuk era modern MotoGP, rekor keseluruhan masih dipegang oleh delapan pemenang berbeda dalam delapan balapan beruntun, yang tercipta pada tahun 2016 dan 2020.
Aktivitas di Brno tidak berakhir setelah balapan selesai pada hari Minggu. Tim dan pembalap akan tetap berada di sirkuit untuk menjalani sesi tes resmi pertama yang melibatkan motor 850cc serta ban Pirelli yang akan digunakan ketika regulasi baru MotoGP mulai diberlakukan pada tahun 2027.
Wimbledon 2026 akan segera dimulai pada akhir bulan ini, kembali mengalihkan perhatian para penggemar tenis ke turnamen tertua dan paling bergengsi di dunia.
Sejak edisi pertamanya pada 1877, Wimbledon dikenal dengan berbagai tradisi unik seperti lapangan rumput, aturan berpakaian serba putih, dan hubungan eratnya dengan keluarga kerajaan Inggris. Di balik sejarah panjang dan deretan juara legendaris, turnamen ini juga menyimpan banyak rekor serta kisah luar biasa yang masih dikenang hingga sekarang.
Menjelang Wimbledon 2026 yang akan disiarkan langsung di SPOTV NOW, berikut 10 fakta menarik yang mungkin terdengar sulit dipercaya, tetapi benar-benar terjadi dalam sejarah turnamen tersebut.
Pertandingan maraton yang mengubah tenis
John Isner dan Nicolas Mahut mencetak sejarah pada putaran pertama Wimbledon 2010 dengan memainkan pertandingan terpanjang dalam sejarah tenis profesional. Laga tersebut berlangsung selama tiga hari dengan total durasi 11 jam lima menit sebelum Isner akhirnya menang 6-4, 3-6, 6(7)-7, 7-6(3), 70-68. Set penentuan saja berlangsung lebih dari delapan jam.
Pertandingan ini menjadi salah satu momen paling ikonik dalam tenis modern dan berperan penting dalam lahirnya aturan tiebreak di set penentuan pada turnamen Grand Slam.
Tiebreak set penentuan pertama di Wimbledon
Wimbledon mulai menerapkan tiebreak set penentuan pada kedudukan 12-12 sejak 2019, dan aturan baru itu langsung digunakan pada tahun yang sama. Pertandingan pertama yang memerlukannya adalah final tunggal putra antara Novak Djokovic dan Roger Federer. Djokovic menyelamatkan dua championship point sebelum menang 7-6(5), 1-6, 7-6(4), 4-6, 13-12(3) dalam waktu empat jam 57 menit. Hingga kini, pertandingan tersebut masih menjadi final tunggal terpanjang dalam sejarah Wimbledon.
Menang lebih banyak poin, tetapi kalah di final
Final tunggal putra 2019 juga menghasilkan statistik yang luar biasa. Meski kalah dari Djokovic, Federer sebenarnya memenangi lebih banyak poin sepanjang pertandingan, yaitu 218 poin berbanding 204 milik lawannya. Kasus seperti ini sangat jarang terjadi dalam final Grand Slam, ketika runner-up justru mengumpulkan lebih banyak poin daripada sang juara.
Hanya dua wanita yang menang di dua era berbeda
Era Terbuka dimulai pada 1968 ketika pemain profesional diizinkan bertanding bersama pemain amatir di turnamen Grand Slam. Hanya Billie Jean King dan Margaret Court yang berhasil menjuarai tunggal Wimbledon sebelum dan sesudah perubahan tersebut, menjadikan keduanya sosok unik dalam sejarah turnamen.
Hampir 50 tahun menanti juara tunggal putri Inggris
Virginia Wade masih menjadi petenis putri Inggris terakhir yang menjuarai Wimbledon. Ia mengalahkan Betty Stöve di final 1977 yang berlangsung saat perayaan Silver Jubilee Ratu Elizabeth II dan disaksikan langsung oleh sang ratu di Centre Court. Hampir lima dekade kemudian, belum ada petenis putri Inggris yang mampu menyamai pencapaian tersebut.
Satu-satunya juara Wimbledon berstatus wild card
Goran Ivanišević datang ke Wimbledon 2001 sebagai pemain peringkat ke-125 dunia dan hanya mendapat tempat melalui wild card. Petenis Kroasia itu kemudian menciptakan salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah tenis dengan mengalahkan Carlos Moya, Andy Roddick, Marat Safin, Tim Henman, dan Patrick Rafter sebelum meraih satu-satunya gelar Grand Slam dalam kariernya. Hingga kini, ia masih menjadi satu-satunya pemain wild card yang pernah menjuarai tunggal Wimbledon.
Hanya dua pria yang juara tanpa kehilangan satu set
Banyak petenis putri pernah menjuarai Wimbledon tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, tetapi hal tersebut jauh lebih jarang terjadi di kategori putra. Dalam Era Terbuka, hanya Björn Borg pada 1976 dan Roger Federer pada 2017 yang berhasil mengangkat trofi tanpa kehilangan satu set pun sepanjang perjalanan mereka.
Selama 132 tahun bergantung pada cuaca
Untuk sebagian besar sejarahnya, Wimbledon sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca. Banyak pertandingan terkenal harus dihentikan akibat hujan. Baru pada 2009 Wimbledon memasang atap yang dapat ditutup di Centre Court, sehingga pertandingan dapat dilanjutkan tanpa gangguan cuaca.
Tiga kali Wimbledon terhenti
Dalam hampir 150 tahun sejarahnya, Wimbledon hanya pernah dibatalkan pada tiga periode berbeda. Pertama saat Perang Dunia I dari 1915 hingga 1918, kemudian Perang Dunia II dari 1940 hingga 1945, dan terakhir akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan edisi 2020 dibatalkan. Pembatalan pada 2020 menjadi gangguan pertama bagi turnamen tersebut dalam 75 tahun.
Final double bagel di dua era berbeda
Skor 6-0, 6-0 di final tunggal, atau yang dikenal sebagai double bagel, merupakan hasil yang sangat langka di level Grand Slam. Dalam sejarah turnamen major, hal itu hanya terjadi tiga kali, dan Wimbledon menjadi satu-satunya Grand Slam yang menghasilkan juara double bagel pada era amatir maupun Era Terbuka. Kejadian pertama terjadi pada 1911 ketika Dorothea Lambert Chambers mengalahkan Dora Boothby, sebelum Iga Świątek mengulanginya 114 tahun kemudian dengan kemenangan atas Amanda Anisimova.
MotoGP mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa MotorLand Aragon akan tetap berada dalam kalender hingga 2027 sebelum beralih menjadi sirkuit cadangan mulai 2028.
Pengumuman tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai masa depan Grand Prix Aragon, sekaligus menjadikannya sirkuit terbaru yang berhasil menyelesaikan status kontraknya yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada penghujung 2026.
Awal tahun ini, Grand Prix Australia juga memastikan masa depannya melalui kepindahan dari Phillip Island ke Adelaide dalam perjanjian berdurasi enam tahun yang akan dimulai pada 2027.
Saat ini, masih ada beberapa venue yang belum mengumumkan status mereka setelah musim 2026, yaitu Silverstone, Sepang, Mugello, Portimão, dan Balaton Park.
Silverstone menjadi tuan rumah Grand Prix Inggris sejak 2010 setelah MotoGP meninggalkan Donington Park, sementara Sepang telah menggelar setiap Grand Prix Malaysia sejak sirkuit tersebut dibuka pada 1999.
Mugello sendiri tidak pernah absen dari kalender Grand Prix Italia sejak 1994 dan tetap menjadi salah satu venue paling ikonik dalam MotoGP.
Di Portugal, Portimão kembali menjadi bagian dari kalender kejuaraan dunia sejak musim 2020 yang terdampak pandemi COVID-19.
Sementara itu, masa depan Grand Prix Hungaria juga masih menjadi tanda tanya. Balapan tersebut kembali ke MotoGP pada 2025, tetapi laporan media Spanyol El Periódico mengklaim bahwa Balaton Park berisiko kehilangan tempatnya dalam kalender musim depan.
MotoGP diperkirakan akan mengumumkan perkembangan terkait masa depan sirkuit-sirkuit tersebut dalam waktu dekat.
Pembalap Singapura, Danial Frost, akan berlaga di ajang Road to Le Mans pekan ini, yang untuk pertama kalinya akan digelar sebagai balapan ketahanan berdurasi tiga jam.
Ajang bergengsi yang merupakan bagian dari Michelin Le Mans Cup ini sebelumnya menggunakan format dua balapan sprint. Namun, untuk musim 2026, penyelenggara menghadirkan format baru berupa satu balapan ketahanan selama tiga jam.
Frost akan mengendarai mobil Duqueine D09 bernomor 85 milik R-ace GP bersama rekan setimnya, Enzo Peugeot. Balapan tersebut akan disiarkan secara langsung di SPOTV NOW pada tanggal 12 Juni.
Duet Frost dan Peugeot datang ke Le Mans sebagai pemuncak klasemen sementara kategori LMP3, setelah mengawali musim dengan performa impresif.
Mereka membuka musim 2026 dengan meraih kemenangan di Barcelona, sebelum kembali naik podium dengan finis di posisi kedua pada seri Paul Ricard untuk menempatkan mereka di posisi terdepan dalam perebutan gelar juara.
Meski demikian, persaingan dipastikan tetap ketat dengan pasangan Giovanni Maschio dan Colin Queen dari 23Events Racing yang masih menjadi pesaing utama.
Apabila kembali meraih hasil positif di Circuit de la Sarthe, Frost dan Peugeot berpeluang memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sekaligus memperlebar peluang untuk merebut gelar juara musim ini.