Jadwal padat Eala jadi ‘harga sebuah kesuksesan’, kata sang paman

(AELTC/Simon Bruty)

Kesuksesan Alexandra Eala menembus jajaran 20 besar dunia datang dengan tantangan baru karena petenis Filipina itu kini harus menghadapi jadwal turnamen yang semakin padat.

Hal tersebut diakui pamannya, Noli Eala, yang menyebut situasi tersebut sebagai “harga sebuah kesuksesan” menyusul kekhawatiran mengenai beban pertandingan petenis berusia 21 tahun itu sepanjang musim lapangan keras di Amerika Utara.

Eala telah menjalani 45 pertandingan dalam 18 turnamen level WTA dan Grand Slam tahun ini, dengan jadwalnya semakin berat dalam beberapa pekan terakhir.

Ia meraih gelar tunggal WTA Tour pertama dalam kariernya di Washington Open sebelum langsung melanjutkan perjuangan di Canadian Open di Toronto, tempat ia melaju hingga babak keempat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Alexandra Eala (@alex.eala)

Rentetan tujuh kemenangan Eala akhirnya terhenti setelah kalah 4-6, 0-6 dari Belinda Bencic asal Swiss.

Sebelumnya, ia juga mengalami masalah pada pergelangan kaki ketika mencatat kemenangan tiga set atas petenis Amerika Serikat, Caty McNally.

“Banyak yang khawatir mengenai jadwal Alex karena dia bermain di turnamen besar dari pekan ke pekan,” tulis Noli melalui X pada hari Minggu.

Namun, menurutnya, peningkatan peringkat Eala juga membawa komitmen yang lebih besar dan membatasi kebebasannya dalam memilih turnamen yang ingin diikuti.

“Baik atau buruk, sebagai pemain papan atas, Alex diwajibkan mengikuti peraturan WTA untuk tampil di semua turnamen WTA 1000 serta Grand Slam,” katanya sambil merujuk pada turnamen di Kanada, Cincinnati, Beijing, dan Wuhan yang masuk dalam jadwal Eala.

Berdasarkan peraturan WTA 2026, pemain berusia 18 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk undian utama turnamen wajib WTA 1000 akan didaftarkan secara otomatis.

Kegagalan untuk tampil tanpa pengecualian yang diperbolehkan dapat membuat mereka menerima nol poin dalam penghitungan peringkat.

Hasil di Grand Slam dan turnamen wajib WTA 1000 juga memainkan peran besar dalam penghitungan peringkat pemain tunggal papan atas, sehingga jadwal yang lebih berat menjadi salah satu konsekuensi yang harus dihadapi Eala setelah peningkatan pesatnya musim ini.

Eala masih memiliki beberapa turnamen besar yang menantinya. Ia dijadwalkan tampil di Cincinnati Open sebelum menuju New York untuk US Open, dilanjutkan dengan rangkaian turnamen Asia yang mencakup ajang WTA 1000 di Beijing dan Wuhan.

Jadwal tersebut juga berpotensi menjadi semakin padat karena Eala ingin terus mewakili Filipina dalam kompetisi internasional seperti Asian Games 2026, sesuatu yang turut diakui Noli sebagai komitmen tambahan di luar WTA Tour.

“Ini belum termasuk keinginannya untuk bermain bersama tim nasional Filipina. Itulah harga sebuah kesuksesan,” katanya.