Grand Prix Malaysia kembali meramaikan Sirkuit Internasional Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November, dengan ribuan penggemar diperkirakan hadir untuk menyaksikan aksi MotoGP.
Sebelum balapan dimulai, berikut lima fakta menarik seputar Grand Prix Malaysia 2026 yang dapat disaksikan secara langsung melalui SPOTV NOW.
View this post on Instagram
Sepang jadi salah satu sirkuit favorit Ducati
Dominasi Ducati di Sepang sulit dibantah. Sejak Grand Prix Malaysia pertama kali digelar di sirkuit tersebut pada tahun 1999, pabrikan Italia itu telah mencatatkan kemenangan terbanyak di kelas utama dengan sembilan kemenangan.
Enam kemenangan di antaranya diraih dalam delapan edisi terakhir sejak 2016, tidak termasuk tahun 2020 dan 2021 ketika balapan dibatalkan akibat pandemi COVID-19. Andrea Dovizioso menang dua tahun berturut-turut pada tahun 2016 dan 2017, disusul Francesco Bagnaia pada tahun 2022 dan 2024, Enea Bastianini pada tahun 2023, serta Alex Marquez tahun lalu. Bahkan, Ducati menyapu bersih empat posisi teratas dalam balapan utama pada tahun 2023 dan 2024.
Rekor mereka dalam balapan Sprint di Sepang juga sempurna. Ketiga balapan Sprint yang telah digelar sejauh ini semuanya dimenangi pembalap Ducati, yakni Alex Marquez, Bagnaia, dan Jorge Martin.
Pemenang di tiga kelas berbeda di Sepang
Maverick Vinales bukan hanya pembalap terakhir yang berhasil mengalahkan Ducati di Grand Prix Malaysia, tetapi Sepang juga memiliki tempat istimewa dalam kariernya. Kemenangan bersama Yamaha pada tahun 2019 melengkapi tiga keberhasilannya di sirkuit tersebut dalam tiga kelas berbeda.
Vinales mulai mencuri perhatian di Sepang dengan kemenangan di kelas 125cc tahun 2011, sebelum mengulangi keberhasilan tersebut di Moto2 pada tahun 2014. Ia kemudian menambah kemenangan MotoGP pada tahun 2019, delapan tahun setelah kemenangan pertamanya.
Penantian kemenangan pembalap Malaysia di kandang sendiri
Grand Prix Malaysia telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, tetapi penggemar tuan rumah masih menantikan kemenangan pertama pembalap Malaysia dalam balapan kejuaraan dunia di tanah air.
Sejak penyelenggaraan perdana di Shah Alam pada tahun 1991, kemudian di Johor pada tahun 1998 dan Sepang mulai 1999, belum ada pembalap Malaysia yang berhasil naik ke podium tertinggi di kelas mana pun.
Zulfahmi Khairuddin nyaris mengakhiri penantian tersebut pada tahun 2012. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Zulfahmi memulai balapan dari pole position dan memberikan perlawanan sengit kepada Sandro Cortese dalam balapan Moto3. Namun, ia gagal meraih kemenangan dengan selisih hanya 0,028 detik, sekaligus membuat Cortese memastikan gelar juara dunia.
Qatar, Thailand, dan Indonesia juga belum pernah menyaksikan kemenangan pembalap tuan rumah dalam Grand Prix masing-masing. Namun, ketiga negara tersebut baru mulai menjadi tuan rumah setelah Malaysia.
Tribun khusus pendukung Hakim Danish
Perhatian penggemar Malaysia kali ini dipastikan tertuju kepada Hakim Danish yang akan tampil di Sepang untuk pertama kalinya sebagai pembalap reguler Moto3. Bahkan, pihak sirkuit menyediakan Hakim Danish Tribune khusus bagi para pendukungnya, dengan seluruh tiket di area tersebut telah terjual habis.
Antusiasme itu tidak mengejutkan setelah Hakim mencetak sejarah pada musim debutnya. Di Brno, ia meraih kemenangan pertamanya di Moto3 meskipun harus memulai balapan dari posisi ke-14. Keberhasilan tersebut menjadikannya pembalap Malaysia pertama yang memenangi Grand Prix sejak Khairul Idham Pawi menjadi juara di Sachsenring pada tahun 2016.
View this post on Instagram
Qatar jadi tujuan berikutnya setelah Sepang
Biasanya, MotoGP mengakhiri rangkaian balapan di Asia sebelum kembali ke Eropa. Namun, kalender musim ini menempatkan Qatar sebagai tujuan berikutnya setelah Grand Prix Malaysia.
Balapan di Lusail yang semula dijadwalkan berlangsung pada April terpaksa dipindahkan ke November akibat situasi di Timur Tengah. Karena itu, para pembalap akan lebih dahulu berlaga di Sepang sebelum bertolak ke Qatar sepekan kemudian, disusul Portugal dan seri penutup musim di Valencia.
Urutan Malaysia kemudian Qatar sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2023, Grand Prix Qatar juga digelar setelah Malaysia karena pekerjaan peningkatan fasilitas Sirkuit Lusail membuat balapan tersebut dipindahkan ke November.
Menariknya lagi, kedua balapan tersebut pernah digelar dengan selang waktu kurang dari sepekan pada tahun 2005. Saat itu, Grand Prix Malaysia berlangsung pada Minggu, 25 September, sebelum para pembalap kembali beraksi di Qatar pada Sabtu berikutnya.



