Sepang tetap masuk kalender MotoGP hingga 2031

(Diego Sperani/MotoGP)

Grand Prix Malaysia akan tetap menjadi bagian dari kalender MotoGP setidaknya hingga musim 2031 setelah kontrak Sirkuit Internasional Sepang diperpanjang selama lima tahun.

Kesepakatan baru yang diumumkan pada hari Selasa itu mencakup musim 2027 hingga 2031, sekaligus memastikan Sepang tetap menjadi salah satu tuan rumah MotoGP dengan masa penyelenggaraan terpanjang di kawasan Asia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MotoGP™ (@motogp)

Sejak pertama kali menggelar balapan pada tahun 1999, Sepang hanya absen dalam dua edisi, yakni pada 2020 dan 2021, ketika Grand Prix Malaysia dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

Malaysia juga memegang peran penting dalam MotoGP musim ini setelah dipilih sebagai lokasi peluncuran resmi musim 2026, yang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi utama kejuaraan tersebut.

CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, mengatakan Malaysia tetap menjadi salah satu pasar terpenting bagi kejuaraan itu.

“Malaysia adalah pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Kami memiliki basis penggemar yang besar di sini dan dampak ekonomi yang dihadirkan MotoGP juga terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

“Kombinasi balapan yang menarik, dukungan luar biasa dari para penggemar lokal, serta daya tarik di tingkat internasional menjadikan Grand Prix Malaysia selalu dinantikan. Kami senang bisa terus kembali ke Sepang hingga 2031.”

Perpanjangan kontrak tersebut menjadikan Sepang sebagai sirkuit kedua yang memastikan masa depannya di kalender MotoGP setelah 2026, setelah Aragon lebih dahulu mencapai kesepakatan baru.

Kesepakatan itu juga memastikan Sepang akan tetap menjadi bagian dari era baru MotoGP ketika motor generasi baru berkapasitas 850cc mulai digunakan pada musim 2027.